• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pupuk Indonesia Grup Dorong Petani Jawa Barat Segera Input Data RDKK Pupuk Subsidi 2026

Dwi Natasya by Dwi Natasya
October 15, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Pupuk Indonesia Grup Dorong Petani Jawa Barat Segera Input Data RDKK Pupuk Subsidi 2026

JAKARTA, Cobisnis.com – Pupuk Indonesia melalui anak usahanya, PT Pupuk Kujang Cikampek, berkomitmen mendukung program Kementerian Pertanian dalam memastikan pendataan petani penerima pupuk subsidi berjalan tepat dan akurat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Penginputan Data e-RDKK Tahun Anggaran 2026 yang digelar untuk mempercepat proses pendaftaran petani.

Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kujang, Iyan Fajri, mengatakan Pupuk Indonesia Grup siap membantu petani agar seluruh data penerima pupuk subsidi tahun 2026 dapat terinput dengan baik. Ia mengimbau para petani segera mendaftarkan diri agar bisa mendapatkan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah.

“Untuk e-RDKK 2026, semua petani yang membutuhkan bisa menginput datanya, termasuk untuk pupuk organik. Setelah itu, teman-teman PUD dan PPTS akan melakukan sosialisasi agar petani bisa menebus pupuk organik tersebut. Harapannya, jenis tanaman yang bisa mendapatkan subsidi pun semakin beragam,” jelas Iyan.

Sementara itu, Direktur Pupuk Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra, menekankan bahwa akurasi data e-RDKK merupakan faktor penting untuk memastikan penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran.

“Pendataan ini adalah tahap krusial agar pupuk subsidi benar-benar diterima oleh yang berhak. Kami minta agar proses pendataan dilakukan secara teliti dan menyeluruh, termasuk aspek spasialnya,” ujar Jekvy.

Ia menambahkan, proses input data untuk tahun 2026 berlangsung pada 22 September hingga 25 Oktober 2025. Ia juga menyoroti data di Jawa Barat yang menunjukkan masih banyak petani belum menebus pupuk bersubsidi selama tiga tahun terakhir.

“Tercatat ada sekitar 363.797 petani di Jawa Barat yang belum menebus pupuk subsidi selama tiga tahun berturut-turut. Ini perlu disisir lagi agar serapan pupuk bisa meningkat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sry Pujiati, Kapoksi Pupuk Bersubsidi Kementan, menjelaskan bahwa banyaknya petani yang belum menebus pupuk subsidi bisa disebabkan oleh meningkatnya jumlah usulan.

“Peningkatan usulan sering terjadi karena kekhawatiran tidak kebagian pupuk subsidi. Padahal, pemerintah bisa melakukan realokasi bila diperlukan, jadi petani tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Pupuk Organik Kembali Disubsidi, Petani Diminta Manfaatkan Kesempatan Ini

Pemerintah resmi mengembalikan subsidi untuk pupuk organik sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada pangan nasional. Menurut Iyan, perhatian besar Presiden Prabowo terhadap sektor pertanian diwujudkan dengan langkah-langkah untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

“Swasembada pangan bisa tercapai kalau produktivitas tinggi, dan itu berawal dari tanah yang sehat. Pupuk organik berperan besar dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah,” ungkap Iyan.

Ia menambahkan, karena pupuk organik kini kembali disubsidi, petani diimbau tidak ragu untuk menebus dan menggunakannya. Pupuk ini pertama kali dikembangkan oleh Pupuk Indonesia Grup sejak 2005, masuk skema subsidi pada 2008, sempat dihentikan pada 2022, dan kini kembali mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

“Ini momen yang baik untuk memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen,” tambah Iyan.

Untuk memperkuat komitmen tersebut, Kementerian Pertanian bersama para penyuluh, petani, dan unsur pertanian lain menandatangani komitmen bersama penggunaan pupuk organik, termasuk penyediaan demplot pupuk organik di setiap kecamatan.

“Hari ini kita semua bersepakat memperluas penggunaan pupuk organik dan memastikan ada demplot di setiap kecamatan sebagai contoh penerapan,” kata Jekvy Hendra.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy course
download coolpad firmware
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: cobisnis.comData RDKK Pupuk Subsidi 2026Petani Jawa BaratPupuk Indonesia

Related Posts

Napi Narkoba Bakal Dipindahkan ke Pulau Kosong, Ini Rencana Yusril

Napi Narkoba Bakal Dipindahkan ke Pulau Kosong, Ini Rencana Yusril

by Hidayat Taufik
October 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, berencana memanfaatkan pulau-pulau tak berpenghuni di...

FIFA ASEAN Cup Berlanjut atau Berakhir jika Infantino Lengser?

FIFA ASEAN Cup Berlanjut atau Berakhir jika Infantino Lengser?

by Hidayat Taufik
October 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Masa depan FIFA ASEAN Cup menjadi tanda tanya apabila Gianni Infantino tidak lagi menjabat sebagai Presiden FIFA....

Konsumsi dan Ekspor Meningkat, Stok Menurun

Konsumsi dan Ekspor Meningkat, Stok Menurun

by Hidayat Taufik
October 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi CPO bulan Agustus 2026 mencapai 4.880 ribu ton, turun -0,50% dari bulan sebelumnya 4.904 ribu ton....

Gelar IPOC 2026, GAPKI Perkuat Peran Sawit sebagai Penopang Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Dunia yang Terfragmentasi

Gelar IPOC 2026, GAPKI Perkuat Peran Sawit sebagai Penopang Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Dunia yang Terfragmentasi

by Hidayat Taufik
October 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menggelar forum strategis tahunan yang menjadi barometer arah kebijakan dan...

Duduk Terlalu Lama Ternyata Bisa Bikin Leher Nyeri

Duduk Terlalu Lama Ternyata Bisa Bikin Leher Nyeri

by Hidayat Taufik
October 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Duduk terlalu lama menjadi bagian dari rutinitas banyak orang, khususnya mereka yang bekerja di depan komputer atau...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Asuransi Jasindo memperkuat peran sebagai mitra pengelolaan risiko melalui peningkatan kapabilitas, mitigasi risiko, dan tata kelola perusahaan.

Asuransi Jasindo Perkuat Peran Mitra Pengelolaan Risiko

October 9, 2026
Bank Mandiri menghadirkan layanan emas terintegrasi di Livin’ by Mandiri, mulai dari tabungan, jual beli, cicilan, hingga penarikan emas fisik.

Bank Mandiri Integrasikan Layanan Emas di Livin’

October 9, 2026
Mulai Semester II 2027, Minuman Manis Berpotensi Masuk Skema Cukai Baru

Mulai Semester II 2027, Minuman Manis Berpotensi Masuk Skema Cukai Baru

October 9, 2026
Suahasil Soroti Wacana Kenaikan PTKP, Ada Dampak ke Penerimaan Negara

Suahasil Soroti Wacana Kenaikan PTKP, Ada Dampak ke Penerimaan Negara

October 9, 2026
Napi Narkoba Bakal Dipindahkan ke Pulau Kosong, Ini Rencana Yusril

Napi Narkoba Bakal Dipindahkan ke Pulau Kosong, Ini Rencana Yusril

October 9, 2026
FIFA ASEAN Cup Berlanjut atau Berakhir jika Infantino Lengser?

FIFA ASEAN Cup Berlanjut atau Berakhir jika Infantino Lengser?

October 9, 2026
Pertamina Dorong B50 untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Dorong B50 untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

October 9, 2026
Kemendag Edukasi Pelaku DAMIU soal Kewajiban dan Larangan Usaha

Kemendag Edukasi Pelaku DAMIU soal Kewajiban dan Larangan Usaha

October 9, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved