• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, September 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Industri

Star Energy Geothermal dan Schlumberger Menyelesaikan Teknik Pemodelan Rekahan Panas Bumi Pertama Di Dunia, Sebuah Terobosan untuk Penempatan Sumur yang Efektif

Indra Purnama by Indra Purnama
January 14, 2022
in Industri
0
Star Energy Geothermal dan Schlumberger Menyelesaikan Teknik Pemodelan Rekahan Panas Bumi Pertama Di Dunia, Sebuah Terobosan untuk Penempatan Sumur yang Efektif

JAKARTA, Cobisnis.com – Star Energy Geothermal (SEG), perusahaan energi panas bumi terbesar di Indonesia, dan Schlumberger, penyedia teknologi terkemuka dunia untuk industri energi global, menyelesaikan studi bersama dalam mengembangkan solusi terobosan untuk menentukan daerah “sweet-spot” pengeboran panas bumi di penghujung tahun 2021. Teknologi ini menggabungkan pengetahuan yang dimiliki SEG tentang manajemen sumber daya panas bumi pada Naturally Fractured Reservoir dan teknologi yang dimiliki Schlumberger dalam mengkarakterisasi rekahan dengan mengunakan aplikasi DELFI Cognitive E&P Environment, melalui proyek yang disebut Fracture Characterization and Optimized Well Placement (FCOWP). Ini adalah  studi pertama yang diaplikasikan pada lapangan panas bumi  skala besar dan diharapkan memiliki dampak yang signifikan terhadap optimisasi pengeboran sumur dimasa depan. Salah satu hasil dari studi ini adalah peta permeabilitas yang mengidentifikasi daerah produktif bawah permukaan.

“Proyek ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan kami dalam menerapkan inovasi dan teknologi untuk mengurangi LCOE (Levelized Cost of Electricity) energi panas bumi. Biaya pengeboran merupakan salah satu komponen biaya utama dari biaya energi panas bumi. Penerapan teknologi ini akan memungkinkan kami untuk mengebor di tempat yang tepat dengan akurasi dan hasil yang lebih baik, yang berujung pada pengurangan biaya pengeboran dan biaya energi panas bumi”, kata Hendra S Tan, Chief Executive Officer Star Energy Geothermal.

Studi penerapan teknologi ini dimulai pada Lapangan Panas Bumi Darajat, dimana penggunaannya diharapkan dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengeboran sumur dengan memodelkan sistem rekahan alami, dan distribusi permeabilitas yang diketahui di bagian area yang sudah dibor serta memprediksi distribusinya di bagian yang belum dibor. Di banyak lapangan panas bumi, produksi bergantung pada keberhasilan penentuan target pemboran terhadap rekahan yang terjadi secara alami di bawah permukaan.

Studi ini dibagi menjadi dua tahapan utama. Tahapan pertama bertujuan untuk memodelkan orientasi serta intensitas distribusi rekahan dan yang kedua adalah proses otomatisasi guna memodelkan lebar dan panjang rekahan serta validasi terhadap data-data sumur yang ada.

Metode baru yang diterapkan dalam studi ini dengan menyertakan dampak dari intrusi terhadap orientasi serta intensitas distribusi rekahan sebagai bagian dari empat fracture drive yang digunakan, serta pengunaan multiple realizations  untuk mengakomodasi ketidakpastian yang terjadi. Dua dari fracture driver rekahan tersebut berkaitan dengan patahan dan tegangan (stress) yang terjadi pada batuan dan dua fracture driver lainnya berkaitan dengan intrusi batuan yang terbentuk akibat intrusi magma pada sistim panas bumi, sedangkan sisanya dikelompokan tersendiri dan didistribusikan secara stokastik pada seluruh lapangan. Peran fracture driver diilustrasikan pada gambar di bawah ini.

“Teknologi ini akan diterapkan untuk meningkatkan hasil pemboran di tiga lapangan yang SEG operasikan dimana tahap pertama akan diterapkan pada Lapangan Darajat pada kampanye pemboran 2022 serta pada Lapangan Salak dan Lapangan Wayang Windu pada kampanye selanjutnya,” ujar Ken Riedel, Chief Asset Management Officer Star Energy Geothermal.

Sementara itu Devan Raj, Managing Director Schlumberger Indonesia mengatakan “Kami senang memiliki kesempatan untuk memperluas kerjasama kami dengan Star Energy Geothermal dalam mengembangkan solusi inovatif dengan memanfaatkan kumpulan ahli dan teknologi dari kedua perusahaan untuk memaksimalkan potensi panas bumi”.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: CapCobisnisStar EnergyStar Energy Geothermal

Related Posts

Mercedes-Benz Kaji Penutupan Dua Pabrik di Jerman

vivo X Fold 6 Segera Rilis Global, Ini Spesifikasinya

by Desti Dwi Natasya
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – vivo X Fold 6 diperkirakan segera memasuki pasar global setelah sebelumnya diperkenalkan di China pada Juni 2026....

Auto Draft

Avengers: Endgame Encore Raup US$26 Juta di Box Office

by Desti Dwi Natasya
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Avengers: Endgame Encore kembali mencatatkan performa kuat di box office Amerika Utara pada pekan kedua penayangannya. Versi...

Trump Tolak Tawaran Damai Iran, Harga Minyak Brent Naik 2%

Trump Tolak Tawaran Damai Iran, Harga Minyak Brent Naik 2%

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga minyak mentah kembali melonjak pada perdagangan awal sesi Asia, Senin, 28 September 2026. Kenaikan terjadi setelah...

Auto Draft

Mercedes-Benz Kaji Penutupan Dua Pabrik di Jerman

by Desti Dwi Natasya
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mercedes-Benz mengisyaratkan kemungkinan menutup dua fasilitas produksinya di Jerman di tengah tekanan penjualan dan upaya perusahaan meningkatkan...

Pagi Ini Emas Antam Naik Lagi, Harga Capai Rp2,598 Juta per Gram

Harga Emas Antam Turun, Berikut Daftar Harga Lengkap 28 September 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam turun pada perdagangan Senin, 28 September 2026....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

September 27, 2026
Gajah Afrika Gunakan Tanaman untuk Obati Diri

Gajah Afrika Gunakan Tanaman untuk Obati Diri

September 27, 2026
IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

September 27, 2026
Heboh Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Rieke Minta Audit

Heboh Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Rieke Minta Audit

September 27, 2026
8 Parpol Nonparlemen Akan Bertemu Dasco, Bahas RUU Pemilu

8 Parpol Nonparlemen Akan Bertemu Dasco, Bahas RUU Pemilu

September 28, 2026
Mercedes-Benz Kaji Penutupan Dua Pabrik di Jerman

vivo X Fold 6 Segera Rilis Global, Ini Spesifikasinya

September 28, 2026
Kenapa Tak Boleh Langsung Tidur Usai Lari Sore?

Kenapa Tak Boleh Langsung Tidur Usai Lari Sore?

September 28, 2026
Saham Dell Melonjak, Kekayaan Michael Dell Naik US$11 Miliar

Saham Dell Melonjak, Kekayaan Michael Dell Naik US$11 Miliar

September 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved