JAKARTA, Cobisnis.com – Kamu tim sabun batang atau sabun cair? Walau fungsinya sama-sama membersihkan tubuh dari kotoran dan bakteri yang menempel setelah seharian berkegiatan, ternyata dari masing-masing jenis sabun tersebut ada kelebihan dan kekurangan, lho!
Untuk membantu kita lebih memahami perbedaan berikut ini, yang perlu kamu ketahui tentang sabun batangan dan sabun cair sehingga kamu dapat menentukan mana yang terbaik untuk kesehatan kulit.
Sabun batang dan sabun cair terdiri dari bahan pembersih, dan kedua produk tersebut bertujuan untuk mengangkat kotoran dan minyak dari kulit. Namun, formulasi dan proses pembuatannya berbeda.
“Sabun batang melalui proses kaustik yang melibatkan pemanasan minyak dan lilin serta penambahan alkali.”
“Kemudian, campuran tersebut didiamkan selama enam hingga delapan minggu, sehingga bahan-bahan kimianya menguap,” ungkap Gabrielle Nekrasas adalah seorang ahli kimia kosmetik dan pendiri sekaligus CEO dari Nanuvo Labs, seperti dilansir dari Byrdie, Rabu (22/07/2026).
Sementara, sabun mandi cair tidak memerlukan proses pembuatan yang sama dan umumnya dianggap lebih lembut dan tidak mengeringkan kulit seperti sabun batang.
Sementara menurut Dr. Hayley Goldbach, MD, FAAD, adalah seorang dokter spesialis kulit dan ahli bedah kulit mengatakan sabun mandi cair juga mengandung air, jadi produk ini tidak terlalu pekat.
“Sabun mandi cair juga ideal untuk mengatasi jenis dan kondisi kulit tertentu, misalnya minyak, ekstrak, bahan pelembap, pembersih, atau pengelupas dapat dengan mudah ditambahkan ke sabun mandi cair untuk mengatasi masalah kulit tertentu,” jelasnya.
Lebih lanjut mari kita ketahui kelebihan dan kukarangan dari menggunakan sabun batang, yaitu sabun batang formulanya tanpa air.
Karena sabun batang tidak mengandung air, kemungkinan berkembang biaknya bakteri lebih kecil (kecuali jika disimpan dengan tidak benar dalam air), dan oleh karena itu, sedikit atau bahkan tidak ada pengawet yang dibutuhkan dalam formulanya.
Keuntungan lainnya, sabun batangan membutuhkan lebih sedikit kemasan. Hal ini menjadikannya pilihan yang lebih ramah lingkungan dan juga mudah disimpan.
Di sisi lain, salah satu kekhawatiran tentang sabun batang adalah pH-nya yang lebih tinggi. Nekrasas mengatakan sabun batangan memiliki pH antara sembilan dan sepuluh.
“Mandi dengan sabun batang yang memiliki pH lebih tinggi daripada kulit dapat menyebabkan kekeringan bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif,” tuturnya.
Selain itu, banyak sabun batang yang terkenal karena meninggalkan residu.
“Sabun mandi dikenal meninggalkan lapisan lengket atau residu pada kulit dan kamar mandi yang menurut sebagian orang tidak menyenangkan,” kata Dr. Goldbach.
Sementara, kelebihan dan kekurangan menggunakan sabun cair yaitu sering diformulasikan dengan bahan-bahan yang lembut, menenangkan, dan melembapkan. Beberapa bahkan mengandung emolien dan ceramide untuk membuat kulit terasa lembut tanpa mengganggu lapisan pelindung kulit atau minyak alami.
Dibandingkan dengan sabun batangan, sabun cair lebih higienis karena dikemas dalam tabung atau botol. Hal ini memastikan bahwa formulanya tidak bersentuhan dengan air atau unsur lain yang berpotensi menyebabkan pertumbuhan bakteri.
Tidak seperti sabun batangan, pH sabun cair juga dapat disesuaikan selama formulasi dan pembuatan. Tingkat pH sabun cair seringkali lebih dekat dengan pH kulit, itulah sebabnya abun cair bermanfaat bagi mereka yang memiliki kulit sangat kering.
Lebih lanjut, bahan-bahan apa yang sebaiknya dicari dan dihindari saat membeli sabun batangan dan cair?
Hampir semua jenis kulit dapat memperoleh manfaat dari sabun mandi cair dan sabun batangan yang terbuat dari bahan-bahan seperti ceramide, gliserin, dan minyak seperti alpukat, argan dan kelapa.
Bahan-bahan ini membantu mengunci kelembapan, yang memungkinkan membersihkan kulit tanpa mengganggu fungsi pelindungnya.
Jika kamu ingin mengangkat sel kulit mati, carilah formula lembut dengan bahan pengelupas seperti asam laktat atau asam salisilat.













