• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, February 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Perempuan dengan Hubungan Keluarga Jubir Gedung Putih Mengaku Tak Bertemu Anaknya Sejak Ditahan ICE

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 15, 2025
in News
0
Perempuan dengan Hubungan Keluarga Jubir Gedung Putih Mengaku Tak Bertemu Anaknya Sejak Ditahan ICE

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang perempuan yang memiliki hubungan keluarga dengan juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengaku belum bertemu kembali dengan anaknya sejak dirinya ditahan oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat. Bruna Ferreira, warga keturunan Brasil berusia 33 tahun, mengatakan penahanannya oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) membuatnya terpisah dari putranya yang berusia 11 tahun.

Ferreira ditangkap pada 12 November lalu di dekat Boston, Massachusetts, saat ia sedang bergegas menjemput anaknya dari sekolah. Ia mengaku dihentikan oleh kendaraan tanpa tanda dan dikerumuni sejumlah orang yang kemudian diketahui sebagai agen imigrasi federal. Para agen tersebut langsung menyebut namanya, sesuatu yang menurut Ferreira terasa janggal karena seolah-olah identitas dan alamatnya telah diketahui sebelumnya.

Saat dibawa ke Kantor Polisi Revere untuk verifikasi identitas, Ferreira panik dan berusaha menghubungi kontak darurat agar ada yang menjemput putranya. Ia mengatakan ketakutan terbesar saat itu adalah memastikan anaknya tidak terlantar.

Ferreira diketahui pernah bertunangan dengan ayah anaknya, Michael Leavitt, yang merupakan saudara laki-laki Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih saat ini. Setelah ditahan, Ferreira menjalani masa penahanan imigrasi selama 26 hari dan dipindahkan ke fasilitas di empat negara bagian berbeda sebelum akhirnya ditempatkan di Pusat Pemrosesan ICE Louisiana Selatan, lebih dari 1.500 kilometer dari lokasi penangkapannya.

Ia mengaku selama masa penahanan tidak pernah bisa berbicara dengan anaknya. Ferreira mengatakan dirinya bertemu banyak ibu lain yang mengalami nasib serupa dan mereka saling menguatkan lewat doa untuk bertahan dalam situasi yang ia sebut sebagai “mengerikan”.

Awal pekan ini, seorang hakim imigrasi memerintahkan pembebasan Ferreira dengan jaminan sebesar 1.500 dolar AS, jumlah terendah yang diperbolehkan oleh hukum. Meski telah kembali ke Massachusetts, Ferreira masih diwajibkan mengenakan alat pemantau GPS dan melakukan laporan berkala kepada ICE. Ia juga mengaku belum bisa bertemu anaknya karena ayah sang anak belum membawanya menemuinya.

Ferreira menyebut dirinya telah tinggal di Amerika Serikat sejak usia enam tahun dan selama ini berupaya mendapatkan kartu penduduk tetap. Ia membantah tudingan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) yang menyebutnya memiliki catatan kriminal, dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pelanggaran hukum.

Dalam wawancara tersebut, Ferreira juga menyampaikan pesan langsung kepada Karoline Leavitt, yang diketahui merupakan ibu baptis anaknya. Ia mempertanyakan bagaimana perasaan seorang ibu jika mengalami situasi serupa, di mana seorang anak harus terpisah dari ibunya akibat penahanan imigrasi.

Sementara itu, DHS menyatakan Ferreira berada di AS secara ilegal karena melebihi masa tinggal visa turis sejak 1999. Namun pengacara Ferreira membantah pernyataan tersebut dan menyebut kliennya pernah menjadi penerima program DACA, meski kemudian gagal memperpanjang statusnya. Menurut kuasa hukum, Ferreira adalah ibu tunggal yang menjalankan usaha, membayar pajak, dan menjadi korban pelabelan yang tidak adil oleh pemerintah.

Kasus ini menyoroti kembali isu penahanan imigran dan pemisahan keluarga di Amerika Serikat, yang menurut Ferreira masih terus terjadi dan menimbulkan dampak besar bagi perempuan dan anak-anak.

Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download micromax firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
Tags: Amerika Serikatcobisnis.comICEImigrasiAS

Related Posts

Persidangan Pengadaan Chromebook: Isu Rp809 Miliar dan Konflik Kepentingan Dibantah di Ruang Sidang

Komdigi dan Indosat Luncurkan Sahabat-AI, Platform Kecerdasan Buatan yang Dirancang Khusus untuk Indonesia

by Dwi Natasya
February 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi memperkenalkan Sahabat-AI, platform kecerdasan...

Persidangan Pengadaan Chromebook: Isu Rp809 Miliar dan Konflik Kepentingan Dibantah di Ruang Sidang

Persidangan Pengadaan Chromebook: Isu Rp809 Miliar dan Konflik Kepentingan Dibantah di Ruang Sidang

by Dwi Natasya
February 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sidang lanjutan perkara pengadaan laptop Chromebook pada 23 Februari 2026 menghadirkan sejumlah fakta penting di persidangan. Keterangan...

Menkes Tegaskan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Sentuh Warga Miskin

Menkes Tegaskan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Sentuh Warga Miskin

by Hidayat Taufik
February 25, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa rencana penyesuaian iuran BPJS Kesehatan tidak akan berdampak pada masyarakat...

Laporan BRIN Ungkap Motif Ekonomi Dibalik Klaim Masyarakat Adat Cek Bocek Senilai 7 Triliun

Perkuat Efisiensi Perjalanan Dinas, ITDC Teken Kerja Sama TMC dengan IAS Property Indonesia

by Dwi Natasya
February 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT IAS Property Indonesia melalui penandatanganan Perjanjian...

Laporan BRIN Ungkap Motif Ekonomi Dibalik Klaim Masyarakat Adat Cek Bocek Senilai 7 Triliun

Laporan BRIN Ungkap Motif Ekonomi Dibalik Klaim Masyarakat Adat Cek Bocek Senilai 7 Triliun

by Dwi Natasya
February 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kajian lintas disiplin yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terhadap komunitas Cek Bocek Selesek Reen...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Ilustrasi aduan saham MTN

MNC Kapital Diterpa Keluhan soal MTN, Ada 60.000 Aduan

February 24, 2026
Persidangan Pengadaan Chromebook: Isu Rp809 Miliar dan Konflik Kepentingan Dibantah di Ruang Sidang

Komdigi dan Indosat Luncurkan Sahabat-AI, Platform Kecerdasan Buatan yang Dirancang Khusus untuk Indonesia

February 25, 2026
Persidangan Pengadaan Chromebook: Isu Rp809 Miliar dan Konflik Kepentingan Dibantah di Ruang Sidang

Persidangan Pengadaan Chromebook: Isu Rp809 Miliar dan Konflik Kepentingan Dibantah di Ruang Sidang

February 25, 2026
Menkes Tegaskan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Sentuh Warga Miskin

Menkes Tegaskan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Sentuh Warga Miskin

February 25, 2026
Laporan BRIN Ungkap Motif Ekonomi Dibalik Klaim Masyarakat Adat Cek Bocek Senilai 7 Triliun

Perkuat Efisiensi Perjalanan Dinas, ITDC Teken Kerja Sama TMC dengan IAS Property Indonesia

February 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved