• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Penyintas Rohingya Kenang Tenggelamnya Kapal Maut, Lebih Banyak Jenazah Ditemukan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
November 12, 2025
in Humaniora
0
Penyintas Rohingya Kenang Tenggelamnya Kapal Maut, Lebih Banyak Jenazah Ditemukan

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya kapal yang membawa anggota minoritas Muslim Rohingya dari Myanmar meningkat menjadi 27 orang pada Selasa (12/11). Seorang penyintas mengenang perjalanan mengerikan yang membuatnya terapung selama berhari-hari di Laut Andaman.

“Saya melihat satu orang meninggal. Mereka tenggelam,” kata Iman Sharif kepada wartawan tak lama setelah diselamatkan dan ditahan oleh otoritas Malaysia. Iman menceritakan bahwa ia berada di kapal besar selama delapan hari sebelum dipindahkan ke kapal yang lebih kecil berisi sekitar 70 orang. Tak lama setelah itu, kapal kecil tersebut tenggelam dan ia bertahan dengan berpegangan pada puing kapal selama beberapa hari sebelum terdampar di sebuah pulau di Malaysia.

Otoritas Malaysia dan Thailand telah memperluas pencarian terhadap puluhan orang yang masih hilang di perairan dekat perbatasan kedua negara. Pada Selasa, sembilan jenazah kembali ditemukan, termasuk satu di Thailand, menurut laporan pejabat setempat.

Selama bertahun-tahun, banyak warga Rohingya menempuh perjalanan berbahaya menggunakan perahu kayu rapuh untuk melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar atau dari kamp pengungsi yang padat di Bangladesh menuju Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

Sejak Sabtu, 13 penyintas ditemukan di perairan Malaysia, sementara 12 jenazah ditemukan pada Senin, kata Romli Mustafa, direktur regional Badan Maritim Malaysia. Ia menambahkan bahwa otoritas Thailand sebelumnya menemukan sembilan jenazah, meski pejabat di Provinsi Satun kemudian memperbarui jumlah menjadi enam.

Myanmar yang mayoritas beragama Buddha membantah tuduhan pelanggaran terhadap etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, namun tetap menolak memberikan kewarganegaraan kepada mereka dan menyebut kelompok tersebut sebagai imigran ilegal dari Asia Selatan.

Otoritas Malaysia menyebut sekitar 300 orang menaiki kapal menuju Malaysia dua minggu lalu dan dipindahkan ke dua kapal pada Kamis. Salah satu kapal kecil tenggelam, sementara nasib sekitar 230 orang di kapal lainnya masih belum diketahui. Operasi pencarian di Malaysia akan berlanjut hingga Sabtu, sementara tim penyelamat Thailand memperluas pencarian di sekitar Pulau Koh Tarutao, tempat sebagian besar jenazah ditemukan.

Menurut Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), lebih dari 5.300 orang Rohingya telah berlayar meninggalkan Myanmar dan Bangladesh antara Januari hingga awal November tahun ini, dengan lebih dari 600 orang dilaporkan tewas atau hilang. Kedua lembaga tersebut menyerukan kerja sama internasional yang lebih besar untuk membantu para penyintas dan mencari solusi politik yang dapat mengakhiri krisis serta konflik di Myanmar.

“Selama penyebab utama pengungsian paksa di Myanmar belum terselesaikan, para pengungsi akan terus menempuh perjalanan berbahaya demi mencari keselamatan,” kata pernyataan bersama UNHCR dan IOM.

Seringnya kedatangan kapal Rohingya yang dioperasikan oleh penyelundup manusia telah menimbulkan kekhawatiran di kawasan Asia Tenggara, terutama bagi Malaysia dan Indonesia yang menentang perlakuan Myanmar terhadap etnis minoritas tersebut. Malaysia, yang tidak mengakui status pengungsi, dalam beberapa tahun terakhir mulai menolak kapal-kapal Rohingya dan menahan mereka sebagai bagian dari penertiban imigran ilegal.

Joe Freeman, peneliti Myanmar dari Amnesty International, menyerukan agar pemerintah di kawasan mengambil tindakan nyata untuk menangani krisis kapal Rohingya.

“Kami berharap pemerintah di kawasan Malaysia, Thailand, dan lainnya mengizinkan Rohingya untuk mendarat, mengoordinasikan operasi pencarian dan penyelamatan, serta tidak mengusir mereka kembali ke laut di mana mereka akan menghadapi bahaya yang lebih besar,” ujarnya.

Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download micromax firmware
Free Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: aseancobisnis.comMyanmarPengungsiRohingya

Related Posts

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan pergeseran jabatan terhadap 88 personel Polri yang terdiri atas perwira tinggi...

Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Rumah H.O.S. Tjokroaminoto di Peneleh, Surabaya, menjadi salah satu tempat yang mempertemukan sejumlah tokoh yang kelak memiliki...

Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi kepada dua organisasi amal yang beroperasi di Prancis. Keduanya dituding terhubung...

Dokter Ingatkan 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Gigi Cepat Bolong

Dokter Ingatkan 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Gigi Cepat Bolong

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kesehatan gigi bukan hanya ditentukan oleh rutinitas menyikat gigi. Kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi gigi dan...

Tambahan Waktu Laga Indonesia Dipertanyakan Malaysia, FIFA Diminta Jelaskan

Tambahan Waktu Laga Indonesia Dipertanyakan Malaysia, FIFA Diminta Jelaskan

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kemenangan telak Timnas Indonesia 9-2 atas Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026 menimbulkan polemik mengenai tambahan waktu...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukan Sekadar Estetik, Desain Hunian Juga Harus Punya Nilai Bisnis

Bukan Sekadar Estetik, Desain Hunian Juga Harus Punya Nilai Bisnis

October 2, 2026
KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

October 2, 2026
Tokoh Agama hingga Tokoh Perempuan Isi Jajaran Wantimpres Prabowo

Tokoh Agama hingga Tokoh Perempuan Isi Jajaran Wantimpres Prabowo

October 2, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri menghadirkan promo serba 28 berupa diskon, cashback hingga Rp2,8 juta, bonus Livin’poin, dan 280 hadiah kejutan.

Bank Mandiri Tebar Promo Serba 28

October 2, 2026
2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

October 3, 2026
Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

October 3, 2026
Makanan Kaleng - pexels/Towfiqu barbhuiya

3 Pola Makan yang Dapat Mengurangi Paparan Bahan Kimia Plastik dalam Tubuh

October 3, 2026
Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

October 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved