JAKARTA, Cobisnis.com – Singapura menyatakan kesiapan membantu Indonesia mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas negara, sekaligus mendorong penguatan kerja sama regional untuk menangani dampaknya.
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengatakan, pemerintahnya telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Jumhur Hidayat untuk menawarkan dukungan terhadap upaya pemadaman kebakaran.
“Saya telah menawarkan dukungan serta menyampaikan apresiasi atas upayanya mengatasi kebakaran hutan,” kata Fu terkait hasil pembicaraan dengan Jumhur Hidayat, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (15 Oktober 2026).
Fu menjelaskan, kondisi cuaca kering akibat fenomena El Nino membuat kebakaran hutan di kawasan semakin sulit dikendalikan, sehingga upaya pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif.
Singapura menyatakan siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan Indonesia dan mendukung pembahasan bersama negara-negara ASEAN untuk memperkuat penanganan kabut asap lintas batas.
“Saya juga mendukung upaya regional untuk mendiskusikan kerja sama kawasan terkait isu kabut asap,” ujarnya.
Selain menawarkan bantuan kepada Indonesia, pemerintah Singapura menyiapkan langkah perlindungan kesehatan masyarakat apabila kualitas udara semakin memburuk.
Rencana tersebut mencakup penyediaan stok masker, pembagian masker kepada warga ketika tingkat polusi mencapai ambang yang ditetapkan, serta penyiagaan tempat berlindung berpendingin udara yang dilengkapi pemurni udara.
“Kami sudah punya rencana kontingensi, dan kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat di Singapura,” kata Fu.
Dampak kabut asap juga menjadi perhatian negara-negara lain di kawasan, termasuk Malaysia yang berencana mengangkat persoalan kabut asap lintas batas dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN menjelang KTT ke-49 ASEAN di Manila pada November 2026.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi negara-negara kawasan untuk membahas mekanisme kerja sama yang lebih efektif dalam menghadapi kabut asap yang berulang akibat kebakaran hutan dan lahan.













