JAKARTA, Cobisnis.com – Penyebab diare massal yang menimpa ratusan siswa SMP Negeri 5 Rembang mulai mengarah pada salah satu menu Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menduga telur balado yang disajikan telah terkontaminasi bakteri.
Dugaan tersebut merupakan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama tim Puskesmas Rembang 1. Pemeriksaan dilakukan di SMPN 5 Rembang dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Mondoteko 3 sebagai penyedia makanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr Ali Syofi’i, mengatakan tim telah mengambil berbagai sampel untuk diperiksa. Sampel meliputi sisa makanan, bahan makanan, muntahan, dan feses dari sejumlah siswa.
Menurut Ali, hasil investigasi awal mengarah pada menu telur balado. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil laboratorium resmi diterbitkan.
Pemeriksaan laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Hasil tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
Dinas Kesehatan menegaskan proses investigasi masih terus berjalan. Pemerintah juga berkomitmen menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka kepada masyarakat setelah seluruh proses selesai.
Sebelumnya, ratusan siswa SMP Negeri 5 Rembang mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan Program MBG pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kasus tersebut langsung mendapat penanganan dari tenaga kesehatan.
Menu yang disajikan saat itu terdiri dari nasi liwet, tempe, telur balado, semangka, dan susu kotak. Seluruh menu kini menjadi bagian dari proses pemeriksaan untuk mengetahui sumber kontaminasi.
Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah. Pemerintah daerah memastikan evaluasi akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil uji laboratorium dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian. Pemerintah menegaskan setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.













