JAKARTA, Cobisnis.com – Basarnas memastikan seluruh jenazah korban helikopter Airbus H130 PK-CFX yang jatuh di Kalimantan Barat telah berhasil dievakuasi. Saat ini, proses penyerahan kepada pihak keluarga mulai dilakukan.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan bahwa proses penyerahan jenazah masih berlangsung. Hal tersebut disampaikan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa dari total korban, terdapat satu warga negara asing asal Malaysia. Sementara itu, korban lainnya merupakan warga negara Indonesia.
Sebelumnya, Basarnas mengonfirmasi bahwa seluruh korban dalam kecelakaan tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Total terdapat delapan orang di dalam helikopter tersebut.
Rinciannya terdiri atas dua kru dan enam penumpang. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Pontianak untuk proses identifikasi.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena lokasi jatuhnya helikopter berada di wilayah hutan Kabupaten Sanggau. Kondisi medan yang sulit menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan.
Tim SAR berhasil mengangkat seluruh korban dari lokasi kejadian pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, proses penurunan jenazah ke Posko Lapangan selesai pada Jumat pagi.
Setelah itu, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Yonif 642/Kapuas Sanggau. Dari lokasi tersebut, korban kemudian diterbangkan ke Pontianak untuk mempercepat proses penanganan.
Helikopter PK-CFX sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis pagi. Pesawat tersebut tengah dalam perjalanan dari Kabupaten Melawi menuju Kubu Raya.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, korban terdiri dari pilot, teknisi, dan enam penumpang. Seluruh proses evakuasi dan identifikasi kini telah rampung, dan jenazah mulai diserahkan kepada keluarga.













