• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, January 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Penyintas Rohingya Kenang Tenggelamnya Kapal Maut, Lebih Banyak Jenazah Ditemukan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
November 12, 2025
in Humaniora
0
Penyintas Rohingya Kenang Tenggelamnya Kapal Maut, Lebih Banyak Jenazah Ditemukan

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya kapal yang membawa anggota minoritas Muslim Rohingya dari Myanmar meningkat menjadi 27 orang pada Selasa (12/11). Seorang penyintas mengenang perjalanan mengerikan yang membuatnya terapung selama berhari-hari di Laut Andaman.

“Saya melihat satu orang meninggal. Mereka tenggelam,” kata Iman Sharif kepada wartawan tak lama setelah diselamatkan dan ditahan oleh otoritas Malaysia. Iman menceritakan bahwa ia berada di kapal besar selama delapan hari sebelum dipindahkan ke kapal yang lebih kecil berisi sekitar 70 orang. Tak lama setelah itu, kapal kecil tersebut tenggelam dan ia bertahan dengan berpegangan pada puing kapal selama beberapa hari sebelum terdampar di sebuah pulau di Malaysia.

Otoritas Malaysia dan Thailand telah memperluas pencarian terhadap puluhan orang yang masih hilang di perairan dekat perbatasan kedua negara. Pada Selasa, sembilan jenazah kembali ditemukan, termasuk satu di Thailand, menurut laporan pejabat setempat.

Selama bertahun-tahun, banyak warga Rohingya menempuh perjalanan berbahaya menggunakan perahu kayu rapuh untuk melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar atau dari kamp pengungsi yang padat di Bangladesh menuju Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

Sejak Sabtu, 13 penyintas ditemukan di perairan Malaysia, sementara 12 jenazah ditemukan pada Senin, kata Romli Mustafa, direktur regional Badan Maritim Malaysia. Ia menambahkan bahwa otoritas Thailand sebelumnya menemukan sembilan jenazah, meski pejabat di Provinsi Satun kemudian memperbarui jumlah menjadi enam.

Myanmar yang mayoritas beragama Buddha membantah tuduhan pelanggaran terhadap etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, namun tetap menolak memberikan kewarganegaraan kepada mereka dan menyebut kelompok tersebut sebagai imigran ilegal dari Asia Selatan.

Otoritas Malaysia menyebut sekitar 300 orang menaiki kapal menuju Malaysia dua minggu lalu dan dipindahkan ke dua kapal pada Kamis. Salah satu kapal kecil tenggelam, sementara nasib sekitar 230 orang di kapal lainnya masih belum diketahui. Operasi pencarian di Malaysia akan berlanjut hingga Sabtu, sementara tim penyelamat Thailand memperluas pencarian di sekitar Pulau Koh Tarutao, tempat sebagian besar jenazah ditemukan.

Menurut Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), lebih dari 5.300 orang Rohingya telah berlayar meninggalkan Myanmar dan Bangladesh antara Januari hingga awal November tahun ini, dengan lebih dari 600 orang dilaporkan tewas atau hilang. Kedua lembaga tersebut menyerukan kerja sama internasional yang lebih besar untuk membantu para penyintas dan mencari solusi politik yang dapat mengakhiri krisis serta konflik di Myanmar.

“Selama penyebab utama pengungsian paksa di Myanmar belum terselesaikan, para pengungsi akan terus menempuh perjalanan berbahaya demi mencari keselamatan,” kata pernyataan bersama UNHCR dan IOM.

Seringnya kedatangan kapal Rohingya yang dioperasikan oleh penyelundup manusia telah menimbulkan kekhawatiran di kawasan Asia Tenggara, terutama bagi Malaysia dan Indonesia yang menentang perlakuan Myanmar terhadap etnis minoritas tersebut. Malaysia, yang tidak mengakui status pengungsi, dalam beberapa tahun terakhir mulai menolak kapal-kapal Rohingya dan menahan mereka sebagai bagian dari penertiban imigran ilegal.

Joe Freeman, peneliti Myanmar dari Amnesty International, menyerukan agar pemerintah di kawasan mengambil tindakan nyata untuk menangani krisis kapal Rohingya.

“Kami berharap pemerintah di kawasan Malaysia, Thailand, dan lainnya mengizinkan Rohingya untuk mendarat, mengoordinasikan operasi pencarian dan penyelamatan, serta tidak mengusir mereka kembali ke laut di mana mereka akan menghadapi bahaya yang lebih besar,” ujarnya.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
udemy free download
download lenevo firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: aseancobisnis.comMyanmarPengungsiRohingya

Related Posts

Shin Eun Soo dan Yoo Seon Ho Resmi Berpacaran, Hubungan Terjalin Sejak Akhir 2025

Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026 Menurut Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

by Desti Dwi Natasya
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia mulai menyiapkan diri untuk menjalankan ibadah...

Shin Eun Soo dan Yoo Seon Ho Resmi Berpacaran, Hubungan Terjalin Sejak Akhir 2025

Awas Dampak Banjir, Ini 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadai

by Desti Dwi Natasya
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah titik. Genangan air...

Longsor Cisarua Bandung Barat: 55 Korban Berhasil Dievakuasi, Pencarian Masih Berlanjut

Longsor Cisarua Bandung Barat: 55 Korban Berhasil Dievakuasi, Pencarian Masih Berlanjut

by Hidayat Taufik
January 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Proses pencarian korban longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus dilakukan meski cuaca ekstrem...

Rakernas PSI Digelar Hari Ini di Makassar, Ini Alasan Prabowo Tak Diundang

Rakernas PSI Digelar Hari Ini di Makassar, Ini Alasan Prabowo Tak Diundang

by Hidayat Taufik
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan...

KAI Logistik Angkut 2,5 Juta Ton Kontainer Sepanjang 2025, Naik 8 Persen

KAI Logistik Angkut 2,5 Juta Ton Kontainer Sepanjang 2025, Naik 8 Persen

by Iwan Supriyatna
January 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat pertumbuhan volume angkutan kontainer sebesar 8% sepanjang 2025, dari 2,3...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Juragan Kucek

Juragan Kucek Tutup Gerai Mendadak, Mitra dan Konsumen Merugi

January 20, 2026
RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

RLCO Masuk Suspend di Tengah Gejolak Pasar Saham

January 28, 2026
Shin Eun Soo dan Yoo Seon Ho Resmi Berpacaran, Hubungan Terjalin Sejak Akhir 2025

Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026 Menurut Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

January 30, 2026
AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS dan Campaign Melangkah Pasti

January 29, 2026
Shin Eun Soo dan Yoo Seon Ho Resmi Berpacaran, Hubungan Terjalin Sejak Akhir 2025

Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026 Menurut Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

January 30, 2026
Shin Eun Soo dan Yoo Seon Ho Resmi Berpacaran, Hubungan Terjalin Sejak Akhir 2025

Awas Dampak Banjir, Ini 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadai

January 30, 2026
Longsor Cisarua Bandung Barat: 55 Korban Berhasil Dievakuasi, Pencarian Masih Berlanjut

Longsor Cisarua Bandung Barat: 55 Korban Berhasil Dievakuasi, Pencarian Masih Berlanjut

January 30, 2026
Rakernas PSI Digelar Hari Ini di Makassar, Ini Alasan Prabowo Tak Diundang

Rakernas PSI Digelar Hari Ini di Makassar, Ini Alasan Prabowo Tak Diundang

January 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved