• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Sebuah Kantong Tiup Raksasa Bisa Menangkap Asteroid dan Sampah Antariksa

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
November 16, 2025
in Teknologi
0
Sebuah Kantong Tiup Raksasa Bisa Menangkap Asteroid dan Sampah Antariksa

JAKARTA, Cobisnis.com – Perusahaan rintisan luar angkasa TransAstra dari California tengah mengembangkan Capture Bag, sebuah kantong tiup raksasa yang dirancang untuk menangkap asteroid maupun sampah antariksa. Teknologi ini digagas sebagai solusi untuk eksploitasi mineral berharga di asteroid serta penanganan sampah luar angkasa yang semakin mengkhawatirkan bagi ilmuwan dan pemerintah.

Asteroid mengandung logam berharga dalam jumlah besar, sehingga beberapa startup menilai penambangan asteroid dapat menjadi alternatif berkelanjutan dibanding penambangan di Bumi yang menghadapi keterbatasan pasokan dan kerusakan lingkungan. Capture Bag hadir dalam berbagai ukuran, dari sekecil kopi hingga cukup besar untuk menangkap bongkahan sebesar bangunan.

Pendiri TransAstra, Joel Sercel mantan pengajar Caltech mengatakan bahwa penambangan asteroid membutuhkan kemampuan mendeteksi, menangkap, memindahkan, dan memproses batuan antariksa. “Kami memiliki teknologi untuk semua itu,” ujarnya. TransAstra telah mengantongi sekitar 21 paten terkait pengembangan ini.

Awal Oktober lalu, TransAstra menyelesaikan uji awal Capture Bag di Stasiun Luar Angkasa Internasional tanpa melakukan penangkapan sebenarnya. Dukungan dana dari pihak swasta dan NASA kini memungkinkan mereka mengembangkan versi yang lebih besar dan lebih fungsional.

Sercel menargetkan asteroid yang mengorbit Matahari dengan pola mirip Bumi. “Kami sudah mengetahui ratusan objek ini, dan berencana mengambil yang pertama pada 2028 ini akan memicu revolusi industri antariksa,” katanya.

Space Gold Rush

Hingga kini, TransAstra telah mengumpulkan dana sekitar US$12 juta dari modal ventura dan US$15 juta dari kontrak NASA dan US Space Force. Penangkapan sampel asteroid selama ini sangat mahal; hanya tiga misi pemerintah AS dan Jepang yang berhasil membawa pulang sampel, masing-masing menelan biaya ratusan juta dolar.

TransAstra telah menempatkan sekitar selusin teleskop di Arizona, California, dan Australia, dengan lokasi keempat direncanakan di Spanyol. Jaringan ini dinamakan Sutter, terinspirasi dari Sutter’s Mill lokasi awal Demam Emas di California.

Setelah asteroid dinilai cocok, Capture Bag akan digunakan untuk menangkapnya. Kantong yang terbuat dari kevlar dan aluminium ini antir bocor dan akan dipasang pada kendaraan pembawa yang kemudian mengembang saat mendekati target.

Capture Bag tersedia dalam enam ukuran. Versi kecil dapat menangkap puing seukuran semangka, sementara versi terbesar dirancang mampu menampung asteroid seberat 10.000 ton. Uji coba ukuran sekitar 1 meter telah dilakukan di ISS, dan hasilnya sukses.

TransAstra kini mengembangkan versi 10 meter dengan dana US$5 juta, setengahnya dari NASA. Sebelum menangkap asteroid bernilai, kantong ini akan diuji untuk menangani sampah antariksa, seperti satelit di orbit kuburan yang menimbulkan gangguan navigasi.

Sercel menegaskan bahwa membawa mineral hasil tambang kembali ke Bumi tidak ekonomis. Sebaliknya, material tersebut akan digunakan untuk membangun perangkat keras antariksa langsung di luar angkasa.

Mencari Solusi Baru

Minat terhadap penangkapan sampah antariksa maupun asteroid semakin meningkat. Tahun ini, startup Amerika Astroforge meluncurkan misi Odin untuk mengamati asteroid, meski kehilangan kontak setelah peluncuran. Penangkapan sampah luar angkasa telah diuji sejak lama, namun belum ada solusi skala penuh yang diterapkan.

Keunggulan Capture Bag adalah biaya lebih murah dan kemampuan menangkap objek dengan berbagai ukuran dan bentuk. Menurut sejumlah pakar luar angkasa, fleksibilitas struktur besar dalam kondisi mikrogravitasi menjadi tantangan besar, tetapi pendanaan NASA memberi harapan akan pengembangan lebih lanjut.

Jika sukses, teknologi ini dapat membuka babak baru dalam industri penambangan asteroid yang sebelumnya gagal diwujudkan oleh beberapa startup lain.

Tags: AsteroidMiningcobisnis.comNASATeknologiAntariksaTransAstra

Related Posts

Le Minerale Diduga Jadi Sponsor Acara di Bundaran HI, Benarkah?

Le Minerale Diduga Jadi Sponsor Acara di Bundaran HI, Benarkah?

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Keterlibatan Le Minerale dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda yang berlangsung pada 29 Oktober 2026 menjadi perbincangan di...

Prabowo Buka Kampus Baru Taruna Nusantara, Minta Siswa Utamakan Integritas dan Patriotisme

Prabowo Buka Kampus Baru Taruna Nusantara, Minta Siswa Utamakan Integritas dan Patriotisme

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan gedung baru SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat...

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mulai mematangkan pembahasan mengenai kemungkinan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mengembangkan usaha di sektor...

Kapolri Bertemu Muhammadiyah dan PBNU, Bahas Penguatan Keamanan Masyarakat

Kapolri Bertemu Muhammadiyah dan PBNU, Bahas Penguatan Keamanan Masyarakat

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sosok pria beralmamater Universitas Dian Nusantara (Undira) yang hadir dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 bersama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

October 29, 2026
Mulai 9 November 2026, Shopee hingga GoTo Disebut Ikut Pungut Pajak Digital

Mulai 9 November 2026, Shopee hingga GoTo Disebut Ikut Pungut Pajak Digital

October 29, 2026
ASABRI Edukasi Prajurit TNI dan Keluarga di Banjarmasin

ASABRI Edukasi Prajurit TNI dan Keluarga di Banjarmasin

October 29, 2026
CIO Danantara Pandu Sjahrir Tercatat Punya Saham di Broker Tersanksi

CIO Danantara Pandu Sjahrir Tercatat Punya Saham di Broker Tersanksi

October 29, 2026
OJK Respons Penilaian MSCI, Reformasi Pasar Modal Indonesia Terus Dipercepat

Kasus Dana PT DSI Berlanjut, OJK Telusuri Aset Pemegang Saham dan Pengurus

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Pecat 33 Pejabat Tinggi dalam Pembersihan Besar-besaran

October 30, 2026
Kadin Respons Pajak Pembalut, Anindya Bakrie Singgung Insentif Investasi

Kadin Respons Pajak Pembalut, Anindya Bakrie Singgung Insentif Investasi

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Tuduh Filipina Halangi Menteri Pertahanan Hadiri Pertemuan ASEAN

October 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved