• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Petani Karet Masih Jadi Penopang Ekonomi di Banyak Daerah Indonesia

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 10, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Petani Karet Masih Jadi Penopang Ekonomi di Banyak Daerah Indonesia

JAKARTA, Cobisnis.com – Di balik industri besar dan hiruk pikuk kota, jutaan petani karet di Indonesia masih setia menoreh pohon di pagi hari. Mereka bukan sekadar penyadap getah, tapi penopang ekonomi daerah yang tak tergantikan, terutama di Sumatera dan Kalimantan.

Meski sering luput dari sorotan, karet tetap jadi komoditas penting di pasar global. Nilai ekspor karet dan produk olahannya mencapai USD 5–6 miliar per tahun, setara sekitar Rp 80–95 triliun. Angka ini menempatkan karet sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar di luar sektor migas.

Kontribusi karet terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional memang tidak setinggi dulu, tapi masih stabil di kisaran 1–1,5 persen. Di sektor pertanian perkebunan, porsinya bahkan mencapai 7–8 persen, menandakan peran vitalnya dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

Daerah seperti Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat masih menggantungkan hidup pada karet. Di wilayah-wilayah itu, sektor karet bisa menyumbang 20–40 persen terhadap ekonomi lokal. Uang dari hasil jual getah berputar di desa-desa, jadi penggerak utama ekonomi rakyat.

Menurut data Kementerian Pertanian, ada sekitar 2,5 hingga 3 juta petani karet di Indonesia. Jika dihitung dengan keluarganya, lebih dari 10 juta orang menggantungkan hidup dari sektor ini. Artinya, setiap fluktuasi harga karet dunia bisa langsung terasa di dapur rumah mereka.

Namun, perjalanan sektor karet tidak selalu mulus. Dalam sepuluh tahun terakhir, harga karet dunia cenderung menurun akibat permintaan global yang melambat dan persaingan dari karet sintetis. Banyak petani terpaksa beralih ke sawit karena dinilai lebih menguntungkan.

Pemerintah kini tengah mendorong hilirisasi untuk menambah nilai tambah. Produk-produk seperti ban kendaraan, sarung tangan medis, dan lateks olahan mulai dipacu agar ekspor tidak hanya dalam bentuk bahan mentah. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani dan daya saing nasional.

Di sisi lain, sektor karet juga berperan menjaga lingkungan. Kebun karet rakyat yang terawat baik membantu menyerap karbon, menahan erosi, dan menjaga keseimbangan ekosistem. Ini menjadikan petani karet bukan hanya penggerak ekonomi, tapi juga penjaga alam.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski tak sebesar sawit atau nikel, karet tetap punya tempat penting dalam struktur ekonomi Indonesia. Ketahanan sektor ini akan sangat bergantung pada inovasi, teknologi, dan dukungan pemerintah dalam memperkuat posisi petani di pasar global.

Di tengah tantangan global dan perubahan iklim, petani karet Indonesia tetap berdiri tegak. Mereka adalah wajah nyata dari ketahanan ekonomi lokal yang terus berdenyut meski sering kali tidak terlihat dari pusat kota.

Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
download redmi firmware
Premium WordPress Themes Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: CobisnisEkonomi daerahEkspor KaretPebisnismudaPetani Karet

Related Posts

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

Mulai Jam 2 Pagi, Kepala Dapur MBG Wajib Hadir di Lokasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Gizi Nasional atau BGN memperketat pengawasan dapur program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Kepala Satuan Pelayanan...

Kenapa Matahari Tampak Merah di Medan, BMKG Ungkap Penjelasannya

Kenapa Matahari Tampak Merah di Medan, BMKG Ungkap Penjelasannya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Fenomena Matahari yang tampak berwarna merah terlihat di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (6/9/2026). Badan Meteorologi,...

Penerbangan Kacau akibat Abu Anak Krakatau Kerugian Maskapai Rp19 Miliar per Hari

Penerbangan Kacau akibat Abu Anak Krakatau Kerugian Maskapai Rp19 Miliar per Hari

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai memberikan tekanan besar terhadap industri penerbangan. Indonesia National Air Carriers Association...

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026) pagi. Rupiah berada di level Rp17.645 per dolar...

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada semester I 2026. Laba bersih perusahaan mencapai Rp8,51...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI mendukung MotoGP Mandalika 2026 dengan memperkuat layanan keuangan syariah dan ekosistem pariwisata terintegrasi di NTB.

BSI Perkuat Ekosistem Wisata Syariah di Mandalika

September 8, 2026
Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun, Harga Pupuk Justru Turun

September 8, 2026
Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

September 8, 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.645 per Dolar AS pada Selasa Pagi

September 8, 2026
Gerindra Pimpin Elektabilitas Partai, PDI-P di Posisi Kedua

Gerindra Pimpin Elektabilitas Partai, PDI-P di Posisi Kedua

September 9, 2026
BMKG Ungkap Abu Anak Krakatau Kini Tak Menuju Jakarta

BMKG Ungkap Abu Anak Krakatau Kini Tak Menuju Jakarta

September 9, 2026
5 Wartawan Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Kapal Disebut Laik Berlayar

5 Wartawan Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Kapal Disebut Laik Berlayar

September 9, 2026
LKPP dan JAMKRINDO Perkuat Sinergi Pemanfaatan Layanan Penjaminan

LKPP dan JAMKRINDO Perkuat Sinergi Pemanfaatan Layanan Penjaminan

September 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved