• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, April 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Tahun 2025 Menjadi Tahun Kelam Bagi “Empat Keluarga” Yang Dituduh Mengendalikan Jaringan Penipuan Siber Global

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 5, 2026
in News
0
Tahun 2025 Menjadi Tahun Kelam Bagi “Empat Keluarga” Yang Dituduh Mengendalikan Jaringan Penipuan Siber Global

JAKARTA, Cobisnis.com – Tahun 2025 disebut sebagai periode paling suram bagi kelompok kriminal yang dikenal sebagai “empat keluarga” Kokang, jaringan mafia yang dituduh mengoperasikan pabrik-pabrik penipuan siber berskala global di wilayah perbatasan Myanmar–China. Fakta-fakta mengerikan terungkap ke publik setelah aparat China menayangkan pengakuan para tersangka di televisi nasional, mulai dari perdagangan manusia, hukuman kurungan besi, pemotongan jari, hingga dugaan pembunuhan ritual.

Detail brutal tersebut muncul dalam interogasi terhadap para gembong kejahatan Asia yang selama bertahun-tahun membangun kerajaan bisnis ilegal bernilai miliaran dolar. Dengan dukungan koneksi politik, kekayaan besar, dan pasukan bersenjata pribadi, mereka menjalankan bisnis perjudian ilegal, penipuan internet dan telekomunikasi, narkotika, prostitusi, serta berbagai aktivitas kriminal lainnya tanpa tersentuh hukum.

Kini, para tokoh utama jaringan tersebut mendekam di penjara China, sebagian di antaranya menghadapi hukuman mati. Pengakuan mereka disiarkan luas di media pemerintah China, yang merinci kehidupan mengerikan di kamp-kamp penipuan (scam compounds) di wilayah Laukkaing, Myanmar timur laut.

“Saya tidak merasakan apa-apa,” ujar Chen Dawei, pewaris keluarga Wei menurut jaksa China, saat ditanya aparat soal dugaan pembunuhan ritual terhadap seorang pria. Korban disebut dipilih secara acak untuk menunjukkan loyalitas Chen kepada mitra bisnisnya. Polisi China mengeklaim menemukan jasad korban terikat rantai besi dengan tujuh lubang peluru di tengkoraknya. Peran Laukkaing sebagai pusat industri penipuan global telah lama didokumentasikan oleh PBB, akademisi, dan lembaga pemantau kejahatan terorganisasi.

Kekaisaran kejahatan di “Wild West” Kokang

Wilayah Kokang, yang mayoritas penduduknya etnis Han berbahasa Mandarin, selama puluhan tahun dikenal sebagai kawasan tanpa hukum di Segitiga Emas. Empat klan utama keluarga Bai, Liu, Wei, dan kemudian Ming mengubah kota kecil Laukkaing menjadi pusat kasino dan penipuan daring berskala industri.

Menurut penyelidikan, lebih dari 100 kompleks penipuan dibangun, menampung ribuan pekerja yang sebagian besar merupakan warga China yang ditipu atau diperdagangkan. Mereka dipaksa melakukan penipuan daring dengan ancaman kekerasan. Pekerja yang membangkang dilaporkan disiksa, dikurung di kandang besi, dipukuli, bahkan dijual ke jaringan lain.

Para penyintas menceritakan pemukulan massal, pencabutan kuku, hingga pemotongan jari sebagai hukuman. Perempuan juga dilaporkan dipaksa menjadi pekerja seks di dalam kompleks tersebut. Sementara para korban hidup dalam teror, keluarga-keluarga ini menikmati gaya hidup mewah: pesta besar, koleksi mobil dan jam tangan mahal, helikopter, vila, serta properti luar negeri. Mereka dilindungi milisi pribadi dan relasi erat dengan elit militer Myanmar.

Kejatuhan setelah China turun tangan

Kekaisaran kriminal ini mulai runtuh pada 2023 ketika China meningkatkan tekanan terhadap junta Myanmar yang dinilai gagal memberantas kejahatan lintas batas. Bersamaan dengan itu, aliansi kelompok bersenjata etnis melancarkan “Operasi 1027” dan merebut Laukkaing pada awal 2024.

Ribuan korban penipuan dipulangkan ke China, sementara puluhan bos kejahatan diekstradisi dan diadili. Pada 2025, sejumlah anggota keluarga Ming dan Bai dijatuhi hukuman mati, sementara puluhan lainnya menerima hukuman penjara berat. Lebih dari 57.000 warga China yang terlibat penipuan daring ditangkap dan dipulangkan sejak 2023.

Meski demikian, para analis menilai industri penipuan global belum sepenuhnya hancur dan justru terus berekspansi ke wilayah lain, termasuk menargetkan negara-negara Barat.

Citra ketegasan Beijing

Melalui penayangan dokumenter dan pengadilan terbuka, Beijing berupaya menunjukkan ketegasan dalam memberantas penipuan siber yang merugikan warganya miliaran dolar. Namun, stabilitas Myanmar tetap menjadi perhatian utama China, mengingat kepentingan strategis seperti pipa minyak dan gas China–Myanmar.

“Selama pelaku belum ditangkap, kami tidak akan berhenti,” ujar seorang pejabat kepolisian China dalam tayangan televisi pemerintah.

Tahun 2025 pun tercatat sebagai momen runtuhnya kekuasaan “empat keluarga” Kokang, simbol betapa brutalnya industri penipuan siber global dan kompleksnya hubungan antara kejahatan terorganisasi, konflik bersenjata, dan politik kawasan.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
udemy course download free
download huawei firmware
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
Tags: Chinacobisnis.comKejahatanTerorganisasiMyanmarPenipuanSiber

Related Posts

Jelang Laga Penting 2026, Persib Kantongi Dukungan Rp1 Miliar dari Maruarar

Jelang Laga Penting 2026, Persib Kantongi Dukungan Rp1 Miliar dari Maruarar

by Hidayat Taufik
April 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut Persib Bandung menerima bantuan dana Rp1 miliar dari Maruarar Sirait. Bantuan...

Iran Belum Makamkan Khamenei, Faktor Keamanan Jadi Kendala

Iran Belum Makamkan Khamenei, Faktor Keamanan Jadi Kendala

by Hidayat Taufik
April 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Iran belum melaksanakan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei hingga saat ini. Padahal, lebih dari tujuh minggu telah berlalu...

Dua Pelaku Penusukan Nus Kei Resmi Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

Dua Pelaku Penusukan Nus Kei Resmi Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

by Hidayat Taufik
April 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kepolisian Daerah Maluku resmi menetapkan dua pria berinisial HR (28) dan FU (39) sebagai tersangka dalam perkara...

Lokasi Rumah William Shakespeare di London Akhirnya Terungkap pada 2026

Lokasi Rumah William Shakespeare di London Akhirnya Terungkap pada 2026

by Zahra Zahwa
April 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Peneliti akhirnya menemukan lokasi pasti rumah milik William Shakespeare di London. Penemuan ini berasal dari dokumen arsip...

Kevin Warsh Siap Ubah Arah The Fed 2026, Fokus Kebijakan Lebih Ketat

Kevin Warsh Siap Ubah Arah The Fed 2026, Fokus Kebijakan Lebih Ketat

by Zahra Zahwa
April 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Calon Ketua The Fed, Kevin Warsh, diperkirakan akan membawa perubahan besar dalam kebijakan moneter Amerika Serikat. Ia...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hari Kartini 2026 Libur atau Tidak? Simak Aturan Resmi dan Cara Peringatannya

Hari Kartini 2026 Libur atau Tidak? Simak Aturan Resmi dan Cara Peringatannya

April 19, 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia 2026 Usai AS Longgarkan Sanksi

Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia 2026 Usai AS Longgarkan Sanksi

April 20, 2026
Eileen Gu Puncaki Karier 2026, Kini Lawan Kritik dan “Musuh”

Eileen Gu Puncaki Karier 2026, Kini Lawan Kritik dan “Musuh”

April 20, 2026
Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

April 20, 2026
Jelang Laga Penting 2026, Persib Kantongi Dukungan Rp1 Miliar dari Maruarar

Jelang Laga Penting 2026, Persib Kantongi Dukungan Rp1 Miliar dari Maruarar

April 21, 2026
Iran Belum Makamkan Khamenei, Faktor Keamanan Jadi Kendala

Iran Belum Makamkan Khamenei, Faktor Keamanan Jadi Kendala

April 21, 2026
Dua Pelaku Penusukan Nus Kei Resmi Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

Dua Pelaku Penusukan Nus Kei Resmi Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

April 20, 2026
Lokasi Rumah William Shakespeare di London Akhirnya Terungkap pada 2026

Lokasi Rumah William Shakespeare di London Akhirnya Terungkap pada 2026

April 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved