• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, June 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan Selama Lebih dari 50 Tahun

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in Teknologi
0
Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan Selama Lebih dari 50 Tahun

JAKARTA, Cobisnis.com – Saat meninggalkan Bulan pada 14 Desember 1972, komandan Apollo 17, Gene Cernan, mengucapkan kalimat penutup yang penuh harapan: manusia akan kembali dengan damai dan harapan bagi seluruh umat manusia. Lebih dari 50 tahun kemudian, jejak Cernan masih menjadi jejak terakhir manusia di permukaan Bulan.

Padahal, misi lanjutan Apollo 18, 19, dan 20 awalnya direncanakan. Namun pembatalan akibat pemotongan anggaran mengakhiri era pendaratan Bulan. Kini, melalui Artemis program, NASA bersiap mengirim manusia kembali ke sekitar Bulan lewat misi Artemis II meski hanya akan melakukan fly-by, bukan pendaratan.

Lalu, mengapa butuh waktu begitu lama?

Faktor Politik Yang Berubah-Ubah

Menurut Teasel Muir-Harmony dari Smithsonian National Air and Space Museum, jawabannya sederhana: kemauan politik.Mengirim manusia ke Bulan memerlukan investasi besar, konsistensi anggaran, dan prioritas nasional jangka panjang. Masalahnya, setiap pergantian presiden sering kali diikuti perubahan arah kebijakan antariksa.

Saat George H. W. Bush menjabat, NASA diarahkan kembali ke Bulan. Namun ketika Bill Clinton berkuasa, fokus dialihkan ke pembangunan stasiun luar angkasa. Kemudian George W. Bush menghidupkan kembali ambisi Bulan lewat proyek Constellation. Setelah itu, Barack Obama mengalihkan prioritas ke asteroid. Donald Trump kembali mendorong target Bulan, dan Joe Biden memilih mempertahankan program tersebut.

Perubahan kebijakan setiap empat hingga delapan tahun membuat program eksplorasi jangka panjang sulit berjalan konsisten.

Tantangan Teknis Dan Biaya Fantastis

Selain politik, tantangan teknis juga luar biasa besar. Bulan berjarak lebih dari 400.000 kilometer dari Bumi. Lebih dari setengah upaya pendaratan Bulan dalam sejarah berakhir gagal. Program Artemis sendiri membutuhkan waktu hampir dua dekade dan dana lebih dari 50 miliar dolar AS untuk mengembangkan roket dan kapsul Orion.

Meski teknologi kini jauh lebih canggih dibanding era Apollo komputer Orion 20.000 kali lebih cepat misi manusia tetap kompleks, berisiko, dan mahal. Berbeda dengan era Apollo yang fokus pada “tanam bendera dan jejak kaki”, Artemis dirancang untuk membangun infrastruktur permanen, termasuk habitat dan sistem pendukung kehidupan jangka panjang di permukaan Bulan.

Peran Swasta Dan Infrastruktur Baru

Kini NASA bekerja sama dengan perusahaan swasta seperti SpaceX, Boeing, dan Blue Origin. CEO SpaceX, Elon Musk, bahkan menyatakan fokus membangun “kota yang tumbuh mandiri di Bulan” sebelum menuju Mars.

Kerja sama komersial ini menjadi faktor penting yang memungkinkan kembalinya ambisi Bulan setelah puluhan tahun stagnan. Selain itu, pengalaman dari International Space Station selama lebih dari 25 tahun memberi pemahaman penting soal dampak tinggal lama di luar angkasa terhadap tubuh manusia.

Misi robotik seperti Lunar Reconnaissance Orbiter juga membantu memetakan potensi sumber daya, termasuk kemungkinan es air di kutub Bulan.

Faktor Geopolitik Dan Persaingan Baru

Pada era 1960-an, Presiden John F. Kennedy mendorong pendaratan Bulan demi mengalahkan Uni Soviet dalam Perang Dingin. Kini, Amerika Serikat melihat China sebagai pesaing utama dalam eksplorasi Bulan. China menargetkan misi berawak ke Bulan sebelum 2030.

AS membentuk kerangka kerja internasional bernama Artemis Accords yang telah diikuti lebih dari 60 negara untuk memastikan eksplorasi Bulan berlangsung damai dan berkelanjutan. Namun, berbeda dengan era Apollo yang berpacu dengan tenggat waktu agresif, kini pendekatan lebih berhati-hati diterapkan. Tragedi Apollo 1 serta bencana Challenger dan Columbia menjadi pengingat mahalnya risiko eksplorasi luar angkasa.

Jalan Panjang Menuju Kembali

Lebih dari lima dekade tanpa manusia di Bulan bukan berarti ambisi itu hilang. Kombinasi kemauan politik yang stabil, dukungan komersial, infrastruktur baru, dan tekanan geopolitik kini membuat peluang kembali semakin nyata. Seperti yang pernah dikatakan astronaut Apollo 16, John Young, spesies yang hanya bergantung pada satu planet tidak akan bertahan selamanya. Kini, setelah perjalanan panjang dan berliku, manusia akhirnya berada di ambang babak baru eksplorasi Bulan.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download xiomi firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: cobisnis.comKembaliKeBulanNASAProgramArtemis

Related Posts

Tak Hanya Mobil Listrik, BYD Kini Garap Robot Humanoid

Tak Hanya Mobil Listrik, BYD Kini Garap Robot Humanoid

by Desti Dwi Natasya
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mengumumkan langkah baru dengan mengembangkan robot humanoid. Inisiatif tersebut menjadi bagian...

Piala Dunia 2026 Siap Bergulir, Hadir dengan 48 Tim dan Rekor 104 Pertandingan

Piala Dunia 2026 Siap Bergulir, Hadir dengan 48 Tim dan Rekor 104 Pertandingan

by Hidayat Taufik
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ajang sepak bola terbesar di dunia, Piala Dunia 2026, akan segera dimulai. Turnamen yang digelar mulai 11...

Topan Jangmi Hantam Jepang 2026, 23 Orang Terluka dan 5.378 Sekolah Ditutup

Topan Jangmi Hantam Jepang 2026, 23 Orang Terluka dan 5.378 Sekolah Ditutup

by Hidayat Taufik
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Topan Jangmi menerjang Jepang pada Rabu (3/6/2026). Badai ini memicu banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi di...

Kasus MBG 2026: Kejagung Soroti Dugaan Markup 21.801 Motor Listrik dan Puluhan Ribu Sepatu

Kasus MBG 2026: Kejagung Soroti Dugaan Markup 21.801 Motor Listrik dan Puluhan Ribu Sepatu

by Hidayat Taufik
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan penggelembungan harga dalam pengadaan barang dan jasa pada program Makan Bergizi Gratis...

Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Balapan Utama Digelar Minggu Malam

Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Balapan Utama Digelar Minggu Malam

by Desti Dwi Natasya
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – MotoGP 2026 memasuki putaran kedelapan yang kali ini digelar di Sirkuit Balaton Park, Hungaria. Persaingan menuju gelar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Intip Harta dan Isi Garasi Dadan Hindayana yang Dicopot dari Kepala BGN

Intip Harta dan Isi Garasi Dadan Hindayana yang Dicopot dari Kepala BGN

June 3, 2026
Pledoi Nadiem Makarim Soroti Kejanggalan Kasus Pengadaan Chromebook

Pledoi Nadiem Makarim Soroti Kejanggalan Kasus Pengadaan Chromebook

June 3, 2026
BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Gen Z Lewat Sekolah

BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Gen Z Lewat Sekolah

June 3, 2026
Tak Hanya Mobil Listrik, BYD Kini Garap Robot Humanoid

Tak Hanya Mobil Listrik, BYD Kini Garap Robot Humanoid

June 4, 2026
Piala Dunia 2026 Siap Bergulir, Hadir dengan 48 Tim dan Rekor 104 Pertandingan

Piala Dunia 2026 Siap Bergulir, Hadir dengan 48 Tim dan Rekor 104 Pertandingan

June 4, 2026
Topan Jangmi Hantam Jepang 2026, 23 Orang Terluka dan 5.378 Sekolah Ditutup

Topan Jangmi Hantam Jepang 2026, 23 Orang Terluka dan 5.378 Sekolah Ditutup

June 4, 2026
Kasus MBG 2026: Kejagung Soroti Dugaan Markup 21.801 Motor Listrik dan Puluhan Ribu Sepatu

Kasus MBG 2026: Kejagung Soroti Dugaan Markup 21.801 Motor Listrik dan Puluhan Ribu Sepatu

June 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved