JAKARTA, Cobisnis.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat selama dua hari berturut-turut dan memicu gejolak di pasar modal Indonesia. Di tengah situasi tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Iman Rachman sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar yang terjadi dalam dua hari terakhir. Ia menilai langkah tersebut perlu diambil demi menjaga kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional.
“IHSG mengalami tekanan signifikan dua hari kemarin. Sebagai Direktur Utama BEI dan sebagai bentuk tanggung jawab saya, saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan ini,” ujar Iman dalam pernyataan resminya.
IHSG diketahui mengalami penurunan tajam hingga memicu kekhawatiran investor, khususnya investor ritel. Volatilitas tinggi membuat aktivitas perdagangan terganggu dan sentimen pasar memburuk dalam waktu singkat.
Tekanan di pasar saham terjadi di tengah kombinasi faktor global dan domestik. Isu aliran dana asing, kekhawatiran investor terhadap risiko global, serta sentimen negatif dari indeks internasional turut membebani pergerakan IHSG.
Di sisi lain, perdagangan saham sempat mengalami pembatasan aktivitas akibat tekanan ekstrem. Kondisi ini menambah kecemasan pelaku pasar yang khawatir terhadap stabilitas jangka pendek pasar modal Indonesia.
Iman Rachman menyampaikan harapannya agar keputusan tersebut bisa menjadi langkah awal pemulihan kepercayaan pasar. Ia berharap BEI ke depan dapat memperkuat tata kelola dan menjaga stabilitas perdagangan.
“Saya berharap ini adalah yang terbaik bagi pasar modal Indonesia, dan semoga ke depan pasar kita bisa menjadi lebih baik,” lanjutnya.
BEI sendiri menegaskan bahwa operasional bursa tetap berjalan normal. Koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan lain terus dilakukan untuk menjaga ketertiban dan transparansi pasar.
Pelaku pasar menilai pengunduran diri Dirut BEI sebagai langkah simbolik yang kuat di tengah krisis kepercayaan. Namun, sebagian investor menilai pemulihan IHSG tetap bergantung pada perbaikan sentimen dan kebijakan yang lebih luas.
Ke depan, pasar menunggu langkah lanjutan dari otoritas terkait, termasuk penunjukan pelaksana tugas pimpinan BEI serta kebijakan stabilisasi untuk meredam gejolak pasar.














