• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, May 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Taiwan Tegaskan Tak Bergantung pada China untuk Pasokan Logam Tanah Jarang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
October 12, 2025
in Industri
0
Taiwan Tegaskan Tak Bergantung pada China untuk Pasokan Logam Tanah Jarang

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Taiwan menyatakan bahwa sebagian besar kebutuhan logam tanah jarang (rare earth) di negaranya dipasok oleh Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang, bukan dari China. Namun, dampak pembatasan ekspor baru yang diberlakukan China terhadap industri semikonduktor global masih perlu dikaji lebih lanjut, kata Kementerian Ekonomi Taiwan pada Minggu (12/10/2025).

China pada Kamis lalu memperluas pengendalian ekspor logam tanah jarang secara signifikan, dengan menambahkan lima elemen baru serta memperketat pengawasan terhadap pengguna chip. Langkah ini dilakukan menjelang pembicaraan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping, sebagai bagian dari upaya Beijing memperketat kendali atas sektor strategis tersebut.

Dalam pernyataannya, Kementerian Ekonomi Taiwan menegaskan bahwa kebanyakan bahan terkait logam tanah jarang yang dibutuhkan industri domestik berasal dari Eropa, AS, dan Jepang.

“Dampak terhadap operasional industri semikonduktor masih memerlukan penilaian lebih lanjut. Kami akan terus memantau perubahan biaya bahan baku dan efek tidak langsung dari penyesuaian rantai pasokan,” tulis kementerian tersebut.

Taiwan merupakan rumah bagi TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) produsen chip kontrak terbesar di dunia dan pembuat utama chip canggih yang menjadi komponen penting dalam aplikasi kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, pada Minggu pagi, China membela kebijakan pembatasan ekspor logam tanah jarang dan peralatan pendukungnya dengan alasan keamanan, menyebut kebijakan tersebut didorong oleh kekhawatiran atas penggunaan militer dari logam-logam tersebut di tengah meningkatnya konflik global.

Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
online free course
download mobile firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: cobisnis.comlogam tanah jarangTaiwan

Related Posts

Harga Buket Hari Ibu 2026 Naik karena Biaya Bahan Bakar dan Tarif Impor

Harga Buket Hari Ibu 2026 Naik karena Biaya Bahan Bakar dan Tarif Impor

by Zahra Zahwa
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga buket bunga untuk Hari Ibu 2026 diperkirakan naik di Amerika Serikat. Kenaikan ini dipicu oleh biaya...

Pramono Siapkan Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta Lewat CFD 2026

Pramono Siapkan Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta Lewat CFD 2026

by Hidayat Taufik
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ingin menjadikan kawasan Jalan HR Rasuna Said sebagai ikon baru Jakarta. Ia...

FDC Foundation Resmi Diluncurkan, Fokus Pendidikan dan Kesehatan

FDC Foundation Resmi Diluncurkan, Fokus Pendidikan dan Kesehatan

by Rizki Meirino
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – FDC Dental Clinic resmi meluncurkan FDC Foundation sebagai gerakan sosial yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pengembangan...

Kerajaan Garam Bawah Tanah di Polandia Jadi Destinasi Wisata Paling Unik di Eropa

Kerajaan Garam Bawah Tanah di Polandia Jadi Destinasi Wisata Paling Unik di Eropa

by Zahra Zahwa
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wieliczka Salt Mine di Wieliczka, dekat Kraków, menjadi salah satu destinasi wisata paling unik di Eropa. Setiap...

Pemerintah AS Kembali Proses Visa Dokter, Peneliti dan Wirausahawan Tetap Menunggu

Pemerintah AS Kembali Proses Visa Dokter, Peneliti dan Wirausahawan Tetap Menunggu

by Zahra Zahwa
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Amerika Serikat mulai kembali memproses permohonan visa dan green card untuk para dokter. Keputusan ini memberi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Pangan 6 Mei 2026 Beragam: Cabai dan Ayam Turun, Beras serta Gula Naik

Harga Pangan 6 Mei 2026 Beragam: Cabai dan Ayam Turun, Beras serta Gula Naik

May 6, 2026
Pembahasan Revisi UU Pemilu 2026 Bergulir, Komisi II DPR Buka Ruang Partisipasi Masyarakat

Deretan Mobil Toyota Terbaru 2026: dari Veloz Hybrid hingga SUV Listrik bZ4X

January 20, 2026
Industri Kripto Kembali Kecolongan, WNI Diduga Manfaatkan Celah Grok AI Raup Miliaran

Industri Kripto Kembali Kecolongan, WNI Diduga Manfaatkan Celah Grok AI Raup Miliaran

May 7, 2026
Westlife Pilih GBK untuk Konser Anniversary 25 Tahun pada 2027

Westlife Pilih GBK untuk Konser Anniversary 25 Tahun pada 2027

May 9, 2026
Harga Buket Hari Ibu 2026 Naik karena Biaya Bahan Bakar dan Tarif Impor

Harga Buket Hari Ibu 2026 Naik karena Biaya Bahan Bakar dan Tarif Impor

May 10, 2026
Pramono Siapkan Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta Lewat CFD 2026

Pramono Siapkan Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta Lewat CFD 2026

May 10, 2026
FDC Foundation Resmi Diluncurkan, Fokus Pendidikan dan Kesehatan

FDC Foundation Resmi Diluncurkan, Fokus Pendidikan dan Kesehatan

May 10, 2026
Kerajaan Garam Bawah Tanah di Polandia Jadi Destinasi Wisata Paling Unik di Eropa

Kerajaan Garam Bawah Tanah di Polandia Jadi Destinasi Wisata Paling Unik di Eropa

May 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved