• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, May 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Peneliti IPB Sebut Sawit Hidupi 16,5 Juta Tenaga Kerja di IPOC 2025

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 13, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ilustrasi sawit

Ilustrasi petani memanen kelapa sawit.

NUSA DUA, Cobisnis.com – Kajian terbaru dari Center for Palm Oil Studies IPB University menegaskan bahwa kelapa sawit tidak lagi sekadar komoditas pertanian, melainkan telah menjadi pilar strategis ekonomi dan diplomasi Indonesia di tingkat global.

Dalam laporan bertajuk “Indonesia’s Palm Oil Landscape 2025: The Backbone of National Economy and Sovereignty”, para peneliti IPB, Budi Mulyanto dan Mutiara Panjaitan, menyoroti bahwa industri sawit Indonesia kini mencakup 16,8 juta hektare, terbesar di dunia dengan 42 persen di antaranya dikelola oleh pekebun kecil saat event Indonesian Palm Oil Conference 2025 atau IPOC 2025 di Bali, Kamis (13/11/2025).

Sektor ini berkontribusi hingga USD 30–40 miliar per tahun dan menopang lebih dari 16,5 juta tenaga kerja, menjadikannya tulang punggung ekonomi sekaligus instrumen geopolitik negara.

Kajian tersebut menilai bahwa sawit kini berada di jantung persaingan global antara pangan, energi, dan iklim. Negara-negara maju menggunakan kebijakan seperti EUDR (EU Deforestation Regulation), ESG, hingga RSPO dan ISCC sebagai alat pengaruh ekonomi.

Dalam konteks ini, Indonesia memosisikan sawit sebagai alat diplomasi geostrategis melalui forum ASEAN, BRICS, dan G7 untuk memperjuangkan standar keberlanjutan yang adil dan tidak diskriminatif.

“Ketahanan hukum domestik adalah sumber kekuatan geopolitik global,” tulis laporan tersebut.

Sekitar 6 juta hektare lahan sawit rakyat, banyak di antaranya merupakan lahan transmigrasi sejak 1980-an, kini menghadapi ketidakpastian hukum akibat perubahan klasifikasi kawasan hutan berdasarkan PP 45/2025.

Situasi ini memicu “kepanikan hukum” di tingkat akar rumput dan kegelisahan pasar di tingkat nasional. Para peneliti menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menegakkan keadilan spasial dan melindungi hak kepemilikan warga melalui instrumen seperti PPTPKH, TORA, dan PTSL—yang sejauh ini masih menunjukkan capaian rendah.

Kajian IPB menemukan bahwa lebih dari 30 kementerian dan lembaga terlibat dalam pengelolaan sektor sawit, dari hulu hingga hilir, tanpa satu otoritas tunggal.

Kondisi ini memunculkan tumpang tindih kewenangan, disharmoni kebijakan, perbedaan data, serta ketidakpastian investasi.

“Ketidakpastian hukum muncul bukan hanya dari status lahan, tetapi juga dari aturan plasma, batas kepemilikan, hingga harga tandan buah segar (TBS),” ungkap laporan itu.

Peneliti IPB menyebut bahwa tekanan global dan konflik regulasi domestik telah memicu reformasi struktural tata kelola sawit nasional.

Reformasi ini berpijak pada Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan sumber daya alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Visi reformasi dirumuskan sebagai transisi “dari fragmentasi menuju integrasi konstitusional”, yang menuntut penyatuan tata kelola, produktivitas, diplomasi, dan perdagangan sawit di bawah koordinasi terpadu.

Laporan IPB mengusulkan pembentukan Badan Sawit Nasional (National Palm Oil Board) sebagai otoritas tunggal yang akan mengintegrasikan koordinasi antar kementerian—dari Kementerian Pertanian, Perdagangan, hingga Investasi.

Badan ini akan berlandaskan prinsip “One Map – One Data – One Authority” dengan tujuan menciptakan kepastian hukum, konsistensi fiskal, dan stabilitas diplomatik.

Para peneliti menyebut reformasi ini bukan sinyal krisis, melainkan transisi menuju kejelasan dan stabilitas jangka panjang yang memberi kepastian bagi investor dan pelaku usaha.

5 Pilar Reformasi Sawit Nasional (versi IPB University):

Kepastian Hukum dan Lahan – legalisasi kepemilikan untuk seluruh pelaku usaha.

Konsistensi Kebijakan dan Regulasi – harmonisasi hukum dan sinkronisasi data sawit nasional.

Tata Kelola Berkelanjutan – penegakan kepatuhan dan akuntabilitas lingkungan.

Keadilan Sosial dan Kemitraan Pekebun – sistem insentif dan pembagian nilai yang berkeadilan.

Hilirisasi dan Kedaulatan Ekonomi – peningkatan nilai tambah dan pengakuan global ISPO-RSPO-EUDR.

“Reformasi sawit bukan sekadar kebijakan sektor, melainkan gerakan konstitusional menuju kedaulatan ekonomi,” simpul laporan IPB University tersebut.

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
download mobile firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: cobisnis.comIndonesian Palm Oil ConferenceIPBIPOC 2025Sawittenaga kerja

Related Posts

Bocoran Vivo X Fold 6, Kamera 200MP dan Chip Baru

Togg Gandeng CATL Kembangkan Mobil Listrik Baru

by Desti Dwi Natasya
May 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Produsen kendaraan listrik asal Turki, Togg, resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan baterai asal China, CATL. Kerja...

Bocoran Vivo X Fold 6, Kamera 200MP dan Chip Baru

Bocoran Vivo X Fold 6, Kamera 200MP dan Chip Baru

by Desti Dwi Natasya
May 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Satu lagi ponsel lipat yang siap meramaikan pasar tahun ini adalah vivo X Fold 6. Perangkat terbaru...

Pasar Saham Global Bangkit Karena AI Walau Krisis Iran Belum Mereda

Pasar Saham Global Bangkit Karena AI Walau Krisis Iran Belum Mereda

by Zahra Zahwa
May 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pasar saham global kembali menguat meski perang Iran masih menekan pasokan energi dunia. Bursa saham di Amerika...

Bocoran Vivo X Fold 6, Kamera 200MP dan Chip Baru

Pramono Siapkan CFD Baru di Kawasan Rasuna Said

by Desti Dwi Natasya
May 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menjadikan kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, sebagai lokasi baru pelaksanaan Car...

Google Siapkan AI Kesehatan Yang Bisa Terhubung Ke Apple Watch

Google Siapkan AI Kesehatan Yang Bisa Terhubung Ke Apple Watch

by Zahra Zahwa
May 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Google memperluas persaingan AI kesehatan dengan membuka dukungan untuk perangkat dari rival seperti Apple dan Garmin. Perusahaan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Burung Indonesia Rilis Film Dokumenter Jejak Wallacea

QR Antar Negara BYOND by BSI Kini Bisa Digunakan di China

May 7, 2026
LINE Bank Hadirkan Fitur Investasi Reksa Dana untuk Nasabah

LINE Bank Hadirkan Fitur Investasi Reksa Dana untuk Nasabah

May 7, 2026
Peneliti Privasi Bongkar Chrome Simpan File AI 4 GB Secara Diam-Diam di Perangkat Penggun

Peneliti Privasi Bongkar Chrome Simpan File AI 4 GB Secara Diam-Diam di Perangkat Penggun

May 7, 2026
Kampus Mulai Tolak Program MBG 2026, Akademisi Soroti Peran Universitas

Kampus Mulai Tolak Program MBG 2026, Akademisi Soroti Peran Universitas

May 7, 2026
Bocoran Vivo X Fold 6, Kamera 200MP dan Chip Baru

Togg Gandeng CATL Kembangkan Mobil Listrik Baru

May 8, 2026
BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

May 8, 2026
Bocoran Vivo X Fold 6, Kamera 200MP dan Chip Baru

Bocoran Vivo X Fold 6, Kamera 200MP dan Chip Baru

May 8, 2026
Pasar Saham Global Bangkit Karena AI Walau Krisis Iran Belum Mereda

Pasar Saham Global Bangkit Karena AI Walau Krisis Iran Belum Mereda

May 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved