• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 19, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Produksi Sawit Tembus 43 Juta Ton, GAPKI Gaungkan Replanting dan Inovasi Biofuel di IPOC 2025

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 13, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
IPOC Sawit GAPKI

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono membuka 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) dan 2026 Price Outlook dengan optimisme tinggi terhadap masa depan industri sawit nasional.

NUSA DUA, Cobisnis.com – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono membuka 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) dan 2026 Price Outlook dengan optimisme tinggi terhadap masa depan industri sawit nasional.

Dalam pidatonya, Eddy Martono menegaskan bahwa sawit bukan sekadar komoditas, melainkan pondasi utama surplus perdagangan Indonesia.

“Sebagai penggerak devisa utama negara, industri sawit telah membuktikan daya tahannya dan terus menjadi penopang ekonomi nasional,” ujar Eddy Martono di hadapan ratusan peserta konferensi IPOC 2025, Kamis (13/11/2025).

Eddy Martono menyebut, hingga September 2025, produksi minyak sawit Indonesia mencapai 43 juta ton, meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekspor termasuk CPO, oleokimia dan biodiesel, juga naik 13,4% menjadi lebih dari 25 juta ton, menghasilkan devisa senilai USD 27,3 miliar atau melonjak 40% dibanding tahun lalu.

Sementara konsumsi domestik tercatat 18,5 juta ton, sedikit lebih tinggi dari 17,6 juta ton pada 2024.

Namun, Eddy mengingatkan bahwa di balik capaian tersebut, produktivitas kebun rakyat dan perkebunan tua yang belum diremajakan menjadi tantangan utama. Ia menyerukan adanya “gerakan nasional replanting” untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri sawit.

“Kita tidak bisa menyalakan masa depan dengan mesin masa lalu. Peremajaan dan inovasi adalah kunci,” tegasnya.

Mengusung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy and Global Trade”, konferensi tahun ini menyoroti tiga medan penting yakni perdagangan global, tata kelola dan kebijakan biofuel.

Eddy menyoroti peluang besar dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia – Uni Eropa (IEU-CEPA) yang membuka akses pasar lebih luas, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan melalui regulasi EU Deforestation Regulation (EUDR).

“Kita tidak hanya harus mematuhi aturan baru, tetapi juga membuktikan bahwa standar keberlanjutan kita (ISPO) bisa menjadi acuan dunia. Ini bukan sekadar kepatuhan, tapi soal kedaulatan dan kebanggaan,” katanya.

Eddy Martono juga menegaskan bahwa kebijakan biofuel seperti B35 dan B40 merupakan “mahakarya tata kelola nasional” yang mampu memperkuat permintaan domestik, menurunkan emisi, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kebijakan biofuel telah membentuk pondasi permintaan yang stabil dan berkontribusi besar pada ekonomi hijau Indonesia,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap petani, GAPKI mengumumkan pemenang kompetisi koperasi petani sawit paling produktif tahun ini, yakni koperasi asal Kutai Timur, Kalimantan Timur, dengan produktivitas 37,4 ton TBS per hektare melampaui rata-rata nasional.

Selain itu, IPOC 2025 juga menyoroti inovasi generasi muda melalui “National Palm Oil Hackathon 2025”, yang diikuti 139 tim mahasiswa dari 35 universitas.

Tim BiFlow dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya keluar sebagai juara dengan inovasi “RAPIDS”, teknologi machine learning dan radar non-invasif untuk deteksi dini penyakit Ganoderma Boninense di kelapa sawit.

GAPKI juga meluncurkan inisiatif Elaeidobius Consortium, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, BPDPKS, PPKS, PIPPSI, dan TARI (Tanzania Agricultural Research Institute) untuk meningkatkan efisiensi penyerbukan alami melalui introduksi tiga spesies serangga penyerbuk.

“Kami optimistis kolaborasi ini akan mendorong produktivitas sawit Indonesia ke level baru yang lebih berkelanjutan,” ungkap Eddy.

Mengakhiri pidatonya, Eddy menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, dan peserta IPOC yang telah berkontribusi dalam menjadikan konferensi ini forum global paling bergengsi bagi industri sawit dunia.

“Mari kita jadikan tantangan hari ini sebagai peluang untuk masa depan yang lebih makmur dan berkelanjutan,” tutupnya.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy course
download lenevo firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: biofuelcobisnis.comGAPKIIndonesian Palm Oil ConferenceIPOCreplantingSawit

Related Posts

Anggaran Fantastis! Ini 10 Kementerian dan Lembaga dengan Pagu Terbesar di 2027

Anggaran Fantastis! Ini 10 Kementerian dan Lembaga dengan Pagu Terbesar di 2027

by Hidayat Taufik
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah telah menyusun rencana belanja untuk kementerian dan lembaga negara yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan...

F1 Singapura

F1 Singapura Siapkan Rencana Darurat Hadapi Ancaman Kabut Asap

by Desti Dwi Natasya
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pagelaran Formula 1 (F1) Grand Prix Singapura menghadapi ancaman kabut asap lintas batas dari Sumatera dan Kalimantan....

Mathilde Favier

Petinggi Dior Mathilde Favier Tewas dalam Kecelakaan Mobil di Prancis

by Desti Dwi Natasya
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Petinggi rumah mode Christian Dior, Mathilde Favier, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Deux-Sèvres, Prancis, pada Senin...

Makan Siang Sebaiknya Jam Berapa? Ini Waktu yang Dianjurkan Ahli Gizi

Makan Siang Sebaiknya Jam Berapa? Ini Waktu yang Dianjurkan Ahli Gizi

by Hidayat Taufik
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Makan siang bukan sekadar waktu untuk mengatasi rasa lapar. Menentukan waktu makan yang tepat juga dapat berhubungan...

Hayden Panettiere meninggal

Wladimir Klitschko Berduka atas Kepergian Hayden Panettiere, Kenang Sosok Ibu bagi Putrinya

by Desti Dwi Natasya
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan tunangan Hayden Panettiere, Wladimir Klitschko, menyampaikan duka mendalam setelah aktris tersebut meninggal dunia pada usia 36...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cuma Gara-Gara Perapian? Kebakaran Gunung Bromo Hanguskan 176 Hektare

Cuma Gara-Gara Perapian? Kebakaran Gunung Bromo Hanguskan 176 Hektare

August 8, 2026
Laga Chelsea Vs AC Milan di GBK Dikawal 1.200 Personel Gabungan

Laga Chelsea Vs AC Milan di GBK Dikawal 1.200 Personel Gabungan

August 8, 2026
Teddy Buka Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Sekolah Rakyat

Teddy Buka Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Sekolah Rakyat

August 8, 2026
Banjir Assam India Tewaskan 97 Orang Lebih dari 170.000 Warga Terdampak

Banjir Assam India Tewaskan 97 Orang Lebih dari 170.000 Warga Terdampak

August 8, 2026
Tom Holland Spider-Man

Film Spider-Man Cetak Rp35 Triliun, Tom Holland Kantongi Rp1,78 Triliun

August 19, 2026
Anggaran Fantastis! Ini 10 Kementerian dan Lembaga dengan Pagu Terbesar di 2027

Anggaran Fantastis! Ini 10 Kementerian dan Lembaga dengan Pagu Terbesar di 2027

August 19, 2026
F1 Singapura

F1 Singapura Siapkan Rencana Darurat Hadapi Ancaman Kabut Asap

August 19, 2026
Ilustrasi Bandara - pexels/Markus Winkler

Incheon jadi Bandara Tersibuk di Dunia untuk Penerbangan Internasional

August 19, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved