JAKARTA, Cobisnis.com – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan dalam penyusunan kurikulum pendidikan tinggi di sektor pertanian, terutama untuk perkebunan kelapa sawit.
Hal tersebut juga merupakan langkah dalam rangka memajukan sektor perkebunan yang menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional tersebut dan kampus yang berlokasi di Malang itu menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Restrukturisasi Kurikulum PS S2 Entomologi Pertanian dan PS Patologi Tumbuhan 2026” di kampus Universitas Brawijaya, Malang, 29 April 2026.
Ketua Program Studi Entomologi Universitas Brawijaya, Ahmad Rizali, menilai penyesuaian kurikulum penting untuk menjawab kebutuhan industri. Ia mengatakan, masukan dari pelaku usaha diperlukan agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan.
“Perubahan kurikulum perlu menyesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan dunia usaha juga membuka peluang penguatan riset aplikatif sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Pertanian jumlah tenaga kerja yang terserap pada industri sawit mengalami peningkatan yakni dari 12,5 juta orang pada tahun 2015 menjadi sekitar 16,5 juta orang pada tahun 2024.
Dari 16,5 juta tenaga kerja yang terserap pada perkebunan kelapa sawit Indonesia tersebut, sebanyak 9,7 juta orang merupakan tenaga kerja langsung. Angka tersebut terdiri dari 5,2 juta orang tenaga kerja perkebunan kelapa sawit rakyat dan 4,5 juta karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit negara-swasta.
Direktur Astra Agro Lestari, Bandung Sahari, menilai sinergi antara dunia usaha dan akademik menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan di sektor perkebunan kelapa sawit yang menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia.
“Kolaborasi antara pelaku usaha dan universitas sangat penting, terutama dalam menghasilkan penelitian yang aplikatif, seperti pengendalian hama dan penyakit tanaman di perkebunan kelapa sawit,” katanya.
Bandung menilai pemahaman agroekologi menjadi sangat krusial dalam pengelolaan perkebunan sawit yang memiliki skala luas dan kompleksitas lanskap. Karena itu, kurikulum pendidikan perlu dirancang agar mampu menjawab tantangan tersebut.
Selain penguatan aspek teknis, Astra Agro Lestari juga mendorong peningkatan soft skill mahasiswa sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem saintis yang kompetitif di tingkat global.
“Kita perlu bersama-sama membangun ekosistem saintis yang mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.
Ia menambahkan, perusahaan terbuka untuk berbagi pengetahuan serta menjalin kolaborasi riset dengan perguruan tinggi, termasuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa agar lebih dekat dengan kondisi riil di lapangan.
Partisipasi PT Astra Agro Lestari Tbk, dalam FGD ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor perkebunan nasional.













