• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, July 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan Selama Lebih dari 50 Tahun

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in Teknologi
0
Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan Selama Lebih dari 50 Tahun

JAKARTA, Cobisnis.com – Saat meninggalkan Bulan pada 14 Desember 1972, komandan Apollo 17, Gene Cernan, mengucapkan kalimat penutup yang penuh harapan: manusia akan kembali dengan damai dan harapan bagi seluruh umat manusia. Lebih dari 50 tahun kemudian, jejak Cernan masih menjadi jejak terakhir manusia di permukaan Bulan.

Padahal, misi lanjutan Apollo 18, 19, dan 20 awalnya direncanakan. Namun pembatalan akibat pemotongan anggaran mengakhiri era pendaratan Bulan. Kini, melalui Artemis program, NASA bersiap mengirim manusia kembali ke sekitar Bulan lewat misi Artemis II meski hanya akan melakukan fly-by, bukan pendaratan.

Lalu, mengapa butuh waktu begitu lama?

Faktor Politik Yang Berubah-Ubah

Menurut Teasel Muir-Harmony dari Smithsonian National Air and Space Museum, jawabannya sederhana: kemauan politik.Mengirim manusia ke Bulan memerlukan investasi besar, konsistensi anggaran, dan prioritas nasional jangka panjang. Masalahnya, setiap pergantian presiden sering kali diikuti perubahan arah kebijakan antariksa.

Saat George H. W. Bush menjabat, NASA diarahkan kembali ke Bulan. Namun ketika Bill Clinton berkuasa, fokus dialihkan ke pembangunan stasiun luar angkasa. Kemudian George W. Bush menghidupkan kembali ambisi Bulan lewat proyek Constellation. Setelah itu, Barack Obama mengalihkan prioritas ke asteroid. Donald Trump kembali mendorong target Bulan, dan Joe Biden memilih mempertahankan program tersebut.

Perubahan kebijakan setiap empat hingga delapan tahun membuat program eksplorasi jangka panjang sulit berjalan konsisten.

Tantangan Teknis Dan Biaya Fantastis

Selain politik, tantangan teknis juga luar biasa besar. Bulan berjarak lebih dari 400.000 kilometer dari Bumi. Lebih dari setengah upaya pendaratan Bulan dalam sejarah berakhir gagal. Program Artemis sendiri membutuhkan waktu hampir dua dekade dan dana lebih dari 50 miliar dolar AS untuk mengembangkan roket dan kapsul Orion.

Meski teknologi kini jauh lebih canggih dibanding era Apollo komputer Orion 20.000 kali lebih cepat misi manusia tetap kompleks, berisiko, dan mahal. Berbeda dengan era Apollo yang fokus pada “tanam bendera dan jejak kaki”, Artemis dirancang untuk membangun infrastruktur permanen, termasuk habitat dan sistem pendukung kehidupan jangka panjang di permukaan Bulan.

Peran Swasta Dan Infrastruktur Baru

Kini NASA bekerja sama dengan perusahaan swasta seperti SpaceX, Boeing, dan Blue Origin. CEO SpaceX, Elon Musk, bahkan menyatakan fokus membangun “kota yang tumbuh mandiri di Bulan” sebelum menuju Mars.

Kerja sama komersial ini menjadi faktor penting yang memungkinkan kembalinya ambisi Bulan setelah puluhan tahun stagnan. Selain itu, pengalaman dari International Space Station selama lebih dari 25 tahun memberi pemahaman penting soal dampak tinggal lama di luar angkasa terhadap tubuh manusia.

Misi robotik seperti Lunar Reconnaissance Orbiter juga membantu memetakan potensi sumber daya, termasuk kemungkinan es air di kutub Bulan.

Faktor Geopolitik Dan Persaingan Baru

Pada era 1960-an, Presiden John F. Kennedy mendorong pendaratan Bulan demi mengalahkan Uni Soviet dalam Perang Dingin. Kini, Amerika Serikat melihat China sebagai pesaing utama dalam eksplorasi Bulan. China menargetkan misi berawak ke Bulan sebelum 2030.

AS membentuk kerangka kerja internasional bernama Artemis Accords yang telah diikuti lebih dari 60 negara untuk memastikan eksplorasi Bulan berlangsung damai dan berkelanjutan. Namun, berbeda dengan era Apollo yang berpacu dengan tenggat waktu agresif, kini pendekatan lebih berhati-hati diterapkan. Tragedi Apollo 1 serta bencana Challenger dan Columbia menjadi pengingat mahalnya risiko eksplorasi luar angkasa.

Jalan Panjang Menuju Kembali

Lebih dari lima dekade tanpa manusia di Bulan bukan berarti ambisi itu hilang. Kombinasi kemauan politik yang stabil, dukungan komersial, infrastruktur baru, dan tekanan geopolitik kini membuat peluang kembali semakin nyata. Seperti yang pernah dikatakan astronaut Apollo 16, John Young, spesies yang hanya bergantung pada satu planet tidak akan bertahan selamanya. Kini, setelah perjalanan panjang dan berliku, manusia akhirnya berada di ambang babak baru eksplorasi Bulan.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download mobile firmware
Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: cobisnis.comKembaliKeBulanNASAProgramArtemis

Related Posts

Mengapa Prabowo dan Gibran Duduk Terpisah di Sidang Kabinet?

Mengapa Prabowo dan Gibran Duduk Terpisah di Sidang Kabinet?

by Hidayat Taufik
July 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Susunan tempat duduk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna di...

Keppres Jampidsus Pengganti Febrie Segera Ditandatangani Prabowo

Keppres Jampidsus Pengganti Febrie Segera Ditandatangani Prabowo

by Hidayat Taufik
July 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto diperkirakan akan segera mengesahkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait penunjukan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Singapura Siapkan 25 Pemain Terbaik untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Wajib Waspada

Singapura Siapkan 25 Pemain Terbaik untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Wajib Waspada

by Hidayat Taufik
July 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Singapura telah merilis daftar 25 pemain yang dipilih untuk mengarungi Piala AFF 2026. Tim asuhan Gavin...

XLSMART Gandeng Google, Beri Akses Google Gemini Gratis 6 Bulan

XLSMART Gandeng Google, Beri Akses Google Gemini Gratis 6 Bulan

by Rizki Meirino
July 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) berkolaborasi dengan Google menghadirkan akses Paket Plus Google Gemini selama enam...

Bantargebang Tinggalkan Open Dumping, Ini Skema Pengelolaan Sampah Barunya

Bantargebang Tinggalkan Open Dumping, Ini Skema Pengelolaan Sampah Barunya

by Desti Dwi Natasya
July 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai menerapkan sistem controlled landfill di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Yogyakarta Naik Kelas Lewat #JualanNyaman

Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Yogyakarta Naik Kelas Lewat #JualanNyaman

July 21, 2026
AIA Indonesia Usung Semangat “Bergerak Berdampak” di Usia ke-30

AIA Indonesia Usung Semangat “Bergerak Berdampak” di Usia ke-30

July 20, 2026
Kebiasaan Buruk Ini Bisa Memicu Lonjakan Hormon Kortisol

Sandwich Generation Hadapi Tekanan Finansial, Perlindungan Jadi Kebutuhan

July 20, 2026
New York Laporkan Tiga Kematian dalam Wabah Legionnaires di Upper East Side

Spanyol Taklukkan Argentina dan Raih Gelar Piala Dunia 2026 Lewat Gol Perpanjangan Waktu

July 20, 2026
Mengapa Prabowo dan Gibran Duduk Terpisah di Sidang Kabinet?

Mengapa Prabowo dan Gibran Duduk Terpisah di Sidang Kabinet?

July 21, 2026
Keppres Jampidsus Pengganti Febrie Segera Ditandatangani Prabowo

Keppres Jampidsus Pengganti Febrie Segera Ditandatangani Prabowo

July 21, 2026
Singapura Siapkan 25 Pemain Terbaik untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Wajib Waspada

Singapura Siapkan 25 Pemain Terbaik untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Wajib Waspada

July 21, 2026
XLSMART Gandeng Google, Beri Akses Google Gemini Gratis 6 Bulan

XLSMART Gandeng Google, Beri Akses Google Gemini Gratis 6 Bulan

July 21, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved