• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, April 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pasar Karbon Biru Jadi Peluang Baru, ASEAN-Jepang Buka Jalan Investasi Hijau di Kawasan

Saeful Imam by Saeful Imam
May 22, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Pasar Karbon Biru Jadi Peluang Baru, ASEAN-Jepang Buka Jalan Investasi Hijau di Kawasan

“Lamun dan lahan gambut merupakan salah satu solusi berbasis alam yang paling efektif dan terjangkau untuk mengurangi perubahan iklim,” kata Norimasa Shimomura, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia.

JAKARTA, COBISNIS.COM – ASEAN, Pemerintah Jepang, dan UNDP secara resmi meluncurkan Proyek ASEAN Blue Carbon and Finance Profiling (ABCF) hari ini di Jakarta, yang menandai terobosan untuk memperkuat pengelolaan ekosistem karbon biru yang berkelanjutan. Pengembangan profil karbon biru adalah proses identifikasi, pemetaan, dan penilaian karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir dan laut, dengan menggunakan pendekatan sains, teknologi satelit, dan penilaian lapangan. Inisiatif ambisius ini bertujuan untuk mengembangkan solusi pembiayaan inovatif yang mendorong ketahanan iklim dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh kawasan ASEAN dan Timor Leste.

Didanai oleh Pemerintah Jepang dan dilaksanakan oleh UNDP Indonesia berkoordinasi dengan ASEAN Coordinating Task Force on Blue Economy (ACTF-BE), Proyek ASEAN Blue Carbon and Finance Profiling (ABCF) sejalan dengan tujuan Kerangka Kerja Ekonomi Biru ASEAN. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas teknis dalam menilai stok karbon, mengembangkan profil karbon biru yang kuat, dan mengintegrasikan strategi karbon biru ke dalam rencana pembangunan nasional dan regional di ASEAN dan Timor Leste.

Berdasarkan Proyek Inovasi Ekonomi Biru ASEAN sebelumnya, yang juga didukung oleh Pemerintah Jepang, Proyek ABCF menggarisbawahi komitmen ASEAN terhadap ekonomi biru yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan menyelaraskan kebijakan, pembiayaan, dan pendekatan berbasis sains, proyek ini mendorong pengembangan potensi iklim dan ekonomi ekosistem laut dan pesisir yang belum dimanfaatkan.

Ekonomi biru telah menjadi pendorong penting dalam pertumbuhan sekaligus mendorong kelestarian ekosistem sumber daya air di kawasan ASEAN,” kata Satvinder Singh, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN. “Pasar karbon biru, meskipun masih dalam tahap awal, mulai muncul sebagai sumber pendapatan potensial bagi negara-negara yang berinvestasi dalam konservasi dan restorasi. Proyek ABCF akan mendukung Negara-Negara Anggota dalam mengembangkan kebijakan yang strategis, berbasis ilmu pengetahuan, dan siap dari sisi pembiayaan untuk membuka potensi penuh dari ekosistem karbon biru.”

Asia Tenggara merupakan rumah bagi sekitar 33% padang lamun dunia dan hampir 40% lahan gambut tropis yang telah diketahui, yang mewakili sekitar 6% sumber daya lahan gambut global. Meskipun berperan penting dalam mitigasi iklim, ekosistem ini masih kurang dimanfaatkan karena kesenjangan teknis, finansial, dan kebijakan.

“Jepang merasa terhormat untuk mendukung inisiatif penting ini,” kata KIYA Masahiko, Duta Besar Jepang untuk ASEAN. “Proyek ini mencerminkan komitmen mendalam kami terhadap ketahanan iklim, perlindungan ekosistem, dan kolaborasi regional. Bersama-sama, melalui kolaborasi dan kemitraan strategis, kita dapat membangun platform regional untuk mengukur karbon biru dan pembiayaan sektor biru guna mendukung aksi iklim dan pertumbuhan berkelanjutan.”

Acara peluncuran tersebut mempertemukan lebih dari 100 pemangku kepentingan dari Negara Anggota ASEAN, Timor-Leste, dan Mitra Dialog ASEAN, para pakar dari lembaga akademis seperti Universitas Gadjah Mada, organisasi internasional seperti Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), mitra pembangunan, dan perwakilan media. Diskusi panel tingkat tinggi juga diadakan, yang menyoroti pengalaman global dan regional tentang karbon dan pembiayaan biru, termasuk pengintegrasian karbon biru ke dalam strategi iklim Jepang.

“Lamun dan lahan gambut merupakan salah satu solusi berbasis alam yang paling efektif dan terjangkau untuk mengurangi perubahan iklim,” kata Norimasa Shimomura, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia. “Melalui Proyek ABCF, UNDP bangga dapat bekerja sama dengan ASEAN dan Pemerintah Jepang dalam menjembatani ilmu pengetahuan, kebijakan, dan pembiayaan untuk mengembangkan potensi karbon biru bagi pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini akan menghasilkan profil karbon biru yang dapat ditindaklanjuti dan perangkat praktis untuk menarik investasi dan meningkatkan skala dampak.”

Proyek ABCF merupakan upaya strategis untuk memposisikan karbon biru sebagai pendorong utama masa depan yang berkelanjutan dan inklusif di Asia Tenggara. Dilaksanakan melalui kemitraan erat dengan jaringan pakar nasional dan penasihat regional, Proyek ABCF akan memberikan temuan dan rekomendasi kebijakan sebagai masukan untuk dialog tingkat ASEAN. Hasil ini akan mendukung ASEAN dan Timor Leste dalam memobilisasi pendanaan iklim untuk pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir.

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download micromax firmware
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: ekonomi biruEkonomi hijauUNDP

Related Posts

Analis Kompak Rekomendasikan BUY Saham BRIS, Target Harga Tembus Rp4.000

Pembiayaan Berkelanjutan BSI Tembus Rp73,92 Triliun, Tumbuh 11,20 Persen

by Dwi Natasya
February 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi hijau dan pemberdayaan UMKM. Sepanjang...

Pemerintah Aceh Minta Dukungan UNDP dan UNICEF Usai Banjir

Pemerintah Aceh Minta Dukungan UNDP dan UNICEF Usai Banjir

by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 15, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Aceh resmi menyurati dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNDP dan UNICEF, untuk terlibat dalam penanganan pascabencana banjir...

Bhutan Andalkan Tenaga Air sebagai Sumber Listrik Utama Negaranya

Bhutan Andalkan Tenaga Air sebagai Sumber Listrik Utama Negaranya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 9, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bhutan terus jadi sorotan karena model ekonominya yang sederhana tapi efektif, terutama dalam memanfaatkan tenaga air sebagai...

Ilustrasi Biodiesel

Biodiesel Jadi Pilar Ketahanan Energi dan Penopang Ekonomi Hijau Indonesia

by Iwan Supriyatna
November 14, 2025
0

NUSA DUA, Cobisnis.com – Program biodiesel Indonesia terbukti menjadi penopang utama stabilitas industri sawit sekaligus penggerak transisi energi nasional. Sejak...

Pohon Gaharu, Si “Emas Hijau” dengan Harga Fantastis

Pohon Gaharu, Si “Emas Hijau” dengan Harga Fantastis

by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 7, 2025
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pohon gaharu atau agarwood dikenal sebagai salah satu pohon termahal di dunia. Nilainya bukan cuma karena langka,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hari Kartini 2026 Libur atau Tidak? Simak Aturan Resmi dan Cara Peringatannya

Hari Kartini 2026 Libur atau Tidak? Simak Aturan Resmi dan Cara Peringatannya

April 19, 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia 2026 Usai AS Longgarkan Sanksi

Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia 2026 Usai AS Longgarkan Sanksi

April 20, 2026
Eileen Gu Puncaki Karier 2026, Kini Lawan Kritik dan “Musuh”

Eileen Gu Puncaki Karier 2026, Kini Lawan Kritik dan “Musuh”

April 20, 2026
Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

Lonjakan BBM Nonsubsidi Picu Kritik, DPR: Kebijakan Terlalu Mendadak

April 20, 2026
Jelang Laga Penting 2026, Persib Kantongi Dukungan Rp1 Miliar dari Maruarar

Jelang Laga Penting 2026, Persib Kantongi Dukungan Rp1 Miliar dari Maruarar

April 21, 2026
Iran Belum Makamkan Khamenei, Faktor Keamanan Jadi Kendala

Iran Belum Makamkan Khamenei, Faktor Keamanan Jadi Kendala

April 21, 2026
Dua Pelaku Penusukan Nus Kei Resmi Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

Dua Pelaku Penusukan Nus Kei Resmi Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

April 20, 2026
Lokasi Rumah William Shakespeare di London Akhirnya Terungkap pada 2026

Lokasi Rumah William Shakespeare di London Akhirnya Terungkap pada 2026

April 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved