• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Ramadan Tanpa Malam: Kisah Puasa Ekstrem di Kutub Utara

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
February 17, 2026
in News
0
Ramadan Tanpa Malam: Kisah Puasa Ekstrem di Kutub Utara

JAKARTA, Cobisnis.com – Menunaikan ibadah puasa di kawasan Kutub Utara menjadi pengalaman yang sangat kontras dibandingkan dengan wilayah beriklim tropis. Letak geografis yang ekstrem menyebabkan perbedaan durasi siang dan malam berlangsung sangat tajam, sehingga secara langsung memengaruhi pola waktu ibadah umat Muslim selama bulan Ramadan.

Salah satu kondisi paling ekstrem terlihat dari durasi puasa yang dapat mencapai hingga 23 jam. Di Nuuk, ibu kota Greenland, matahari pada musim panas hampir tidak pernah benar-benar terbenam. Jika Ramadan berlangsung pada periode ini, umat Muslim harus menjalani puasa hampir sepanjang hari tanpa jeda malam yang jelas.

Kondisi tersebut dipicu oleh posisi wilayah yang berada dekat dengan Lingkar Arktik. Di kawasan ini, matahari dapat terus terlihat di langit selama 24 jam, sebuah fenomena alam yang dikenal sebagai midnight sun atau matahari tengah malam.

Sebaliknya, ketika Ramadan jatuh pada musim dingin, situasinya justru berbalik. Durasi siang menjadi sangat singkat, sehingga waktu puasa dapat berlangsung hanya sekitar 10 hingga 12 jam. Hal ini menjadikan umat Muslim di wilayah Arktik mengalami variasi waktu puasa yang ekstrem dari satu tahun ke tahun berikutnya.

Tantangan berpuasa di Kutub Utara tidak hanya bersifat alamiah, tetapi juga sosial. Jumlah komunitas Muslim di Greenland tergolong sangat terbatas dan mayoritas berasal dari kalangan pendatang serta pekerja asing. Akibatnya, ibadah puasa sering dijalani secara individual, tanpa suasana Ramadan yang hidup seperti di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Meski demikian, kehidupan sosial tetap berjalan harmonis. Masyarakat setempat dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap perbedaan keyakinan, selama para pendatang menghormati nilai dan budaya lokal yang menjadi identitas wilayah tersebut.

Dalam kondisi ekstrem semacam ini, sebagian ulama memberikan keringanan dengan membolehkan umat Muslim mengikuti waktu puasa dari negara terdekat yang memiliki durasi siang lebih normal, terutama jika puasa terlalu panjang berpotensi membahayakan kesehatan. Fleksibilitas ini menunjukkan kemampuan ajaran Islam dalam beradaptasi dengan kondisi geografis yang tidak lazim.

Karena kalender Islam berbasis lunar dan lebih pendek sekitar 11 hari dibanding kalender Masehi, bulan Ramadan terus bergeser setiap tahun. Perpindahan ini membuat umat Muslim di Kutub Utara mengalami perubahan durasi puasa yang sangat beragam dari sangat panjang hingga relatif singkat menjadikan pengalaman berpuasa di wilayah ini sebagai salah satu yang paling unik di dunia.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
lynda course free download
download intex firmware
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comEkstremFleksibilitasgeografishingga 23 jamibadah puasaKutub UtaraLingkar Arktikpengalaman

Related Posts

Laut Hormuz Memanas, Trump Instruksikan Tembak Kapal Iran

Laut Hormuz Memanas, Trump Instruksikan Tembak Kapal Iran

by Hidayat Taufik
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat bertindak tegas di Selat Hormuz. Ia menargetkan kapal-kapal Iran...

Persebaya Dekati Empat Besar Usai Kalahkan Malut United di Super League 2026

Persebaya Dekati Empat Besar Usai Kalahkan Malut United di Super League 2026

by Hidayat Taufik
April 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Persebaya Surabaya terus menunjukkan persaingan serius di papan atas Super League 2025/2026. Tim asal Surabaya itu kini...

Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hampir 6.000 Orang Datang

Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hampir 6.000 Orang Datang

by Hidayat Taufik
April 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, menyampaikan bahwa hampir 6.000 jemaah haji Indonesia gelombang...

Mengejutkan! Ammar Zoni Dijanjikan Uang Rp10 Juta dalam Kasus Sabu Rutan Salemba

Mengejutkan! Ammar Zoni Dijanjikan Uang Rp10 Juta dalam Kasus Sabu Rutan Salemba

by Hidayat Taufik
April 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Majelis hakim menyatakan Ammar Zoni dijanjikan uang Rp10 juta. Uang itu terkait peredaran 100 gram sabu di...

MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

Wamenaker: Dunia Kerja Kini Utamakan Kompetensi, Bukan Sekadar Ijazah

by Dwi Natasya
April 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi hanya bergantung pada ijazah formal....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

Wamenaker: Dunia Kerja Kini Utamakan Kompetensi, Bukan Sekadar Ijazah

April 23, 2026
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

PGE Catat Kinerja Positif, Tunjuk Direktur Keuangan Baru

April 23, 2026
Bank Jakarta

Bank Jakarta Perkuat Posisi Lewat Inovasi dan Integrasi Teknologi

April 23, 2026
Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hampir 6.000 Orang Datang

Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hampir 6.000 Orang Datang

April 23, 2026
Perombakan di Chelsea Dimulai, Rosenior Didepak Kini Bidik Eks Pelatih?

Perombakan di Chelsea Dimulai, Rosenior Didepak Kini Bidik Eks Pelatih?

April 24, 2026
Lebih dari 640 Sekolah Rusak, Iran Hentikan Kelas Tatap Muka Imbas Perang

Lebih dari 640 Sekolah Rusak, Iran Hentikan Kelas Tatap Muka Imbas Perang

April 24, 2026
Minyakita Berpotensi Naik, Biaya Kemasan Jadi Pemicu Utama Kenaikan Harga

Minyakita Berpotensi Naik, Biaya Kemasan Jadi Pemicu Utama Kenaikan Harga

April 24, 2026
Laut Hormuz Memanas, Trump Instruksikan Tembak Kapal Iran

Laut Hormuz Memanas, Trump Instruksikan Tembak Kapal Iran

April 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved