• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, July 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi RI Harus Diiringi Pemenuhan Komitmen NZE

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
November 5, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Ekonomi Nasional Terus Menggeliat, Perbankan Syariah Mainkan Peranan Penting

JAKARTA, Cobisnis.com – Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Vivi Yulaswati menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia harus diiringi pemenuhan komitmen net zero emission/NZE ​​​​(emisi nol bersih).

“Kita tidak bisa tumbuh seperti yang lalu karena kondisi global (akibat adanya perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta penumpukan berbagai limbah dan polusi) dan kita juga termasuk yang mengikuti komitmen untuk net zero emission. Jadi, kita harus tumbuh setinggi-tingginya, tetapi harus lebih cleaner, lebih bersih. Inilah yang kemudian membuat kita harus bertransformasi secara ekonomi,” ujarnya dalam Indonesia Energy Transition Dialogue 2024 di Jakarta, Senin 4 November.

Dalam Perjanjian Paris 2015, negara-negara berkomitmen membatasi rata-rata kenaikan suhu global menjadi di bawah 2 derajat Celcius (2C) di atas level pra-industri, dan menargetkan 1,5 derajat (1.5C). Para ilmuwan telah mengatakan bahwa melewati batas 1.5C berisiko melepaskan efek perubahan iklim yang parah pada manusia, alam dan ekosistem.

Karena itu, ditargetkan pemangkasan emisi karbon (CO2) menjadi nol bersih (net zero) pada tahun 2050.

Di sisi lain, Indonesia perlu meningkatkan pertumbuhan ekonomi mengingat telah masuk kategori negara berpendapatan menengah selama 30 tahun walaupun sempat menjadi golongan menengah atas pada tahun 1997 dan 2019, tetapi kembali lagi ke posisi semula karena ada krisis ekonomi 1998 dan pandemi COVID-19.

Umumnya, negara yang berada lebih dari 30 tahun pada posisi sama akan terjebak selamanya di kategori tersebut. Dalam rangka Indonesia tidak mengikuti langkah Argentina yang sudah terjebak di posisi itu, lanjutnya, maka pemerintah menargetkan pencapaian visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara maju.

Upaya menjadi negara maju tidak hanya mementingkan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga perlu dibarengi dengan pengurangan emisi karbon.

“Kalau kita transformasi ekonomi sama net zero emission, itu effort-nya harus lebih gede. Pada saat kita bicara hilirisasi sumber daya alam, kita bicara tentang industrialisasi yang harusnya sudah terjadi kemarin-kemarin, di mana kita tidak terlalu diributin kalau kita pakai coal (batu bara), itu sekarang tidak bisa (karena batu bara itu energi kotor akibat banyak menghasilkan gas rumah kaca/GRK). Oleh sebab itu, karena kita harus tumbuh setinggi-tingginya, tapi lebih bersih, dan kita memerlukan transformasi di semua aspek,” ucap Vivi.

Indonesia sendiri disebut telah menyiapkan dokumen iklim kedua atau Second Nationally Determined Contribution (NDC) sesuai dengan kondisi saat ini. Di dalam dokumen itu, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi sampai dengan 2030 ditargetkan sebesar 31,89 persen dengan upaya sendiri dan ditingkatkan hingga 43,2 persen apabila mendapatkan dukungan internasional.

“Kalau berbicara mengenai NDC, di mana kita memenuhi komitmen kita dan sekarang terus di enhance, untuk mengakselerasi, tentunya juga sejalan dengan semangat meng-enhance, mempercepat pencapaian net zero itu yang dilakukan oleh banyak pihak. Tidak hanya negara, tetapi juga berbagai perusahaan-perusahaan besar,” kata dia.

Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang telah menjadi Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024, pemerintah juga telah menargetkan penurunan intensitas GRK sebesar 93,5 persen pada tahun 2045.

“Kita harus bertransformasi menuju energi bersih, mulai meninggalkan coal, kemudian mengembangkan berbagai energi terbarukan. Tentunya kalau melihat dari sisi perkembangan teknologi, inovasi yang ada, investasi yang ada, tentunya ini membuka optimisme kita untuk bergerak ke arah yang lebih cleaner,” ungkapnya.

Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
udemy free download
download coolpad firmware
Download WordPress Themes
free online course
Tags: cobisnis.comNzePertumbuhan Ekonomi

Related Posts

AS Terapkan Tarif 50% pada Barang Kanada, Berlaku dalam 30 Hari

Trump Pertimbangkan Menunda Nominasi Todd Blanche Sebagai Jaksa Agung AS

by Zahra Zahwa
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan siap menarik sementara nominasi Todd Blanche sebagai jaksa agung. Langkah itu...

Nirmal Purja dan Sembilan Pendaki Hilang Setelah Longsoran Salju di Broad Peak

Nirmal Purja dan Sembilan Pendaki Hilang Setelah Longsoran Salju di Broad Peak

by Zahra Zahwa
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pendaki gunung kelas dunia asal Nepal, Nirmal Purja, diduga hilang setelah longsoran salju menerjang tim pendaki di...

Rencana FIFA Buka Kepemilikan Swasta Ditolak, Federasi Sepak Bola Inggris: Piala Dunia Bukan untuk Dijual

Rencana FIFA Buka Kepemilikan Swasta Ditolak, Federasi Sepak Bola Inggris: Piala Dunia Bukan untuk Dijual

by Hidayat Taufik
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Federasi Sepak Bola Inggris menyatakan penolakan terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino yang disebut ingin membuka peluang...

Jadwal Piala AFF 2026 Hari Ini: Indonesia vs Timor Leste dan Vietnam vs Singapura

Yusril: Pemerintah Patuh Putusan MK, Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan

by Desti Dwi Natasya
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memastikan akan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipisahkan...

Tak Pernah Diguyur Hujan Bertahun-tahun, Ini 9 Wilayah Paling Kering di Dunia

Tak Pernah Diguyur Hujan Bertahun-tahun, Ini 9 Wilayah Paling Kering di Dunia

by Hidayat Taufik
July 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Hujan menjadi bagian dari siklus cuaca yang terjadi di hampir seluruh wilayah di dunia. Meski begitu, ada...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp21,41 Triliun ke 162 Ribu UMKM pada Semester I 2026

July 30, 2026
Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun pada Semester I 2026

July 30, 2026
AS Dikabarkan Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

AS Dikabarkan Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

July 30, 2026
Pramono Siapkan Modifikasi Cuaca usai Jakarta Hampir Tiga Pekan Tanpa Hujan

Pramono Siapkan Modifikasi Cuaca usai Jakarta Hampir Tiga Pekan Tanpa Hujan

July 30, 2026
AS Terapkan Tarif 50% pada Barang Kanada, Berlaku dalam 30 Hari

Trump Pertimbangkan Menunda Nominasi Todd Blanche Sebagai Jaksa Agung AS

July 31, 2026
Yen Menguat Signifikan terhadap Dolar AS Diduga Dipicu Intervensi Jepang

Yen Menguat Signifikan terhadap Dolar AS Diduga Dipicu Intervensi Jepang

July 31, 2026
Usai Perry Warjiyo Mundur BI Tegaskan Fokus Jaga Rupiah Tetap Sama

Usai Perry Warjiyo Mundur BI Tegaskan Fokus Jaga Rupiah Tetap Sama

July 31, 2026
Nirmal Purja dan Sembilan Pendaki Hilang Setelah Longsoran Salju di Broad Peak

Nirmal Purja dan Sembilan Pendaki Hilang Setelah Longsoran Salju di Broad Peak

July 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved