• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, April 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Tahun 2025 Menjadi Tahun Kelam Bagi “Empat Keluarga” Yang Dituduh Mengendalikan Jaringan Penipuan Siber Global

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 5, 2026
in News
0
Tahun 2025 Menjadi Tahun Kelam Bagi “Empat Keluarga” Yang Dituduh Mengendalikan Jaringan Penipuan Siber Global

JAKARTA, Cobisnis.com – Tahun 2025 disebut sebagai periode paling suram bagi kelompok kriminal yang dikenal sebagai “empat keluarga” Kokang, jaringan mafia yang dituduh mengoperasikan pabrik-pabrik penipuan siber berskala global di wilayah perbatasan Myanmar–China. Fakta-fakta mengerikan terungkap ke publik setelah aparat China menayangkan pengakuan para tersangka di televisi nasional, mulai dari perdagangan manusia, hukuman kurungan besi, pemotongan jari, hingga dugaan pembunuhan ritual.

Detail brutal tersebut muncul dalam interogasi terhadap para gembong kejahatan Asia yang selama bertahun-tahun membangun kerajaan bisnis ilegal bernilai miliaran dolar. Dengan dukungan koneksi politik, kekayaan besar, dan pasukan bersenjata pribadi, mereka menjalankan bisnis perjudian ilegal, penipuan internet dan telekomunikasi, narkotika, prostitusi, serta berbagai aktivitas kriminal lainnya tanpa tersentuh hukum.

Kini, para tokoh utama jaringan tersebut mendekam di penjara China, sebagian di antaranya menghadapi hukuman mati. Pengakuan mereka disiarkan luas di media pemerintah China, yang merinci kehidupan mengerikan di kamp-kamp penipuan (scam compounds) di wilayah Laukkaing, Myanmar timur laut.

“Saya tidak merasakan apa-apa,” ujar Chen Dawei, pewaris keluarga Wei menurut jaksa China, saat ditanya aparat soal dugaan pembunuhan ritual terhadap seorang pria. Korban disebut dipilih secara acak untuk menunjukkan loyalitas Chen kepada mitra bisnisnya. Polisi China mengeklaim menemukan jasad korban terikat rantai besi dengan tujuh lubang peluru di tengkoraknya. Peran Laukkaing sebagai pusat industri penipuan global telah lama didokumentasikan oleh PBB, akademisi, dan lembaga pemantau kejahatan terorganisasi.

Kekaisaran kejahatan di “Wild West” Kokang

Wilayah Kokang, yang mayoritas penduduknya etnis Han berbahasa Mandarin, selama puluhan tahun dikenal sebagai kawasan tanpa hukum di Segitiga Emas. Empat klan utama keluarga Bai, Liu, Wei, dan kemudian Ming mengubah kota kecil Laukkaing menjadi pusat kasino dan penipuan daring berskala industri.

Menurut penyelidikan, lebih dari 100 kompleks penipuan dibangun, menampung ribuan pekerja yang sebagian besar merupakan warga China yang ditipu atau diperdagangkan. Mereka dipaksa melakukan penipuan daring dengan ancaman kekerasan. Pekerja yang membangkang dilaporkan disiksa, dikurung di kandang besi, dipukuli, bahkan dijual ke jaringan lain.

Para penyintas menceritakan pemukulan massal, pencabutan kuku, hingga pemotongan jari sebagai hukuman. Perempuan juga dilaporkan dipaksa menjadi pekerja seks di dalam kompleks tersebut. Sementara para korban hidup dalam teror, keluarga-keluarga ini menikmati gaya hidup mewah: pesta besar, koleksi mobil dan jam tangan mahal, helikopter, vila, serta properti luar negeri. Mereka dilindungi milisi pribadi dan relasi erat dengan elit militer Myanmar.

Kejatuhan setelah China turun tangan

Kekaisaran kriminal ini mulai runtuh pada 2023 ketika China meningkatkan tekanan terhadap junta Myanmar yang dinilai gagal memberantas kejahatan lintas batas. Bersamaan dengan itu, aliansi kelompok bersenjata etnis melancarkan “Operasi 1027” dan merebut Laukkaing pada awal 2024.

Ribuan korban penipuan dipulangkan ke China, sementara puluhan bos kejahatan diekstradisi dan diadili. Pada 2025, sejumlah anggota keluarga Ming dan Bai dijatuhi hukuman mati, sementara puluhan lainnya menerima hukuman penjara berat. Lebih dari 57.000 warga China yang terlibat penipuan daring ditangkap dan dipulangkan sejak 2023.

Meski demikian, para analis menilai industri penipuan global belum sepenuhnya hancur dan justru terus berekspansi ke wilayah lain, termasuk menargetkan negara-negara Barat.

Citra ketegasan Beijing

Melalui penayangan dokumenter dan pengadilan terbuka, Beijing berupaya menunjukkan ketegasan dalam memberantas penipuan siber yang merugikan warganya miliaran dolar. Namun, stabilitas Myanmar tetap menjadi perhatian utama China, mengingat kepentingan strategis seperti pipa minyak dan gas China–Myanmar.

“Selama pelaku belum ditangkap, kami tidak akan berhenti,” ujar seorang pejabat kepolisian China dalam tayangan televisi pemerintah.

Tahun 2025 pun tercatat sebagai momen runtuhnya kekuasaan “empat keluarga” Kokang, simbol betapa brutalnya industri penipuan siber global dan kompleksnya hubungan antara kejahatan terorganisasi, konflik bersenjata, dan politik kawasan.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download micromax firmware
Free Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Chinacobisnis.comKejahatanTerorganisasiMyanmarPenipuanSiber

Related Posts

Warga Terlihat Panik, Isu BBM Naik Picu Antrean di Sejumlah SPBU

Warga Terlihat Panik, Isu BBM Naik Picu Antrean di Sejumlah SPBU

by Hidayat Taufik
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di masyarakat memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah...

Mulai April 2026, Perjalanan Dinas ASN Dibatasi: Luar Negeri 70%, Dalam Negeri 50%

Mulai April 2026, Perjalanan Dinas ASN Dibatasi: Luar Negeri 70%, Dalam Negeri 50%

by Hidayat Taufik
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan kebijakan efisiensi bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai 1 April 2026. Kebijakan ini...

Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Kalah dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Kalah dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026

by Hidayat Taufik
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria setelah kalah 0-1 pada final FIFA Series 2026. Laga tersebut berlangsung...

Biaya Haji 2026 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Tidak Bebani Jemaah

Biaya Haji 2026 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Tidak Bebani Jemaah

by Hidayat Taufik
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyatakan bahwa secara umum persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan...

Panduan Istilah Misi Artemis II Sebelum Peluncuran ke Bulan

Panduan Istilah Misi Artemis II Sebelum Peluncuran ke Bulan

by Zahra Zahwa
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Misi Artemis II akan membawa empat astronaut mengitari bulan dalam perjalanan selama 10 hari. Karena itu, banyak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ini Daftar Tarif  Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

Ini Daftar Tarif Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

March 31, 2026
Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

March 31, 2026
Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

March 31, 2026
Konflik Memanas AS Hantam Isfahan Iran Balas Serang Kapal Minyak Bernilai Triliunan

Konflik Memanas AS Hantam Isfahan Iran Balas Serang Kapal Minyak Bernilai Triliunan

March 31, 2026
Warga Terlihat Panik, Isu BBM Naik Picu Antrean di Sejumlah SPBU

Warga Terlihat Panik, Isu BBM Naik Picu Antrean di Sejumlah SPBU

March 31, 2026
AS Mulai Kewalahan Hadapi Iran, Biaya Perang Tembus Rp95 Triliun dalam 2 Hari

AS Mulai Kewalahan Hadapi Iran, Biaya Perang Tembus Rp95 Triliun dalam 2 Hari

March 31, 2026
Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

Harga BBM Subsidi Tetap per 1 April 2026, Nasib Pertamax Masih Ditahan Pemerintah

March 31, 2026
Mulai April 2026, Perjalanan Dinas ASN Dibatasi: Luar Negeri 70%, Dalam Negeri 50%

Mulai April 2026, Perjalanan Dinas ASN Dibatasi: Luar Negeri 70%, Dalam Negeri 50%

March 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved