• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pasar Karbon Biru Jadi Peluang Baru, ASEAN-Jepang Buka Jalan Investasi Hijau di Kawasan

Saeful Imam by Saeful Imam
May 22, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Pasar Karbon Biru Jadi Peluang Baru, ASEAN-Jepang Buka Jalan Investasi Hijau di Kawasan

“Lamun dan lahan gambut merupakan salah satu solusi berbasis alam yang paling efektif dan terjangkau untuk mengurangi perubahan iklim,” kata Norimasa Shimomura, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia.

JAKARTA, COBISNIS.COM – ASEAN, Pemerintah Jepang, dan UNDP secara resmi meluncurkan Proyek ASEAN Blue Carbon and Finance Profiling (ABCF) hari ini di Jakarta, yang menandai terobosan untuk memperkuat pengelolaan ekosistem karbon biru yang berkelanjutan. Pengembangan profil karbon biru adalah proses identifikasi, pemetaan, dan penilaian karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir dan laut, dengan menggunakan pendekatan sains, teknologi satelit, dan penilaian lapangan. Inisiatif ambisius ini bertujuan untuk mengembangkan solusi pembiayaan inovatif yang mendorong ketahanan iklim dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh kawasan ASEAN dan Timor Leste.

Didanai oleh Pemerintah Jepang dan dilaksanakan oleh UNDP Indonesia berkoordinasi dengan ASEAN Coordinating Task Force on Blue Economy (ACTF-BE), Proyek ASEAN Blue Carbon and Finance Profiling (ABCF) sejalan dengan tujuan Kerangka Kerja Ekonomi Biru ASEAN. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas teknis dalam menilai stok karbon, mengembangkan profil karbon biru yang kuat, dan mengintegrasikan strategi karbon biru ke dalam rencana pembangunan nasional dan regional di ASEAN dan Timor Leste.

Berdasarkan Proyek Inovasi Ekonomi Biru ASEAN sebelumnya, yang juga didukung oleh Pemerintah Jepang, Proyek ABCF menggarisbawahi komitmen ASEAN terhadap ekonomi biru yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan menyelaraskan kebijakan, pembiayaan, dan pendekatan berbasis sains, proyek ini mendorong pengembangan potensi iklim dan ekonomi ekosistem laut dan pesisir yang belum dimanfaatkan.

Ekonomi biru telah menjadi pendorong penting dalam pertumbuhan sekaligus mendorong kelestarian ekosistem sumber daya air di kawasan ASEAN,” kata Satvinder Singh, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN. “Pasar karbon biru, meskipun masih dalam tahap awal, mulai muncul sebagai sumber pendapatan potensial bagi negara-negara yang berinvestasi dalam konservasi dan restorasi. Proyek ABCF akan mendukung Negara-Negara Anggota dalam mengembangkan kebijakan yang strategis, berbasis ilmu pengetahuan, dan siap dari sisi pembiayaan untuk membuka potensi penuh dari ekosistem karbon biru.”

Asia Tenggara merupakan rumah bagi sekitar 33% padang lamun dunia dan hampir 40% lahan gambut tropis yang telah diketahui, yang mewakili sekitar 6% sumber daya lahan gambut global. Meskipun berperan penting dalam mitigasi iklim, ekosistem ini masih kurang dimanfaatkan karena kesenjangan teknis, finansial, dan kebijakan.

“Jepang merasa terhormat untuk mendukung inisiatif penting ini,” kata KIYA Masahiko, Duta Besar Jepang untuk ASEAN. “Proyek ini mencerminkan komitmen mendalam kami terhadap ketahanan iklim, perlindungan ekosistem, dan kolaborasi regional. Bersama-sama, melalui kolaborasi dan kemitraan strategis, kita dapat membangun platform regional untuk mengukur karbon biru dan pembiayaan sektor biru guna mendukung aksi iklim dan pertumbuhan berkelanjutan.”

Acara peluncuran tersebut mempertemukan lebih dari 100 pemangku kepentingan dari Negara Anggota ASEAN, Timor-Leste, dan Mitra Dialog ASEAN, para pakar dari lembaga akademis seperti Universitas Gadjah Mada, organisasi internasional seperti Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), mitra pembangunan, dan perwakilan media. Diskusi panel tingkat tinggi juga diadakan, yang menyoroti pengalaman global dan regional tentang karbon dan pembiayaan biru, termasuk pengintegrasian karbon biru ke dalam strategi iklim Jepang.

“Lamun dan lahan gambut merupakan salah satu solusi berbasis alam yang paling efektif dan terjangkau untuk mengurangi perubahan iklim,” kata Norimasa Shimomura, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia. “Melalui Proyek ABCF, UNDP bangga dapat bekerja sama dengan ASEAN dan Pemerintah Jepang dalam menjembatani ilmu pengetahuan, kebijakan, dan pembiayaan untuk mengembangkan potensi karbon biru bagi pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini akan menghasilkan profil karbon biru yang dapat ditindaklanjuti dan perangkat praktis untuk menarik investasi dan meningkatkan skala dampak.”

Proyek ABCF merupakan upaya strategis untuk memposisikan karbon biru sebagai pendorong utama masa depan yang berkelanjutan dan inklusif di Asia Tenggara. Dilaksanakan melalui kemitraan erat dengan jaringan pakar nasional dan penasihat regional, Proyek ABCF akan memberikan temuan dan rekomendasi kebijakan sebagai masukan untuk dialog tingkat ASEAN. Hasil ini akan mendukung ASEAN dan Timor Leste dalam memobilisasi pendanaan iklim untuk pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir.

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
online free course
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
Tags: ekonomi biruEkonomi hijauUNDP

Related Posts

Standard Chartered dan Konservasi Indonesia membahas pembiayaan, inovasi, dan kolaborasi untuk mendorong investasi ekonomi biru Indonesia di IISF 2026.

Standard Chartered Dorong Investasi Ekonomi Biru

by Rizki Meirino
October 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Standard Chartered dan Konservasi Indonesia (KI) mempertemukan pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan untuk membahas...

Kemenkeu Tunda Pajak Karbon, Khawatir Harga Energi dan Subsidi Naik

Kemenkeu Tunda Pajak Karbon, Khawatir Harga Energi dan Subsidi Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penerapan pajak karbon di Indonesia hingga kini belum berjalan. Kementerian Keuangan mempertimbangkan potensi kenaikan biaya energi dan...

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026

Jamkrindo Syariah Raih Anugerah Program Dampak Hijau Terbaik 2026

by Rizki Meirino
July 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Jamkrindo Syariah meraih penghargaan Anugerah Program Dampak Hijau Terbaik dalam ajang Silaturahmi Nasional BAZNAS RI dan...

Bank Mandiri Perkuat Komitmen Keberlanjutan di Hari Bumi 2026

Bank Mandiri Perkuat Komitmen Keberlanjutan di Hari Bumi 2026

by Dwi Natasya
April 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri terus memperkuat perannya dalam mendukung program pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk mendorong ekonomi kerakyatan yang...

Analis Kompak Rekomendasikan BUY Saham BRIS, Target Harga Tembus Rp4.000

Pembiayaan Berkelanjutan BSI Tembus Rp73,92 Triliun, Tumbuh 11,20 Persen

by Dwi Natasya
February 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi hijau dan pemberdayaan UMKM. Sepanjang...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

October 26, 2026
AXIS Nation Cup 2026 Sisakan 16 Tim Menuju Grand Final

AXIS Nation Cup 2026 Sisakan 16 Tim Menuju Grand Final

October 26, 2026
BYD dan Worcas Bersengketa, Merek Denza Jadi Rebutan

BYD dan Worcas Bersengketa, Merek Denza Jadi Rebutan

October 26, 2026
Ekonom Apollo Global Management Torsten Slok menilai AI belum memberikan keuntungan finansial signifikan bagi mayoritas perusahaan besar di luar sektor teknologi.

Ekonom Sebut AI Belum Untungkan Perusahaan Nonteknologi

October 26, 2026
ETLE Catat 103.779 Pelanggaran di Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2026

ETLE Catat 103.779 Pelanggaran di Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2026

October 27, 2026
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.

AstyFarm Catat Transaksi Naik 52% di Tokopedia dan TikTok Shop

October 27, 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.

BUKA Group Perkuat Literasi Keuangan UMKM Lewat PUJAAN

October 27, 2026
Tak Punya Smartphone hingga Takut Bansos Dicabut, Ini Kendala Registrasi Digital

Tak Punya Smartphone hingga Takut Bansos Dicabut, Ini Kendala Registrasi Digital

October 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved