• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan Selama Lebih dari 50 Tahun

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in Teknologi
0
Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan Selama Lebih dari 50 Tahun

JAKARTA, Cobisnis.com – Saat meninggalkan Bulan pada 14 Desember 1972, komandan Apollo 17, Gene Cernan, mengucapkan kalimat penutup yang penuh harapan: manusia akan kembali dengan damai dan harapan bagi seluruh umat manusia. Lebih dari 50 tahun kemudian, jejak Cernan masih menjadi jejak terakhir manusia di permukaan Bulan.

Padahal, misi lanjutan Apollo 18, 19, dan 20 awalnya direncanakan. Namun pembatalan akibat pemotongan anggaran mengakhiri era pendaratan Bulan. Kini, melalui Artemis program, NASA bersiap mengirim manusia kembali ke sekitar Bulan lewat misi Artemis II meski hanya akan melakukan fly-by, bukan pendaratan.

Lalu, mengapa butuh waktu begitu lama?

Faktor Politik Yang Berubah-Ubah

Menurut Teasel Muir-Harmony dari Smithsonian National Air and Space Museum, jawabannya sederhana: kemauan politik.Mengirim manusia ke Bulan memerlukan investasi besar, konsistensi anggaran, dan prioritas nasional jangka panjang. Masalahnya, setiap pergantian presiden sering kali diikuti perubahan arah kebijakan antariksa.

Saat George H. W. Bush menjabat, NASA diarahkan kembali ke Bulan. Namun ketika Bill Clinton berkuasa, fokus dialihkan ke pembangunan stasiun luar angkasa. Kemudian George W. Bush menghidupkan kembali ambisi Bulan lewat proyek Constellation. Setelah itu, Barack Obama mengalihkan prioritas ke asteroid. Donald Trump kembali mendorong target Bulan, dan Joe Biden memilih mempertahankan program tersebut.

Perubahan kebijakan setiap empat hingga delapan tahun membuat program eksplorasi jangka panjang sulit berjalan konsisten.

Tantangan Teknis Dan Biaya Fantastis

Selain politik, tantangan teknis juga luar biasa besar. Bulan berjarak lebih dari 400.000 kilometer dari Bumi. Lebih dari setengah upaya pendaratan Bulan dalam sejarah berakhir gagal. Program Artemis sendiri membutuhkan waktu hampir dua dekade dan dana lebih dari 50 miliar dolar AS untuk mengembangkan roket dan kapsul Orion.

Meski teknologi kini jauh lebih canggih dibanding era Apollo komputer Orion 20.000 kali lebih cepat misi manusia tetap kompleks, berisiko, dan mahal. Berbeda dengan era Apollo yang fokus pada “tanam bendera dan jejak kaki”, Artemis dirancang untuk membangun infrastruktur permanen, termasuk habitat dan sistem pendukung kehidupan jangka panjang di permukaan Bulan.

Peran Swasta Dan Infrastruktur Baru

Kini NASA bekerja sama dengan perusahaan swasta seperti SpaceX, Boeing, dan Blue Origin. CEO SpaceX, Elon Musk, bahkan menyatakan fokus membangun “kota yang tumbuh mandiri di Bulan” sebelum menuju Mars.

Kerja sama komersial ini menjadi faktor penting yang memungkinkan kembalinya ambisi Bulan setelah puluhan tahun stagnan. Selain itu, pengalaman dari International Space Station selama lebih dari 25 tahun memberi pemahaman penting soal dampak tinggal lama di luar angkasa terhadap tubuh manusia.

Misi robotik seperti Lunar Reconnaissance Orbiter juga membantu memetakan potensi sumber daya, termasuk kemungkinan es air di kutub Bulan.

Faktor Geopolitik Dan Persaingan Baru

Pada era 1960-an, Presiden John F. Kennedy mendorong pendaratan Bulan demi mengalahkan Uni Soviet dalam Perang Dingin. Kini, Amerika Serikat melihat China sebagai pesaing utama dalam eksplorasi Bulan. China menargetkan misi berawak ke Bulan sebelum 2030.

AS membentuk kerangka kerja internasional bernama Artemis Accords yang telah diikuti lebih dari 60 negara untuk memastikan eksplorasi Bulan berlangsung damai dan berkelanjutan. Namun, berbeda dengan era Apollo yang berpacu dengan tenggat waktu agresif, kini pendekatan lebih berhati-hati diterapkan. Tragedi Apollo 1 serta bencana Challenger dan Columbia menjadi pengingat mahalnya risiko eksplorasi luar angkasa.

Jalan Panjang Menuju Kembali

Lebih dari lima dekade tanpa manusia di Bulan bukan berarti ambisi itu hilang. Kombinasi kemauan politik yang stabil, dukungan komersial, infrastruktur baru, dan tekanan geopolitik kini membuat peluang kembali semakin nyata. Seperti yang pernah dikatakan astronaut Apollo 16, John Young, spesies yang hanya bergantung pada satu planet tidak akan bertahan selamanya. Kini, setelah perjalanan panjang dan berliku, manusia akhirnya berada di ambang babak baru eksplorasi Bulan.

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
download samsung firmware
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: cobisnis.comKembaliKeBulanNASAProgramArtemis

Related Posts

Anak Krakatau Berstatus Siaga, BPBD Minta Warga Lebih Waspada

Anak Krakatau Berstatus Siaga, BPBD Minta Warga Lebih Waspada

by Hidayat Taufik
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Status aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda meningkat dari Level II atau Waspada menjadi Level...

Wacana Pansus Ijazah Gibran Bergulir, Sikap Fraksi Terbelah

Wacana Pansus Ijazah Gibran Bergulir, Sikap Fraksi Terbelah

by Hidayat Taufik
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sejumlah fraksi di DPR mulai menyampaikan pandangan terkait usulan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk mengkaji putusan Mahkamah...

DPRD DKI Dukung Pengembangan Transportasi Laut Terintegrasi

DPRD DKI Dukung Pengembangan Transportasi Laut Terintegrasi

by Hidayat Taufik
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI Jakarta mendukung rencana pengembangan layanan Transjakarta melalui jalur laut untuk...

Kasus Motor Listrik MBG, Kejagung Hitung Kerugian Rp863 Miliar

Kasus Motor Listrik MBG, Kejagung Hitung Kerugian Rp863 Miliar

by Hidayat Taufik
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap kerugian keuangan negara mencapai Rp863,84 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik...

Operasi Katarak Tak Dipungut Biaya, Apa yang Ditakuti?

Operasi Katarak Tak Dipungut Biaya, Apa yang Ditakuti?

by Hidayat Taufik
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Katarak menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di Indonesia. Meski berbagai program operasi gratis telah tersedia, masih...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasus Motor Listrik MBG, Kejagung Hitung Kerugian Rp863 Miliar

Kasus Motor Listrik MBG, Kejagung Hitung Kerugian Rp863 Miliar

October 10, 2026
Wacana Pansus Ijazah Gibran Bergulir, Sikap Fraksi Terbelah

Wacana Pansus Ijazah Gibran Bergulir, Sikap Fraksi Terbelah

October 10, 2026
Iran Klaim Sulit Diblokade AS Berkat 15 Tetangga

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap MotoGP Mandalika

October 10, 2026
Dua Tahun BSI, Laba Tumbuh Impresif 40,68% Capai Rp4,26 Triliun

Dua Tahun BSI, Laba Tumbuh Impresif 40,68% Capai Rp4,26 Triliun

February 1, 2023
Transaksi OCTO CIMB Niaga Meningkat

Transaksi OCTO CIMB Niaga Meningkat

October 10, 2026
XLSMART Perkuat 5G Bandung, SMARTFREN Hadirkan Unlimited 5G dan FUN RUN

XLSMART Perkuat 5G Bandung, SMARTFREN Hadirkan Unlimited 5G dan FUN RUN

October 10, 2026
ANTAM Hadirkan ATM Emas di Konser Snada Indonesia 2026

ANTAM Hadirkan ATM Emas di Konser Snada Indonesia 2026

October 10, 2026
Iran Klaim Sulit Diblokade AS Berkat 15 Tetangga

Pecco Bagnaia Temukan Solusi Kebangkitan Ducati di Mandalika

October 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved