JAKARTA, Cobisnis.com – Kebiasaan terus-menerus menggulir atau scrolling konten bernada negatif di media sosial, yang dikenal sebagai doomscrolling, dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental. Selain meningkatkan rasa cemas, kebiasaan ini juga berisiko mengganggu kualitas tidur dan memicu kelelahan emosional.
Para peneliti menjelaskan bahwa otak manusia secara alami lebih mudah terpikat pada informasi yang dianggap sebagai ancaman. Akibatnya, seseorang cenderung terus mencari dan membaca berita negatif meski justru membuat tingkat stres semakin meningkat.
American Psychological Association menyebut paparan berkepanjangan terhadap informasi yang memicu tekanan psikologis dapat memperburuk kecemasan. Jika dilakukan menjelang waktu tidur, kebiasaan tersebut juga membuat otak tetap aktif sehingga proses relaksasi menjadi terganggu.
Selain itu, fitur media sosial seperti notifikasi, rekomendasi konten, dan infinite scroll membuat pengguna lebih sulit berhenti mengakses informasi. Kondisi ini juga dapat menurunkan kemampuan berkonsentrasi karena perhatian terus berpindah dari satu konten ke konten lainnya.
Asisten Profesor Psikiatri Icahn School of Medicine at Mount Sinai, Naomi Dambreville, mengatakan ketergantungan terhadap ponsel dapat ditandai dengan kebiasaan selalu mengecek notifikasi, takut tertinggal informasi (fear of missing out/FOMO), hingga munculnya keluhan fisik seperti mata lelah, sakit kepala, gangguan tidur, dan nyeri pada jempol atau pergelangan tangan.
Untuk mengurangi dampak tersebut, para ahli menyarankan masyarakat membatasi waktu menggunakan media sosial, mematikan notifikasi yang tidak penting, menghindari membaca berita yang memicu stres sebelum tidur, serta mengganti waktu layar dengan aktivitas seperti membaca buku, berolahraga, atau bersosialisasi.













