• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, July 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Penyintas Rohingya Kenang Tenggelamnya Kapal Maut, Lebih Banyak Jenazah Ditemukan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
November 12, 2025
in Humaniora
0
Penyintas Rohingya Kenang Tenggelamnya Kapal Maut, Lebih Banyak Jenazah Ditemukan

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya kapal yang membawa anggota minoritas Muslim Rohingya dari Myanmar meningkat menjadi 27 orang pada Selasa (12/11). Seorang penyintas mengenang perjalanan mengerikan yang membuatnya terapung selama berhari-hari di Laut Andaman.

“Saya melihat satu orang meninggal. Mereka tenggelam,” kata Iman Sharif kepada wartawan tak lama setelah diselamatkan dan ditahan oleh otoritas Malaysia. Iman menceritakan bahwa ia berada di kapal besar selama delapan hari sebelum dipindahkan ke kapal yang lebih kecil berisi sekitar 70 orang. Tak lama setelah itu, kapal kecil tersebut tenggelam dan ia bertahan dengan berpegangan pada puing kapal selama beberapa hari sebelum terdampar di sebuah pulau di Malaysia.

Otoritas Malaysia dan Thailand telah memperluas pencarian terhadap puluhan orang yang masih hilang di perairan dekat perbatasan kedua negara. Pada Selasa, sembilan jenazah kembali ditemukan, termasuk satu di Thailand, menurut laporan pejabat setempat.

Selama bertahun-tahun, banyak warga Rohingya menempuh perjalanan berbahaya menggunakan perahu kayu rapuh untuk melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar atau dari kamp pengungsi yang padat di Bangladesh menuju Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

Sejak Sabtu, 13 penyintas ditemukan di perairan Malaysia, sementara 12 jenazah ditemukan pada Senin, kata Romli Mustafa, direktur regional Badan Maritim Malaysia. Ia menambahkan bahwa otoritas Thailand sebelumnya menemukan sembilan jenazah, meski pejabat di Provinsi Satun kemudian memperbarui jumlah menjadi enam.

Myanmar yang mayoritas beragama Buddha membantah tuduhan pelanggaran terhadap etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, namun tetap menolak memberikan kewarganegaraan kepada mereka dan menyebut kelompok tersebut sebagai imigran ilegal dari Asia Selatan.

Otoritas Malaysia menyebut sekitar 300 orang menaiki kapal menuju Malaysia dua minggu lalu dan dipindahkan ke dua kapal pada Kamis. Salah satu kapal kecil tenggelam, sementara nasib sekitar 230 orang di kapal lainnya masih belum diketahui. Operasi pencarian di Malaysia akan berlanjut hingga Sabtu, sementara tim penyelamat Thailand memperluas pencarian di sekitar Pulau Koh Tarutao, tempat sebagian besar jenazah ditemukan.

Menurut Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), lebih dari 5.300 orang Rohingya telah berlayar meninggalkan Myanmar dan Bangladesh antara Januari hingga awal November tahun ini, dengan lebih dari 600 orang dilaporkan tewas atau hilang. Kedua lembaga tersebut menyerukan kerja sama internasional yang lebih besar untuk membantu para penyintas dan mencari solusi politik yang dapat mengakhiri krisis serta konflik di Myanmar.

“Selama penyebab utama pengungsian paksa di Myanmar belum terselesaikan, para pengungsi akan terus menempuh perjalanan berbahaya demi mencari keselamatan,” kata pernyataan bersama UNHCR dan IOM.

Seringnya kedatangan kapal Rohingya yang dioperasikan oleh penyelundup manusia telah menimbulkan kekhawatiran di kawasan Asia Tenggara, terutama bagi Malaysia dan Indonesia yang menentang perlakuan Myanmar terhadap etnis minoritas tersebut. Malaysia, yang tidak mengakui status pengungsi, dalam beberapa tahun terakhir mulai menolak kapal-kapal Rohingya dan menahan mereka sebagai bagian dari penertiban imigran ilegal.

Joe Freeman, peneliti Myanmar dari Amnesty International, menyerukan agar pemerintah di kawasan mengambil tindakan nyata untuk menangani krisis kapal Rohingya.

“Kami berharap pemerintah di kawasan Malaysia, Thailand, dan lainnya mengizinkan Rohingya untuk mendarat, mengoordinasikan operasi pencarian dan penyelamatan, serta tidak mengusir mereka kembali ke laut di mana mereka akan menghadapi bahaya yang lebih besar,” ujarnya.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
Tags: aseancobisnis.comMyanmarPengungsiRohingya

Related Posts

Penggeledahan di 12 Lokasi, Polisi Sita Emas, Valas, dan Uang Tunai Miliaran

Penggeledahan di 12 Lokasi, Polisi Sita Emas, Valas, dan Uang Tunai Miliaran

by Hidayat Taufik
July 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah barang bukti yang diamankan dari 12 lokasi penggeledahan dalam penyidikan dugaan suap,...

Laga Hidup Mati! Spanyol dan Belgia Berebut Tiket Semifinal Piala Dunia 2026

Laga Hidup Mati! Spanyol dan Belgia Berebut Tiket Semifinal Piala Dunia 2026

by Hidayat Taufik
July 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Timnas Spanyol akan menghadapi Belgia pada laga perempat final Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Los...

KPEI Perkenalkan Direksi Periode 2026–2030, Fokus Perkuat Fungsi CCP

KPEI Perkenalkan Direksi Periode 2026–2030, Fokus Perkuat Fungsi CCP

by Rizki Meirino
July 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menggelar Temu Wartawan untuk memperkenalkan jajaran Direksi periode 2026–2030 sekaligus memaparkan...

BSI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah Tenor hingga 30 Tahun

BSI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah Tenor hingga 30 Tahun

by Rizki Meirino
July 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas akses pembiayaan...

Dua Arca Bersejarah Indonesia Dipulangkan dari AS Usai Terbukti Diperdagangkan Ilegal

Dua Arca Bersejarah Indonesia Dipulangkan dari AS Usai Terbukti Diperdagangkan Ilegal

by Hidayat Taufik
July 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengembalikan dua arca Buddha kuno asal Indonesia yang sebelumnya masuk dalam jaringan perdagangan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Siapa Ferry Yanto alias Boboho? Namanya Dikaitkan dengan Jampidsus dan Kafe de’Clan

Siapa Ferry Yanto alias Boboho? Namanya Dikaitkan dengan Jampidsus dan Kafe de’Clan

July 10, 2026
BSI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah Tenor hingga 30 Tahun

BSI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah Tenor hingga 30 Tahun

July 10, 2026
Finlandia Tolak Klaim Trump atas Greenland, Tegaskan Kedaulatan Denmark

Spesifikasi Xiaomi 18 Pro Terungkap, Usung Baterai 7.000 mAh dan Kamera 200 MP

July 10, 2026
Sempat Terseok, Belgia Kini Menggila dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Sempat Terseok, Belgia Kini Menggila dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

July 10, 2026
Penggeledahan di 12 Lokasi, Polisi Sita Emas, Valas, dan Uang Tunai Miliaran

Penggeledahan di 12 Lokasi, Polisi Sita Emas, Valas, dan Uang Tunai Miliaran

July 11, 2026
Laga Hidup Mati! Spanyol dan Belgia Berebut Tiket Semifinal Piala Dunia 2026

Laga Hidup Mati! Spanyol dan Belgia Berebut Tiket Semifinal Piala Dunia 2026

July 11, 2026
KPEI Perkenalkan Direksi Periode 2026–2030, Fokus Perkuat Fungsi CCP

KPEI Perkenalkan Direksi Periode 2026–2030, Fokus Perkuat Fungsi CCP

July 10, 2026
BSI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah Tenor hingga 30 Tahun

BSI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah Tenor hingga 30 Tahun

July 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved