• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Program Ngopi Doeloe dari PGE Bawa Kopi Ulubelu ke Pasar Eropa

H. Fuad by H. Fuad
September 18, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Program Ngopi Doeloe dari PGE Bawa Kopi Ulubelu ke Pasar Eropa

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjamurnya kedai-kedai kopi di Indonesia telah memacu meningkatnya konsumsi kopi nasional. Data Kementerian Pertanian menunjukkan, konsumsi kopi domestik naik 13,9 persen (year on year) mencapai 294 ribu ton pada 2020.

Ceruk pasar yang menggiurkan ini menarik minat para milenial. Mereka kini tak malu-malu lagi untuk menjadi petani. Seperti yang dilakukan Kukuh Diki Prasetia (30). Pemuda alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini memiliki lahan kopi seluas 100 hektare (ha) di Ulubelu, Tanggamus, Lampung. Dari lahannya ini, dia mampu memproduksi sekitar 100 ton kopi per tahun.

“Saya dulu awalnya 2013-2015 buka kedai kopi di Yogyakarta. Lalu 2016 pulang ke Lampung,” kata Kukuh.

Di kampung halamannya, Kukuh fokus mengembangkan perkebunan kopi, mulai saat tanam hingga pasca-panen. Bahkan, dia juga membangun kedai kopi berbasis edukasi di lahan rumahnya. Selain tempat ngopi, kedai Kopi Beloe miliknya juga kini menjadi mitra pemerintah daerah untuk mengedukasi para petani dan anak muda seantero negeri yang ingin menekuni bisnis kopi.

Misinya untuk meningkatkan kesejahteraan petani Ulubelu dan mengangkat kopi khas Lampung ini ke berbagai penjuru ini yang membuat PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) tertarik. Bersama Kukuh, PGE melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menciptakan program Ngopi Doeloe.

“Jadi awalnya 2018 itu rekan-rekan dari PGE suka ngopi di tempat saya. Kita ngobrol banyak, lalu kita dibantu dalam edukasi petani dan masyarakat Ulubelu dalam meningkatkan kualitas kopi dari sini,” cerita Kukuh.

Program Ngopi Doeloe ini merupakan inisiasi dari PGE dengan pemerintah setempat yang berfokus pada pengelolaan pasca-panen benih kopi dengan tujuan untuk menciptakan kemandirian petani kopi di Ulubelu dalam mengolah hasil panen sehingga berdampak pada harga jual kopi olahan yang lebih tinggi.

Berdasarkan data Social Maping pada 2019, sebanyak 83,3 persen penduduk Ulubelu memiliki profesi sebagai petani kopi, dimana para petani kopi belum memiliki edukasi yang cukup mengenai pengolahan pasca-panen sehingga menyebabkan para petani harus menjual benih kopi dengan harga yang lebih murah.

Program Ngopi Doeloe membantu para petani mulai dari pembibitan, perawatan, panen, sortasi biji, penjemuran, sangrai/Roasting, giling, pengemasan sampai dengan pemasaran dan pengolahan varian produk.

Selain itu, dari segi edukasi untuk para petani, PGE membentuk Rumah Belajar Kopi sebagai sarana bagi para petani untuk pengembangan pengetahuan kelompok petani dan masyarakat. Sedangkan, dari segi inovasi sejauh ini telah menghadirkan 3 inovasi yang membantu para petani untuk mengolah benih kopi seperti inovasi pengering kopi memanfaatkan panas dari brine, inovasi roasting hemat biaya, dan inovasi sortasi.

“Melalui program Ngopi Doeloe ini PGE bersama pemerintah setempat berkolaborasi melalui pengadaan alat produksi pasca panen, Rumah Belajar Kopi, pelatihan pasca-panen, inovasi mesin roasting, pembangunan mini-lab, mini coffee shop dan galeri penelitian kopi,” tambah Corporate Secretary PT PGE, Muhammad Baron.

Baron berharap, melalui program ini bisa membantu mewujudkan kemandirian petani, meningkatkan taraf perekonomian daerah serta ke depan Ulubelu dapat menjadi sentra produksi Kopi Robusta.

“PGE selalu berkomitmen untuk dapat maju bersama masyarakat dan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat sekitar area operasi. Hal ini selaras dengan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Raih Penghargaan ISDA-2021

Kerja keras Kukuh bersama PGE pun berbuah manis. Program Ngopi Doeloe berhasil meraih penghargaan pada kategori SDG’s 8.3.1 pada sektor pemberdayaan usaha/lembaga ekonomi masyarakat dalam ajang Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA-2021) yang telah mendapatkan apresiasi, penghargaan serta dukungan dari pemerintah.

Dukungan yang dilakukan PGE terhadap Kukuh merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam hal Environment, Social, and Governance (ESG). Seperti diketahui, ESG menjadi faktor utama untuk mengukur tingkat keberlanjutan dan dampak sosial dari investasi yang sudah dilakukan perusahaan. Tidak hanya itu, penerapan ESG, khususnya dari sisi environmental (lingkungan), sebagai wujud dari sebuah perusahaan dalam mendukung implementasi green economy.

Berkat program ini, kopi Ulubelu kini telah merambah internasional. Terjauh, Kopi Beloe sudah diekspor ke Italia. Bahkan, kini kopi asli Lampung ini menjadi pemasok salah satu kedai di Singapura.

“Tidak hanya itu, para petani di sini juga sudah tahu cara bagaimana mengolah kopi, dari mulai cara memetik kopi, cara menjemur, menyimpan hingga menghasilkan produk kopi yang berkualitas,” pungkas Kukuh.

Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download mobile firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
Tags: Bisnis kopiCobisnisKopi doeloePge

Related Posts

Sisa Kebakaran TPA Galuga Tinggal Kurang 1 Hektare Setelah 8 Hari Pemadaman

Sisa Kebakaran TPA Galuga Tinggal Kurang 1 Hektare Setelah 8 Hari Pemadaman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memasuki hari kedelapan. Area yang...

Telkomsel Gandeng MAP Hadirkan MAPrivilege untuk Pelanggan MyTelkomsel

Telkomsel Gandeng MAP Hadirkan MAPrivilege untuk Pelanggan MyTelkomsel

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Telkomsel dan PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAP meluncurkan MAPrivilege, program yang menghubungkan ekosistem digital Telkomsel dengan...

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana? Ini Daftar Lengkapnya

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana? Ini Daftar Lengkapnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bencana alam dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Karena itu, setiap keluarga perlu memiliki Tas Siaga...

Suahasil Nazara Ungkap Momen Mendadak Jadi Menteri Keuangan

Suahasil Nazara Ungkap Momen Mendadak Jadi Menteri Keuangan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Suahasil Nazara resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026)....

Resmi Jadi Menkeu, Segini Harta Kekayaan Suahasil Nazara

Resmi Jadi Menkeu, Segini Harta Kekayaan Suahasil Nazara

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
Pisang - pexels/Alleksana

Tingkat Kematangan Pisang Mempengaruhi Gula dan Serat

September 15, 2026
Sherly Tjoanda Geram, Setahun Menunggu Kepastian Lahan dari Kementerian Nusron

Sherly Tjoanda Geram, Setahun Menunggu Kepastian Lahan dari Kementerian Nusron

September 15, 2026
AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

Emmy Awards 2026 Umumkan Pemenang, “Widow’s Bay” dan “The Pitt” Jadi Sorotan

September 15, 2026
AS dan China Tampilkan Visi Berbeda soal Pengembangan Kecerdasan Buatan pada 2026

Senator Mitch McConnell Hadiri Sidang Senat untuk Pertama Kalinya Sejak Juni 2026

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved