JAKARTA, Cobisnis.com – Penelitian terbaru mengungkap fakta baru tentang Tasmanian tiger atau thylacine, predator yang telah punah hampir satu abad lalu di Australia. Temuan ini menunjukkan bahwa hewan tersebut memiliki pola makan yang lebih khusus dari yang selama ini diyakini.
Selama bertahun-tahun, Tasmanian tiger dianggap mirip dengan serigala. Kemiripan bentuk tubuh dan tengkoraknya membuat banyak orang percaya hewan itu menjadi ancaman bagi ternak.
Namun, penelitian yang terbit di jurnal Nature Communications menunjukkan dugaan tersebut kemungkinan tidak tepat. Para peneliti menemukan bahwa Tasmanian tiger memiliki adaptasi makan yang berbeda dari predator modern seperti serigala.
Karena itu, kemampuan hewan tersebut untuk memburu ternak kemungkinan lebih terbatas dibandingkan anggapan yang berkembang pada masa lalu.
Pemimpin penelitian, Vera Weisbecker, menjelaskan bahwa para kolonis Inggris di Tasmania sering membandingkan satwa lokal dengan hewan yang mereka kenal di Eropa. Akibatnya, Tasmanian tiger dianggap sebagai versi lokal dari serigala.
Pandangan tersebut kemudian memicu kekhawatiran terhadap keselamatan ternak. Setelah itu, pemerintah kolonial menerapkan sistem hadiah bagi warga yang berhasil memburu hewan tersebut.
Sementara itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa Tasmanian tiger memiliki karakteristik biologis yang unik. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa hewan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan citra predator ternak yang selama ini melekat padanya.
Selain mengungkap sisi baru dari spesies yang telah punah, penelitian ini juga menunjukkan bagaimana kesalahpahaman terhadap satwa liar dapat berdampak besar. Dalam kasus Tasmanian tiger, persepsi yang keliru diduga ikut berperan dalam mendorong kepunahannya.













