• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Purbaya Respons Dugaan Mark Up Mobil Pikap Kopdes Merah Putih, Anggaran Cair Setelah Lolos Audit

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
July 14, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Menkeu Purbaya Buka Peluang Revisi Pajak JHT, Data BPJS Ketenagakerjaan Jadi Acuan

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons temuan Indonesian Corruption Watch atau ICW terkait dugaan penggelembungan anggaran dalam pengadaan mobil pikap untuk program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Ia menegaskan pencairan anggaran hanya dilakukan setelah seluruh proses audit selesai.

Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan tidak akan membayar tagihan yang belum melalui proses pemeriksaan. Menurutnya, mekanisme audit menjadi syarat utama sebelum anggaran dicairkan.

Ia menyebut pembayaran hanya dilakukan terhadap pengadaan yang telah dinyatakan lolos audit. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berupaya memastikan penggunaan anggaran tetap sesuai aturan.

Purbaya juga mengaku belum menerima data rinci mengenai temuan yang disampaikan ICW. Karena itu, ia memilih menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Sebelumnya, ICW mengungkap dugaan penggelembungan harga dalam pengadaan mobil pikap yang dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk program Kopdes Merah Putih. Temuan tersebut berasal dari hasil pemantauan terhadap proses pengadaan.

ICW memperkirakan terdapat selisih harga sekitar Rp 61 juta hingga Rp 69 juta untuk setiap unit mobil pikap. Dengan target pengadaan mencapai 80 ribu unit, potensi nilai yang dipersoalkan diperkirakan mencapai Rp 4,86 triliun hingga Rp 5,54 triliun.

Atas temuan itu, ICW berencana melaporkan dugaan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Lembaga antirasuah itu juga diminta menyelidiki kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan kewenangan dalam proyek tersebut.

Selain itu, ICW merekomendasikan penghentian sementara proyek pengadaan. Organisasi tersebut juga meminta seluruh dokumen pengadaan dibuka kepada publik demi menjamin transparansi.

Menurut ICW, proses pengadaan mobil pikap berpotensi belum memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan persaingan usaha yang sehat. Temuan itu menjadi dasar rekomendasi agar proses pengadaan diawasi lebih ketat.

Pemerintah sendiri menegaskan proses audit akan menjadi penentu sebelum pembayaran dilakukan. Dengan mekanisme tersebut, Kementerian Keuangan berharap penggunaan anggaran negara tetap aman dan dapat dipertanggungjawabkan.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
download intex firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: CobisnisHeadlineICWKopdes merah putihMark Up AnggaranMobil PikapPebisnismudaPurbaya

Related Posts

Donald Trump menuding serangan Ukraina terhadap fasilitas minyak Rusia ikut memicu kenaikan harga solar di Amerika Serikat hingga lebih dari 6 dolar AS per galon.

Trump Tuding Zelensky Picu Harga Solar Naik

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai salah satu penyebab kenaikan harga solar...

Girl group K-Pop ILLIT

ILLIT Siapkan Comeback dengan Mini Album Kelima

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Girl group K-Pop ILLIT bersiap kembali menyapa penggemar lewat mini album kelima mereka yang bertajuk “BREAK EVEN”....

bahan bakar minyak (BBM)

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di sejumlah SPBU terpantau stabil sejak awal September 2026 setelah mengalami...

Vladimir Putin menyebut ketertarikan internasional terhadap BRICS terus tumbuh dan menyoroti potensi kerja sama ekonomi hingga pembayaran lintas negara.

Putin Sebut Ketertarikan Dunia pada BRICS Meningkat

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut ketertarikan internasional terhadap BRICS terus tumbuh karena nilai dan pendekatan independen kelompok...

Sisa Kebakaran TPA Galuga Tinggal Kurang 1 Hektare Setelah 8 Hari Pemadaman

Sisa Kebakaran TPA Galuga Tinggal Kurang 1 Hektare Setelah 8 Hari Pemadaman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memasuki hari kedelapan. Area yang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
Dr. Andreas: Topeng Bukan Kepalsuan, Tapi Peran yang Kita Mainkan

Dr. Andreas: Topeng Bukan Kepalsuan, Tapi Peran yang Kita Mainkan

September 15, 2026
Pencipta Siri Kenang Visi Awal Asisten Digital Sebelum Diakuisisi Apple

Pencipta Siri Kenang Visi Awal Asisten Digital Sebelum Diakuisisi Apple

September 15, 2026
AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

Atlet Perempuan Kritik Kampanye Iklan Novig yang Menampilkan Sydney Sweeney

September 15, 2026
AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved