• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, September 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Peneliti IPB Sebut Sawit Hidupi 16,5 Juta Tenaga Kerja di IPOC 2025

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 13, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ilustrasi sawit

Ilustrasi petani memanen kelapa sawit.

NUSA DUA, Cobisnis.com – Kajian terbaru dari Center for Palm Oil Studies IPB University menegaskan bahwa kelapa sawit tidak lagi sekadar komoditas pertanian, melainkan telah menjadi pilar strategis ekonomi dan diplomasi Indonesia di tingkat global.

Dalam laporan bertajuk “Indonesia’s Palm Oil Landscape 2025: The Backbone of National Economy and Sovereignty”, para peneliti IPB, Budi Mulyanto dan Mutiara Panjaitan, menyoroti bahwa industri sawit Indonesia kini mencakup 16,8 juta hektare, terbesar di dunia dengan 42 persen di antaranya dikelola oleh pekebun kecil saat event Indonesian Palm Oil Conference 2025 atau IPOC 2025 di Bali, Kamis (13/11/2025).

Sektor ini berkontribusi hingga USD 30–40 miliar per tahun dan menopang lebih dari 16,5 juta tenaga kerja, menjadikannya tulang punggung ekonomi sekaligus instrumen geopolitik negara.

Kajian tersebut menilai bahwa sawit kini berada di jantung persaingan global antara pangan, energi, dan iklim. Negara-negara maju menggunakan kebijakan seperti EUDR (EU Deforestation Regulation), ESG, hingga RSPO dan ISCC sebagai alat pengaruh ekonomi.

Dalam konteks ini, Indonesia memosisikan sawit sebagai alat diplomasi geostrategis melalui forum ASEAN, BRICS, dan G7 untuk memperjuangkan standar keberlanjutan yang adil dan tidak diskriminatif.

“Ketahanan hukum domestik adalah sumber kekuatan geopolitik global,” tulis laporan tersebut.

Sekitar 6 juta hektare lahan sawit rakyat, banyak di antaranya merupakan lahan transmigrasi sejak 1980-an, kini menghadapi ketidakpastian hukum akibat perubahan klasifikasi kawasan hutan berdasarkan PP 45/2025.

Situasi ini memicu “kepanikan hukum” di tingkat akar rumput dan kegelisahan pasar di tingkat nasional. Para peneliti menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menegakkan keadilan spasial dan melindungi hak kepemilikan warga melalui instrumen seperti PPTPKH, TORA, dan PTSL—yang sejauh ini masih menunjukkan capaian rendah.

Kajian IPB menemukan bahwa lebih dari 30 kementerian dan lembaga terlibat dalam pengelolaan sektor sawit, dari hulu hingga hilir, tanpa satu otoritas tunggal.

Kondisi ini memunculkan tumpang tindih kewenangan, disharmoni kebijakan, perbedaan data, serta ketidakpastian investasi.

“Ketidakpastian hukum muncul bukan hanya dari status lahan, tetapi juga dari aturan plasma, batas kepemilikan, hingga harga tandan buah segar (TBS),” ungkap laporan itu.

Peneliti IPB menyebut bahwa tekanan global dan konflik regulasi domestik telah memicu reformasi struktural tata kelola sawit nasional.

Reformasi ini berpijak pada Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan sumber daya alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Visi reformasi dirumuskan sebagai transisi “dari fragmentasi menuju integrasi konstitusional”, yang menuntut penyatuan tata kelola, produktivitas, diplomasi, dan perdagangan sawit di bawah koordinasi terpadu.

Laporan IPB mengusulkan pembentukan Badan Sawit Nasional (National Palm Oil Board) sebagai otoritas tunggal yang akan mengintegrasikan koordinasi antar kementerian—dari Kementerian Pertanian, Perdagangan, hingga Investasi.

Badan ini akan berlandaskan prinsip “One Map – One Data – One Authority” dengan tujuan menciptakan kepastian hukum, konsistensi fiskal, dan stabilitas diplomatik.

Para peneliti menyebut reformasi ini bukan sinyal krisis, melainkan transisi menuju kejelasan dan stabilitas jangka panjang yang memberi kepastian bagi investor dan pelaku usaha.

5 Pilar Reformasi Sawit Nasional (versi IPB University):

Kepastian Hukum dan Lahan – legalisasi kepemilikan untuk seluruh pelaku usaha.

Konsistensi Kebijakan dan Regulasi – harmonisasi hukum dan sinkronisasi data sawit nasional.

Tata Kelola Berkelanjutan – penegakan kepatuhan dan akuntabilitas lingkungan.

Keadilan Sosial dan Kemitraan Pekebun – sistem insentif dan pembagian nilai yang berkeadilan.

Hilirisasi dan Kedaulatan Ekonomi – peningkatan nilai tambah dan pengakuan global ISPO-RSPO-EUDR.

“Reformasi sawit bukan sekadar kebijakan sektor, melainkan gerakan konstitusional menuju kedaulatan ekonomi,” simpul laporan IPB University tersebut.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
download lenevo firmware
Free Download WordPress Themes
lynda course free download
Tags: cobisnis.comIndonesian Palm Oil ConferenceIPBIPOC 2025Sawittenaga kerja

Related Posts

Sebelum Hilang Kontak, Komdigi Deteksi 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sebesi

Sebelum Hilang Kontak, Komdigi Deteksi 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sebesi

by Hidayat Taufik
September 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Upaya pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau terus dilakukan. Kementerian Komunikasi...

Andrea Bocelli membawa perayaan 30 tahun album Romanza ke Indonesia melalui dua konser di Borobudur dan JIExpo Jakarta.

30 Tahun Romanza: Album Andrea Bocelli yang Mengubah Segalanya

by Dwi Natasya
September 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tiga puluh tahun setelah dirilis, album Romanza kembali menjadi sorotan melalui perayaan Romanza 30th Anniversary World Tour...

Diduga Pesta Miras, Sejumlah Pemuda Ditemukan Tertidur di Jalan Lenteng Agung

Diduga Pesta Miras, Sejumlah Pemuda Ditemukan Tertidur di Jalan Lenteng Agung

by Hidayat Taufik
September 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah pemuda ditemukan tertidur di pinggir jalan kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2026) pagi. Mereka diduga...

LRT Jakarta mulai uji coba operasional dan layanan rute Kelapa Gading–Manggarai pada hari Kamis 10 September 2026. (Dok: X/lrtjkt)

Pemprov DKI Siapkan Rp600 Miliar LRT Dukuh Atas

by Desti Dwi Natasya
September 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp600 miliar lebih untuk melanjutkan pembangunan LRT Jakarta dari Manggarai menuju...

5 Makanan Pilihan untuk Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat

5 Makanan Pilihan untuk Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat

by Hidayat Taufik
September 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, menambah perhatian terhadap kualitas...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prudential Indonesia Raih Premi Rp12,2 Triliun

Prudential Indonesia Raih Premi Rp12,2 Triliun

September 11, 2026
Entitas Merdeka Gold (EMAS) dan BKSDA Sulut Perkuat Konservasi Cagar Alam Panua

Entitas Merdeka Gold (EMAS) dan BKSDA Sulut Perkuat Konservasi Cagar Alam Panua

September 11, 2026
Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat GRC sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat GRC sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

September 11, 2026
Pencarian 5 Jurnalis Masuk Hari Keempat, Gubernur Banten Ikut Turun ke Laut

Pencarian 5 Jurnalis Masuk Hari Keempat, Gubernur Banten Ikut Turun ke Laut

September 11, 2026
Ilustrasi Membersihkan Kulkas - pexels/Kevin Malik

Cara Mudah Bersihkan Rak Kulkas dari Noda Lengket Bekas Makanan dan Minuman

September 12, 2026
Sebelum Hilang Kontak, Komdigi Deteksi 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sebesi

Sebelum Hilang Kontak, Komdigi Deteksi 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sebesi

September 12, 2026
Andrea Bocelli membawa perayaan 30 tahun album Romanza ke Indonesia melalui dua konser di Borobudur dan JIExpo Jakarta.

30 Tahun Romanza: Album Andrea Bocelli yang Mengubah Segalanya

September 12, 2026
Diduga Pesta Miras, Sejumlah Pemuda Ditemukan Tertidur di Jalan Lenteng Agung

Diduga Pesta Miras, Sejumlah Pemuda Ditemukan Tertidur di Jalan Lenteng Agung

September 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved