• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, May 1, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

PPN Multi-tarif Membahayakan: Menciptakan Kelas dan Strata Konsumen

Fathi by Fathi
June 14, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Kabar Gembira! Pemerintah Perluas Relaksasi PPnBM Kendaraan Bermotor

Pemerintah perluas relaksasi PPnBM kendaraan bermotor

JAKARTA, Cobisnis.com – Rencana perubahan pajak merupakan topik yang menarik dan perhatian masyarakat luas. Karena pajak memengaruhi kehidupan seluruh masyarakat. Apalagi terkait rencana kenaikan tarif dan perluasan barang kena Pajak Pertambahan Nilai atau PPN.

Khususnya PPN sembako, pendidikan, kesehatan, asuransi, dan lainnya yang menjadi soroton masyarakat luas. Karena akan menguras isi kantong masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

Perdebatan kenaikan tarif PPN (dari 10 persen menjadi 12 persen atau bahkan 15 persen) akan menjadi debat tanpa akhir. Alias debat kusir. Karena inti dari kebijakan ini adalah untuk mengisi kas negara yang sedang kosong dengan defisit besar.

Permasalahannya, apakah mengisi kas negara yang sedang kosong dengan PPN sudah tepat? Apa dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat,terutama yang berpendapatan rendah? Apa dampaknya terhadap kemiskinan?

Apalagi banyak pihak berpendapat bahwa kas negara kosong akibat pemberian berbagai fasilitas pajak, terutama kepada golongan masyarakat menengah atas. Seperti pengurangan pajak penjualan dan barang mewah (PPnBM). Dan berbagai pengurangan pajak lainnya sejak 2015. Dibungkus dalam paket kebijakan ekonomi. Termasuk Tax Amnesty.

Sedangkan paket kebijakan ekonomi yang sampai 16 jilid tersebut tidak menunjukkan hasil. Alias gagal. Pertumbuhan ekonomi tidak beranjak. Pertumbuhan pendapatan negara malah turun. Artinya, yang terjadi adalah pemborosan kas negara akibat pengurangan pajak.

Terjadi transfer payment dari pembayar pajak melalui negara ke masyarakat penerima pengurangan pajak. Yang notabene adalah masyarakat kelas atas.

Tetapi, ironi, yang harus menanggung kegagalan kebijakan tersebut, yang harus menanggung kas negara yang kosong, masyarakat golongan bawah. Melalui kenaikan dan perluasan PPN hingga sembako dan produk pertanian, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Memang masyarakat kelas bawah yang jumlahnya sangat besar menghabiskan sebagian besar penghasilannya untuk konsumsi bahan makanan pokok.

Rencana PPN ini sangat buruk bagi masyarakat. Karena PPN bersifat regresif. Artinya, masyarakat berpenghasilan rendah membayar (persentase) pajak lebih besar. Dan, semakin rendah penghasilannya, semakin besar persentase pajak yang dibayar dari penghasilan tersebut.

Pemerintah mencoba mengatasi ketidakadilan PPN ini dengan PPN multi-tarif. Katanya, barang konsumsi untuk masyarakat berkecukupan dapat dikenakan tarif PPN lebih tinggi. Barang konsumsi untuk masyarakat berkekurangan dikenakan tarif PPN lebih rendah. Sehingga adil. Katanya berargumen.

Dicontohkan, beras bisa diklasifikasi premium, medium dan sebagainya. Di mana tarif PPN bisa berbeda-beda. Atau jenis daging, ada daging wagyu atau daging di pasar. Juga bisa dikenakan tarif PPN yang berbeda.

Solusi PPN multi-tarif seperti digambarkan di atas justru berbahaya. Menunjukkan pemerintah tidak memahami permasalahan dan konsekuensi ekonomi politik fiskal dan perpajakan.

Pertama, keadilan pajak adalah persepsi. Kalau definisi adil adalah penghasilan besar harus membayar (persentase) pajak lebih besar, maka mekanisme adil ini hanya bisa dipenuhi dengan pajak penghasilan dengan tarif progresif. Seperti sekarang juga berlaku.

Tapi mungkin belum cukup. Sedangkan masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah membayar persentase pajak lebih rendah, bahkan tidak sama sekali.

Uang pajak dari pembayar pajak bisa digunakan untuk membantu masyarakat tidak mampu. Membantu biaya pendidikan, biaya kesehatan, atau subsidi-subsidi lain yang diperlukan untuk meringankan biaya hidup. Agar masyarakat tidak mampu bisa hidup lebih layak dan menikmati pendidikan dan kesehatan.

Mekanisme pajak penghasilan progresif dan redistribusi pendapatan (transfer payment) merupakan instrumen utama untuk mengatasi permasalahan kesenjangan sosial.

Dengan demikian, permasalahan keadilan pajak selesai di tingkat pajak penghasilan. Sisa penghasilan setelah pajak (disposable income) digunakan untuk konsumsi. Barang konsumsi ini bisa dikenakan pajak lagi yang dinamakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Karena keadilan pajak sudah selesai di tingkat Pajak Penghasilan, maka semua masyarakat mempunyai posisi yang sama, dan seharusnya membayar pajak yang juga sama, di tingkat pajak konsumsi: PPN.

Kalau PPN dibuat multi-tarif menurut golongan penghasilan, maka masyarakat secara langsung terbagi ke dalam kelas atau strata. Karena akan ada produk atau jasa untuk orang kaya dan orang miskin, dibedakan dengan tarif PPN.

Ada beras orang kaya dan beras orang miskin. Ada sekolah orang kaya dan sekolah orang miskin. Ada rumah sakit orang kaya dan rumah sakit orang miskin. Dan seterusnya. Seperti di jaman kolonial. Sungguh tidak terbayangkan betapa kacaunya Republik ini jadinya.

PPN multi-tarif yang biasa diterapkan di beberapa negara di atur menurut golongan barang. Untuk makanan, minuman dan kebutuhan sehari-hari bisa dikenakan PPN tarif rendah. Selain itu dikenakan PPN tarif tinggi. Tapi semua orang membayar tarif PPN yang sama. Sehingga masyarakat tidak terbagi ke dalam kelas dan strata.

Semoga pemerintah tidak gagal paham mengenai PPN multi-tarif, tidak gagal paham mengenai fungsi pajak penghasilan sebagai instrumen redistribusi pendapatan untuk mengatasi kesenjangan sosial. Semoga pemerintah dan DPR membatalkan rencana perluasan PPN ini.

Penulis:
Anthony Budiawan
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
download samsung firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
Tags: Cobisniskenaikan ppnopinitarif ppn

Related Posts

Roblox Resmi Patuh PP Tunas, Kini Ada 8 Platform yang Terapkan Pembatasan Usia di Indonesia

Roblox Resmi Patuh PP Tunas, Kini Ada 8 Platform yang Terapkan Pembatasan Usia di Indonesia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Platform gim Roblox resmi menjadi platform ke-8 yang mematuhi PP Tunas, regulasi perlindungan anak di ruang digital...

Garuda Indonesia Tembus Daftar Maskapai Terbaik Dunia 2026, Posisi 24 dari 25 Maskapai Global

Garuda Indonesia Tembus Daftar Maskapai Terbaik Dunia 2026, Posisi 24 dari 25 Maskapai Global

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Garuda Indonesia resmi masuk dalam daftar World's Best Airlines 2026 versi AirlineRatings.com. Maskapai pelat merah ini menempati...

Kabar Baik Buat Pelaku Usaha, DJP Beri Waktu Tambahan Lapor SPT Badan hingga Akhir Mei

Kabar Baik Buat Pelaku Usaha, DJP Beri Waktu Tambahan Lapor SPT Badan hingga Akhir Mei

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Direktorat Jenderal Pajak resmi memperpanjang batas waktu pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan badan hingga 31 Mei 2026....

Bukan Sekadar Pidato, Prabowo Siapkan Kebijakan Istimewa di Hari Buruh 1 Mei

Bukan Sekadar Pidato, Prabowo Siapkan Kebijakan Istimewa di Hari Buruh 1 Mei

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto dipastikan hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen...

Langkah Tegas Kantor Cabang BRI Surabaya Kaliasin, Oknum Pekerja Fraud Telah  di-PHK dan Serahkan Pada Proses Hukum

Langkah Tegas Kantor Cabang BRI Surabaya Kaliasin, Oknum Pekerja Fraud Telah di-PHK dan Serahkan Pada Proses Hukum

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - BRI Kantor Cabang Surabaya Kaliasin memberikan tanggapan resmi atas pemberitaan yang beredar terkait adanya oknum pekerja yang diduga...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Astra Agro

Penguatan SDM Industri Sawit, Astra Agro Lestari Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya

April 30, 2026
Pendapatan Naik 90%, Aden Indonesia Bidik Pertumbuhan Lebih Tinggi di 2026

Pendapatan Naik 90%, Aden Indonesia Bidik Pertumbuhan Lebih Tinggi di 2026

April 29, 2026
LIXIL

LIXIL Membuka Perspektif Baru Cara Mendesain Ruang Hidup yang Lebih Baik dan Berkelanjutan

April 30, 2026
Bukan Sekadar Pidato, Prabowo Siapkan Kebijakan Istimewa di Hari Buruh 1 Mei

Bukan Sekadar Pidato, Prabowo Siapkan Kebijakan Istimewa di Hari Buruh 1 Mei

April 30, 2026
Oppo Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra Resmi Dukung AirDrop via Quick Share

Pelanggan Berbayar Google Tembus 350 Juta, Cloud Jadi Penopang

May 1, 2026
Oppo Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra Resmi Dukung AirDrop via Quick Share

Dari Cokelat hingga Biru, Begini Proses Terbentuknya Warna Mata

May 1, 2026
FIFA Buka Suara Soal Mahal Tiket Piala Dunia 2026, Ini Kata Infantino

FIFA Buka Suara Soal Mahal Tiket Piala Dunia 2026, Ini Kata Infantino

May 1, 2026
KSBSI Apresiasi Kehadiran Prabowo di May Day, Dinilai Berpihak pada Buruh

KSBSI Apresiasi Kehadiran Prabowo di May Day, Dinilai Berpihak pada Buruh

May 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved