JAKARTA, Cobisnis.com – Kanselir Inggris, Rachel Reeves, mendapat desakan untuk membatalkan rencananya menjadi tamu kehormatan dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh pelobi utama industri judi, sementara Kementerian Keuangan tengah melakukan kajian pajak atas sektor senilai £12 miliar tersebut.
Reeves dijadwalkan hadir pada sebuah “resepsi privat” bagi para pemimpin bisnis, yang digelar oleh perusahaan komunikasi korporasi Brunswick dalam konferensi Partai Buruh di Liverpool. Acara ini akan dipandu oleh Michael Dugher, ketua Betting & Gaming Council (BGC), yang juga menjadi penasihat senior paruh waktu Brunswick sejak tahun lalu.
Dugher, mantan anggota parlemen dari Partai Buruh, kini dikenal sebagai tokoh vokal sekaligus kontroversial yang membela industri judi Inggris. Ia bahkan mengklaim telah berupaya membujuk Kementerian Keuangan untuk tidak menaikkan pajak sektor judi demi mendukung anggaran negara.
Jika Reeves mengabaikan seruan untuk menaikkan pajak judi online, perusahaan judi dapat menghemat miliaran pound, meski mantan Perdana Menteri Gordon Brown mendesak kenaikan pungutan hingga £3 miliar untuk membantu pendanaan kebijakan sosial.
Hubungan pribadi antara Reeves dan Dugher yang sudah terjalin sejak remaja dan berlanjut ketika keduanya berbagi kantor parlemen di Westminster memicu kritik dari sejumlah pihak. Mantan pemimpin Partai Konservatif, Iain Duncan Smith, menilai keputusan Reeves “memunculkan pertanyaan serius soal penilaian dan independensinya”.
Reeves sebelumnya diketahui menerima tiket pertunjukan musikal senilai £330 dari BGC pada 2023, serta sumbangan sebesar £20.000 dari eksekutif industri judi saat Partai Buruh masih oposisi.
Daisy Cooper, juru bicara keuangan Partai Liberal Demokrat, menegaskan Reeves seharusnya menolak undangan tersebut. “Jika ia tidak menaikkan pajak judi online dalam anggaran nanti, akan muncul pertanyaan apakah acara seperti ini berpengaruh terhadap keputusannya,” ujarnya.
Acara Brunswick yang akan dihadiri Reeves dijadwalkan berlangsung pada 28 September, hanya beberapa minggu sebelum ia mengumumkan anggaran keduanya sebagai kanselir, yang kemungkinan mencakup keputusan soal pajak judi online.
Tom Brake, mantan anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat sekaligus direktur Unlock Democracy, menyebut waktu acara itu “sangat aneh” dan menilai Reeves “sebaiknya menolak undangan”. Ia menambahkan, keputusan tersebut dapat menjadi bahan kajian bagi komisi etika dan integritas baru yang akan dibentuk bulan depan.
Juru bicara Brunswick menegaskan bahwa peran Dugher di industri judi “sepenuhnya terpisah” dari pekerjaannya di perusahaan tersebut.














