• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Taiwan Larang Warganya Pakai Aplikasi Medsos China di Tengah Maraknya Kasus Penipuan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 7, 2025
in Teknologi
0
Taiwan Larang Warganya Pakai Aplikasi Medsos China di Tengah Maraknya Kasus Penipuan

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Taiwan memutuskan memblokir selama satu tahun sebuah aplikasi media sosial populer milik perusahaan China setelah platform tersebut gagal bekerja sama dengan otoritas terkait penyelidikan kasus penipuan.

Aplikasi Xiaohongshu, atau RedNote, yang kini memiliki sekitar 3 juta pengguna di Taiwan, sangat populer di kalangan anak muda. Namun, platform yang mirip Instagram ini juga menimbulkan kekhawatiran pemerintah karena dinilai berpotensi digunakan untuk propaganda pro-Beijing atau penyebaran disinformasi isu yang menurut Taiwan telah mereka hadapi selama bertahun-tahun.

Partai Komunis China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya meski tidak pernah memerintahnya, dan telah berulang kali menyatakan siap mengambilnya dengan kekuatan militer jika diperlukan.

Kementerian Dalam Negeri Taiwan pada Kamis menyebut penolakan Xiaohongshu untuk bekerja sama dengan hukum lokal sebagai alasan utama pelarangan tersebut. Pemerintah menilai aplikasi itu terkait lebih dari 1.700 kasus penipuan dengan kerugian mencapai 247,7 juta dolar Taiwan (sekitar USD 7,9 juta).

Karena tidak dapat memperoleh data yang diperlukan, otoritas mengaku mengalami hambatan serius dalam penyelidikan sehingga menciptakan “kekosongan hukum.” Belum diketahui kapan tepatnya larangan mulai diberlakukan, dan hingga Jumat sore pengguna di Taiwan masih dapat mengakses aplikasi tersebut.

Larangan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terkait kerentanan keamanan siber dan kampanye disinformasi dari aplikasi China seperti Xiaohongshu dan TikTok. Regulasi di China mewajibkan perusahaan untuk menyimpan data di dalam negeri dan memberikan akses kepada pemerintah, sementara Beijing juga aktif menyensor konten yang dianggap tidak menguntungkan.

Tahun lalu, Kongres AS meloloskan undang-undang yang memaksa ByteDance menjual TikTok kepada pemilik Amerika atau menghadapi pelarangan total. India telah memblokir TikTok dan sejumlah aplikasi China lainnya sejak 2020. Negara-negara Barat, termasuk AS, Inggris, dan Uni Eropa, juga melarang TikTok di perangkat pemerintah. Negara bagian Texas di AS bahkan memasukkan Xiaohongshu dalam daftar larangan untuk perangkat resmi.

Taiwan sendiri telah lebih dulu melarang Xiaohongshu, TikTok, dan Douyin pada perangkat resmi sejak 2019.

Pekan ini, Kementerian Urusan Digital Taiwan menandai lima aplikasi yang dianggap berisiko tinggi terhadap keamanan siber, termasuk Xiaohongshu, TikTok, Weibo, dan WeChat. Aplikasi-aplikasi ini dinilai bisa mengumpulkan data sensitif dan membagikannya ke pihak ketiga tanpa persetujuan.

Berdasarkan penilaian Badan Keamanan Nasional Taiwan, Xiaohongshu gagal dalam seluruh evaluasi keamanan.

Namun, larangan ini memicu reaksi dari sebagian pengguna dan oposisi politik yang menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran kebebasan berbicara. Legislator oposisi dari Partai Kuomintang, Lai Shyh-bao, menyatakan bahwa Taiwan kini justru bergerak menuju kondisi di mana masyarakat membutuhkan VPN sebuah ironi mengingat dahulu warga Taiwan mengejek warga China yang harus menggunakan VPN untuk mengakses internet bebas.

Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa platform besar seperti Facebook, Google, LINE, dan TikTok telah mematuhi aturan lokal dan menunjuk perwakilan hukum di Taiwan. Otoritas juga meminta Xiaohongshu, yang berbasis di Shanghai, untuk mengajukan rencana perbaikan yang konkret, namun hingga kini belum ada respons.

Wakil Menteri Dalam Negeri Taiwan, Ma Shih-yuan, menyebut bahwa permasalahan yang dihadapi Taiwan ini juga terjadi di banyak negara. Ia menilai Xiaohongshu sebagai “platform berbahaya” yang beroperasi tanpa pengawasan hukum yang jelas dan memiliki niat yang tidak transparan.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download micromax firmware
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: Aplikasi Xiaohongshucobisnis.comshinaTaiwan

Related Posts

Borong 9 Gol ke Gawang Bangladesh, Indonesia Lolos Final

Borong 9 Gol ke Gawang Bangladesh, Indonesia Lolos Final

by Hidayat Taufik
October 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah meraih kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh...

Dirjenpas Mashudi Resmi Mundur Usai Polemik Lapas Cibinong

Dirjenpas Mashudi Resmi Mundur Usai Polemik Lapas Cibinong

by Hidayat Taufik
October 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com  - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut disampaikan di tengah polemik fasilitas...

Jejak Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri

Jejak Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri

by Hidayat Taufik
October 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Komjen Pol Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kapolri baru setelah mendapat persetujuan DPR RI pada Kamis (1/10/2026)....

Dari KSAD ke Menko Polkam, Karier Dudung Terus Menanjak

Dari KSAD ke Menko Polkam, Karier Dudung Terus Menanjak

by Hidayat Taufik
October 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Presiden Prabowo Subianto melantik Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Kamis (1/10/2026)....

ANTAM dan Pemprov Kepulauan Riau memperkuat sinergi melalui Taman Kota Kijang di Bintan untuk mendukung fasilitas publik dan ruang terbuka hijau.

ANTAM dan Pemprov Kepri Perkuat Taman Kota Kijang

by Rizki Meirino
October 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tanjungpinang, Cobisnis.com - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM) dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memperkuat sinergi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pupuk Kaltim

Pupuk Kaltim Dorong Pembangunan Masyarakat dan Desa Lewat Program PKT BISA

October 1, 2026
Superbank mendukung pengadaan 200 kendaraan listrik GrabCar Plus Electric melalui fasilitas pembiayaan untuk memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan.

Superbank Biayai 200 Kendaraan Listrik Grab

October 1, 2026
PT Didimax Pialang Berjangka meraih Grade A+++ dari Bappebti Semester I 2026 berkat komitmen terhadap kepatuhan regulasi dan kualitas layanan.

Patuh Regulasi dan Beri Layanan Baik, Didimax Raih Grade A+++ dari Bappebti Semester I 2026

October 1, 2026
Presiden AS Donald Trump

‘Kim Teman Saya’ Trump Izinkan Korea Utara Memiliki Senjata Nuklir

October 1, 2026
Borong 9 Gol ke Gawang Bangladesh, Indonesia Lolos Final

Borong 9 Gol ke Gawang Bangladesh, Indonesia Lolos Final

October 1, 2026
Dirjenpas Mashudi Resmi Mundur Usai Polemik Lapas Cibinong

Dirjenpas Mashudi Resmi Mundur Usai Polemik Lapas Cibinong

October 1, 2026
Jejak Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri

Jejak Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri

October 1, 2026
Nama Denza Berubah Jadi Danza, BYD Resmi Gunakan Nama Baru

Nama Denza Berubah Jadi Danza, BYD Resmi Gunakan Nama Baru

October 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved