JAKARTA, Cobisnis.com – Kesan pertama sering kali terbentuk hanya dalam hitungan menit setelah seseorang bertemu. Tanpa disadari, orang lain bisa langsung membuat penilaian berdasarkan beberapa hal sederhana yang terlihat saat berinteraksi.
Ahli antropologi biologis Helen Fisher menjelaskan otak manusia memang terbiasa melakukan penilaian cepat terhadap orang yang baru dikenal. Proses ini terjadi secara alami sebelum seseorang benar benar memahami karakter lawan bicaranya.
Salah satu hal yang paling sering diperhatikan adalah kondisi gigi. Senyum dan kebersihan gigi dinilai dapat memberikan gambaran mengenai kesehatan, gaya hidup, hingga kebiasaan seseorang.
Menurut sejumlah penelitian, gigi yang bersih dan terawat juga kerap dikaitkan dengan kesan lebih menarik, lebih dipercaya, dan memiliki citra profesional yang baik. Karena itu, senyum menjadi bagian penting dalam membangun kesan pertama.
Selain penampilan, cara berbicara juga menjadi perhatian. Pilihan kata, tata bahasa, dan cara menyampaikan pendapat dapat mencerminkan latar belakang, tingkat ketelitian, hingga kemampuan berkomunikasi seseorang.
Kesalahan dalam penggunaan bahasa, baik saat berbicara maupun menulis pesan, bisa memengaruhi kesan yang diterima orang lain. Hal sederhana seperti memeriksa kembali tulisan sebelum dikirim dapat membantu membangun citra yang lebih baik.
Faktor berikutnya adalah rasa percaya diri. Orang yang tampil percaya diri cenderung terlihat lebih nyaman saat berinteraksi dan mampu menunjukkan dirinya secara alami.
Sebaliknya, rasa cemas sering terlihat melalui bahasa tubuh seperti menghindari kontak mata, menggigit kuku, atau melakukan gerakan berulang. Isyarat tersebut dapat memengaruhi cara orang lain menilai kita pada pertemuan pertama.
Helen Fisher menilai kepercayaan diri bukan sesuatu yang harus dibangun secara instan. Perubahan kecil dalam cara memandang diri sendiri dapat membantu seseorang tampil lebih nyaman dan autentik saat bertemu orang baru.
Memahami bagaimana kesan pertama terbentuk dapat membantu seseorang membangun komunikasi yang lebih baik. Bukan untuk menjadi sempurna, tetapi agar mampu menunjukkan versi terbaik dari diri sendiri.













