• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, October 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Terserah Rakyat!

Fathi by Fathi
September 6, 2021
in Nasional
0
Terserah Rakyat!

JAKARTA, Cobisnis.com – Saya bermimpi, berada di dalam sebuah ruang pertemuan. Suasana ketika itu menjelang kemerdekaan Indonesia, tahun 1945. Di sana berkumpul tokoh-tokoh bangsa. Saling memberi argumen, dan melengkapi satu sama lain, dalam menyusun Konstitusi Indonesia, Undang-Undang Dasar (UUD).

Tokoh-tokoh bangsa tersebut, yang kita kenal sebagai pendiri Indonesia, ternyata menolak dengan sebutan tersebut. Mereka katakan, jangan sebut kami sebagai pendiri bangsa Indonesia. Karena kemerdekaan ini adalah hasil dari perjuangan seluruh rakyat Indonesia.

Tidak ada yang berhak meng-klaim sebagai pendiri. Memang ada rakyat yang berperan lebih besar, bersuara lebih lantang, ditangkap dan dipenjara atau diasingkan. Tetapi tidak bisa dikatakan sebagai pendiri.

Perjuangan pelajar dan pemuda Indonesia di Hindia Belanda sudah dimulai sejak 1908. Melalui Indische Vereeniging, yang kemudian berubah nama menjadi Indonesische vereeniging (1922) dan kemudian berubah nama lagi menjadi Perhimpunan Indonesia (1925).

Mereka menerbitkan buletin Indonesia Merdeka yang isinya membangkitkan semangat perjuangan. Dan mengeluarkan Manifesto Perhimpunan Indonesia yang menuntut pemerintahan sendiri yang mandiri.

Kemudian juga muncul banyak organisasi pemuda lainnya, Jong Java, Jong Sumatra, Jong Minahasa, Jong Ambon, dan banyak jong-jong lainnya. Yang artinya pemuda. Yang kemudian menyatukan diri menjadi Jong Indonesia pada 1927, dan berubah nama menjadi Pemuda Indonesia pada 1928.

Mereka berikrar, mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dengan menggunakan bahasa persatuan Indonesia.

Saya termenung mendengarkan penjelasannya. Sangat kagum. Tidak ada yang mengaku sebagai pendiri, tetapi klaim sebagai pencapaian kolektif seluruh rakyat Indonesia, yang masing-masing mempunyai peran sendiri-sendiri.

Oleh karena itu, Konstitusi ini adalah hak rakyat. Saya mendengar suara lantang. Kedaulatan ada di tangan rakyat Indonesia. Tidak ada pihak yang boleh merebutnya. Semua nasib yang menentukan rakyat umum, harus melalui persetujuan rakyat.

Saya semakin bangga dan terkagum-kagum. Membayangkan nasib rakyat Indonesia yang akan jauh berbeda dari masa penjajahan kolonial. Terbayang hidup rakyat Indonesia yang makmur, adil, berdaulat. Seperti dituangkan di dalam Pembukaan UUD: menjadikan rakyat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Mimpi saya terganggu. Sedang enak-enaknya membayangkan masa depan Indonesia yang adil dan makmur, saya terseret masuk ke abad 21.

Di sana rakyat tidak berdaya. UUD yang katanya milik rakyat, sudah menjadi milik wakil rakyat. Milik sekelompok orang di parlemen. Mereka yang menentukan semuanya, melalui undang-undang.
Sumber daya alam di daerah habis dikeruk.

Pengeruknya hanya segelintir orang saja. Mereka diberi hak mengeruk oleh UU. Namanya izin pertambangan. Mereka menjadi sangat kaya raya. Sedangkan yang didapat daerah adalah bencana alam. Adil dan Makmur? Hanya ilusi.

Dalam mimpi saya melihat rakyat yang lapar mengambil makanan dari perkebunan negara. Ketahuan, tertangkap, disidang dan dihukum kurungan penjara. Kalau tidak salah dihukum 6 bulan, atau 2 tahun? Saya agak lupa.

Di lain pihak, ada orang yang mencuri uang negara, jumlahnya sangat besar, miliaran bahkan triliunan rupiah, mendapat berbagai kemudahan. Fasilitas. Bahkan ada yang dibebaskan. Dan menurut rumor akan dijadikan penyuluh anti korupsi.

Saya bertanya-tanya, di mana keadilan dan kesetaraan hukum yang diagung-agungkan para tokoh bangsa pada tahun 1945 dulu?

Dalam mimpi saya melihat rakyat sangat tidak berdaya. Rakyat selalu taat Konstitusi. Rakyat melapor kepada penegak hukum untuk melindungi haknya. Tetapi sia-sia. Rakyat melapor kepada wakil rakyat untuk melindungi haknya, juga sia-sia. Bahkan penindasan terhadap hak rakyat semakin menjadi-jadi, dan terbuka.

Dalam mimpi, saya bertemu lagi dengan salah satu tokoh bangsa 1945. Saya bertanya, kenapa semua berbeda dengan pernyataan di ruang pertemuan konstitusi? Kenapa faktanya tidak ada kedaulatan rakyat seperti yang dijanjikan?

Beliau menjawab, kami sudah menyediakan semua hal yang baik untuk bekal di kemudian hari, membuat rakyat Indonesia adil dan makmur. Tetapi, perjalanan hidup memang tidak mudah. Sama seperti kami harus tertindas oleh pemerintahan kolonial.

Tapi kami tidak menyerah, terus menuntut hak merdeka. Akhirnya, berkat Tuhan yang Maha Esa, kami dapat menikmatinya. Ini juga kami tulis dalam Konstitusi.

Karena itu, sekarang terserah rakyat. Haknya sudah diberikan di dalam UUD. Tertulis dengan jelas, Kedaulatan ada di tangan rakyat.

Saya termenung, tidak lama kemudian terbangun. Antara mimpi dan realita. Terserah Rakyat! Terngiang terus dua kata tersebut.

Penulis: Anthony Budiawan
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
udemy free download
download redmi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: amandemenCobisnisopini

Related Posts

Tokopedia, TikTok Shop, dan Pemerintah Perkuat Ekosistem Halal

Tokopedia, TikTok Shop, dan Pemerintah Perkuat Ekosistem Halal

by Rizki Meirino
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tokopedia dan TikTok Shop berkolaborasi dengan pemerintah untuk memfasilitasi sertifikasi halal UMKM sekaligus memperkuat keterampilan digital 150...

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Praktisi Pajak Dorong Insentif CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan

by Rizki Meirino
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Praktisi perpajakan sekaligus Partner Ideatax, Arianta John Bangun, mendorong pemerintah mengevaluasi ketentuan insentif pajak untuk tanggung jawab sosial...

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

by Rizki Meirino
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Standard Chartered Indonesia meningkatkan fasilitas pembiayaan kepada PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), produsen sepeda motor listrik ALVA...

Pakistan menyatakan siap memberikan dukungan kepada Arab Saudi untuk menghadapi serangan Houthi, dengan menegaskan komitmen terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan.

Pakistan Siap Dukung Arab Saudi Hadapi Serangan Houthi

by Desti Dwi Natasya
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pakistan menyatakan siap memberikan dukungan yang dibutuhkan Arab Saudi untuk menghadapi serangan kelompok Houthi dari Yaman di...

Pengacara keluarga Bharatu Valdo menegaskan korban bukan pelaku perundungan terhadap Bharada Andika, sementara penyidik masih mendalami motif penembakan.

Keluarga Valdo Bantah Korban Lakukan Perundungan

by Desti Dwi Natasya
October 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pengacara keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyona, meluruskan dugaan perundungan yang disebut berkaitan dengan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

October 20, 2026
Imigrasi Sebut Nusron ke Singapura via Batam, Lanjut ke Malaysia

Imigrasi Sebut Nusron ke Singapura via Batam, Lanjut ke Malaysia

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan EMI untuk Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik ALVA

Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan EMI untuk Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik ALVA

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Praktisi Pajak Dorong Insentif CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan

October 20, 2026
Protes Greenpeace di Bundaran HI soal Iklim, Bakom Beri Tanggapan

Protes Greenpeace di Bundaran HI soal Iklim, Bakom Beri Tanggapan

October 21, 2026
Melalui Pengalaman Autentik Labuan Bajo, Kementerian Pariwisata Perkuat Promosi Wisata Daratan Flores

Melalui Pengalaman Autentik Labuan Bajo, Kementerian Pariwisata Perkuat Promosi Wisata Daratan Flores

October 21, 2026
BEI Revisi Batas ARB Saham, Kebijakan Baru Berlaku hingga 31 Desember 2026

BEI Ubah Perhitungan IHSG, Saham HSC Resmi Tak Lagi Masuk Indeks

October 21, 2026
Anak Obesitas Jangan Asal Diet, Orang Tua Wajib Tahu Hal Ini

Anak Obesitas Jangan Asal Diet, Orang Tua Wajib Tahu Hal Ini

October 21, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved