• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Terserah Rakyat!

Fathi by Fathi
September 6, 2021
in Nasional
0
Terserah Rakyat!

JAKARTA, Cobisnis.com – Saya bermimpi, berada di dalam sebuah ruang pertemuan. Suasana ketika itu menjelang kemerdekaan Indonesia, tahun 1945. Di sana berkumpul tokoh-tokoh bangsa. Saling memberi argumen, dan melengkapi satu sama lain, dalam menyusun Konstitusi Indonesia, Undang-Undang Dasar (UUD).

Tokoh-tokoh bangsa tersebut, yang kita kenal sebagai pendiri Indonesia, ternyata menolak dengan sebutan tersebut. Mereka katakan, jangan sebut kami sebagai pendiri bangsa Indonesia. Karena kemerdekaan ini adalah hasil dari perjuangan seluruh rakyat Indonesia.

Tidak ada yang berhak meng-klaim sebagai pendiri. Memang ada rakyat yang berperan lebih besar, bersuara lebih lantang, ditangkap dan dipenjara atau diasingkan. Tetapi tidak bisa dikatakan sebagai pendiri.

Perjuangan pelajar dan pemuda Indonesia di Hindia Belanda sudah dimulai sejak 1908. Melalui Indische Vereeniging, yang kemudian berubah nama menjadi Indonesische vereeniging (1922) dan kemudian berubah nama lagi menjadi Perhimpunan Indonesia (1925).

Mereka menerbitkan buletin Indonesia Merdeka yang isinya membangkitkan semangat perjuangan. Dan mengeluarkan Manifesto Perhimpunan Indonesia yang menuntut pemerintahan sendiri yang mandiri.

Kemudian juga muncul banyak organisasi pemuda lainnya, Jong Java, Jong Sumatra, Jong Minahasa, Jong Ambon, dan banyak jong-jong lainnya. Yang artinya pemuda. Yang kemudian menyatukan diri menjadi Jong Indonesia pada 1927, dan berubah nama menjadi Pemuda Indonesia pada 1928.

Mereka berikrar, mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dengan menggunakan bahasa persatuan Indonesia.

Saya termenung mendengarkan penjelasannya. Sangat kagum. Tidak ada yang mengaku sebagai pendiri, tetapi klaim sebagai pencapaian kolektif seluruh rakyat Indonesia, yang masing-masing mempunyai peran sendiri-sendiri.

Oleh karena itu, Konstitusi ini adalah hak rakyat. Saya mendengar suara lantang. Kedaulatan ada di tangan rakyat Indonesia. Tidak ada pihak yang boleh merebutnya. Semua nasib yang menentukan rakyat umum, harus melalui persetujuan rakyat.

Saya semakin bangga dan terkagum-kagum. Membayangkan nasib rakyat Indonesia yang akan jauh berbeda dari masa penjajahan kolonial. Terbayang hidup rakyat Indonesia yang makmur, adil, berdaulat. Seperti dituangkan di dalam Pembukaan UUD: menjadikan rakyat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Mimpi saya terganggu. Sedang enak-enaknya membayangkan masa depan Indonesia yang adil dan makmur, saya terseret masuk ke abad 21.

Di sana rakyat tidak berdaya. UUD yang katanya milik rakyat, sudah menjadi milik wakil rakyat. Milik sekelompok orang di parlemen. Mereka yang menentukan semuanya, melalui undang-undang.
Sumber daya alam di daerah habis dikeruk.

Pengeruknya hanya segelintir orang saja. Mereka diberi hak mengeruk oleh UU. Namanya izin pertambangan. Mereka menjadi sangat kaya raya. Sedangkan yang didapat daerah adalah bencana alam. Adil dan Makmur? Hanya ilusi.

Dalam mimpi saya melihat rakyat yang lapar mengambil makanan dari perkebunan negara. Ketahuan, tertangkap, disidang dan dihukum kurungan penjara. Kalau tidak salah dihukum 6 bulan, atau 2 tahun? Saya agak lupa.

Di lain pihak, ada orang yang mencuri uang negara, jumlahnya sangat besar, miliaran bahkan triliunan rupiah, mendapat berbagai kemudahan. Fasilitas. Bahkan ada yang dibebaskan. Dan menurut rumor akan dijadikan penyuluh anti korupsi.

Saya bertanya-tanya, di mana keadilan dan kesetaraan hukum yang diagung-agungkan para tokoh bangsa pada tahun 1945 dulu?

Dalam mimpi saya melihat rakyat sangat tidak berdaya. Rakyat selalu taat Konstitusi. Rakyat melapor kepada penegak hukum untuk melindungi haknya. Tetapi sia-sia. Rakyat melapor kepada wakil rakyat untuk melindungi haknya, juga sia-sia. Bahkan penindasan terhadap hak rakyat semakin menjadi-jadi, dan terbuka.

Dalam mimpi, saya bertemu lagi dengan salah satu tokoh bangsa 1945. Saya bertanya, kenapa semua berbeda dengan pernyataan di ruang pertemuan konstitusi? Kenapa faktanya tidak ada kedaulatan rakyat seperti yang dijanjikan?

Beliau menjawab, kami sudah menyediakan semua hal yang baik untuk bekal di kemudian hari, membuat rakyat Indonesia adil dan makmur. Tetapi, perjalanan hidup memang tidak mudah. Sama seperti kami harus tertindas oleh pemerintahan kolonial.

Tapi kami tidak menyerah, terus menuntut hak merdeka. Akhirnya, berkat Tuhan yang Maha Esa, kami dapat menikmatinya. Ini juga kami tulis dalam Konstitusi.

Karena itu, sekarang terserah rakyat. Haknya sudah diberikan di dalam UUD. Tertulis dengan jelas, Kedaulatan ada di tangan rakyat.

Saya termenung, tidak lama kemudian terbangun. Antara mimpi dan realita. Terserah Rakyat! Terngiang terus dua kata tersebut.

Penulis: Anthony Budiawan
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download intex firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: amandemenCobisnisopini

Related Posts

Ahli Gizi Ungkap Cara Diet Sehat di Warteg, Kuncinya Ada pada Pilihan Menu

Ahli Gizi Ungkap Cara Diet Sehat di Warteg, Kuncinya Ada pada Pilihan Menu

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menjalani diet sehat tidak selalu identik dengan makanan mahal. Ahli gizi menyebut warteg juga bisa menjadi pilihan...

Tak Perlu Lari Kencang, Slow Jogging Disebut Ampuh Jaga Kebugaran dan Kurangi Risiko Cedera

Tak Perlu Lari Kencang, Slow Jogging Disebut Ampuh Jaga Kebugaran dan Kurangi Risiko Cedera

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Slow jogging atau lari dengan kecepatan santai tengah menjadi tren di Korea Selatan. Olahraga ini banyak diminati...

Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Federasi Sepak Bola Argentina atau AFA menjadi sorotan setelah dilaporkan masuk dalam penyelidikan FBI dan jaksa federal...

Ahli Gizi Ungkap 5 Kesalahan Diet yang Menghambat Penurunan Berat Badan

Ahli Gizi Ungkap 5 Kesalahan Diet yang Menghambat Penurunan Berat Badan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menurunkan berat badan tidak cukup hanya dengan mengurangi porsi makan. Banyak orang justru melakukan pola diet yang...

Gaji Tembus Rp 300 Juta per Bulan, Ini Profesi Paling Mahal di Indonesia Tahun 2026

Gaji Tembus Rp 300 Juta per Bulan, Ini Profesi Paling Mahal di Indonesia Tahun 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah jabatan profesional di Indonesia masih menawarkan gaji yang sangat tinggi. Berdasarkan survei Adecco Indonesia 2026, beberapa...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bank Mandiri Taspen Pastikan Layanan KC Purwokerto Tetap Berjalan Normal

Bank Mandiri Taspen Pastikan Layanan KC Purwokerto Tetap Berjalan Normal

July 9, 2026
Gaji Tembus Rp 300 Juta per Bulan, Ini Profesi Paling Mahal di Indonesia Tahun 2026

Gaji Tembus Rp 300 Juta per Bulan, Ini Profesi Paling Mahal di Indonesia Tahun 2026

July 9, 2026
Prudential Indonesia Luncurkan Levela, Platform Literasi Keuangan untuk Gen Z

Prudential Indonesia Luncurkan Levela, Platform Literasi Keuangan untuk Gen Z

July 9, 2026
Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

Dugaan Cuci Uang Rp5,5 Triliun Seret Federasi Argentina, Belum Ada Dakwaan Resmi

July 9, 2026
Kontroversi Argentina vs Mesir, Pakar Wasit: VAR Terlalu Banyak Campur Tangan

Kontroversi Argentina vs Mesir, Pakar Wasit: VAR Terlalu Banyak Campur Tangan

July 10, 2026
James Resmi Tinggalkan DearALICE, Tulis Pesan Haru untuk Penggemar

Mundur dari S3 UI, Sabrina Chairunnisa Tuai Kritik karena Soroti Sistem Absensi

July 10, 2026
Silmy Karim Berpotensi Dijerat Pasal TPPU, KPK Telusuri Aliran Dana dan Aset

Silmy Karim Berpotensi Dijerat Pasal TPPU, KPK Telusuri Aliran Dana dan Aset

July 10, 2026
James Resmi Tinggalkan DearALICE, Tulis Pesan Haru untuk Penggemar

James Resmi Tinggalkan DearALICE, Tulis Pesan Haru untuk Penggemar

July 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved