• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, November 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi Australia

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
September 19, 2026
in News
0
Bos MU Kritik Kondisi Ekonomi Inggris

JAKARTA, Cobisnis.com – Konflik yang berlangsung di Timur Tengah disebut mulai memberikan tekanan terhadap kondisi ekonomi Australia dan meningkatkan risiko kenaikan inflasi. 

Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock menyampaikan hal tersebut dalam sidang dengar pendapat parlemen di Canberra pada Jumat (18/9/2026), dengan lonjakan harga minyak akibat konflik menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendorong inflasi. 

“Saya rasa kita harus mengakui bahwa trade-off sudah semakin memburuk, sehingga guncangan di Timur Tengah kali ini telah membuat kita semakin miskin, dan kita tidak bisa merespons hal itu dengan membiarkan inflasi tidak terkendali,” kata Bullock, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (19/9/2026). 

Menurut Bullock, gangguan pasokan yang berkaitan dengan konflik tersebut memperburuk keseimbangan antara pengendalian inflasi dan kondisi lapangan kerja di Australia. 

Dewan Kebijakan Moneter RBA yang dipimpin Bullock dijadwalkan menggelar pertemuan pada akhir September untuk mempertimbangkan kembali tingkat suku bunga. 

RBA sebelumnya telah menaikkan target suku bunga pasar uang sebanyak tiga kali dengan masing-masing kenaikan 0,25 poin persentase dalam enam bulan pertama 2026, sebelum mempertahankan suku bunga acuan di level 4,35 persen pada pertemuan Juni dan Agustus. 

Pertemuan tersebut akan mempertimbangkan apakah tingkat suku bunga saat ini cukup untuk membawa inflasi kembali ke kisaran target RBA sebesar 2-3 persen dalam waktu yang wajar. 

“Saat ini, semakin penting bagi kita untuk mengembalikan inflasi ke kisaran target,” tutur Bullock. 

Data terbaru Biro Statistik Australia menunjukkan inflasi tahunan turun dari 3,8 persen pada Juni menjadi 3,5 persen pada Juli 2026, sekaligus menjadi level terendah sejak November 2025. 

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: australiacobisnis.comHeadlineinflasi AustraliaKonflik Timur TengahMichele BullockRBA

Related Posts

MA Nyatakan Suket Gibran Tak Sah, Ini Penjelasan KPU

MA Nyatakan Suket Gibran Tak Sah, Ini Penjelasan KPU

by Hidayat Taufik
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memberikan tanggapan terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan surat keterangan penyetaraan...

Tak Ditindaklanjuti, Putusan MK-MA soal Gibran Berpotensi Picu Masalah Hukum

Tak Ditindaklanjuti, Putusan MK-MA soal Gibran Berpotensi Picu Masalah Hukum

by Hidayat Taufik
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Pakar Hukum Tata Negara Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, mengingatkan adanya dampak serius apabila putusan Mahkamah Konstitusi dan...

MA Urungkan Konferensi Pers Bahas Putusan Suket Ijazah Gibran

MA Urungkan Konferensi Pers Bahas Putusan Suket Ijazah Gibran

by Hidayat Taufik
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mahkamah Agung membatalkan rencana konferensi pers untuk menjelaskan putusan terkait pembatalan surat keterangan penyetaraan ijazah SMA Wakil...

Trump dan Netanyahu Beda Pandangan soal Serangan terhadap Iran

Trump dan Netanyahu Beda Pandangan soal Serangan terhadap Iran

by Hidayat Taufik
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memiliki perbedaan pandangan mengenai kemungkinan...

Konflik Memanas, Harga Minyak Brent Tertahan di Level US$109

Harga Minyak Dunia Turun ke US$111,84 usai Harapan Damai Iran Menguat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga minyak dunia turun lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin, 2 November 2026. Penurunan terjadi setelah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan, Bidik Potensi Besar Asuransi Syariah Indonesia

Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan, Bidik Potensi Besar Asuransi Syariah Indonesia

November 2, 2026
WeTV Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia Lewat Investasi Konten dan Talenta Lokal

WeTV Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia Lewat Investasi Konten dan Talenta Lokal

November 2, 2026
JMTB Dorong Bibit Pesepeda Usia Dini Lewat Pushbike Competition 2026

JMTB Dorong Bibit Pesepeda Usia Dini Lewat Pushbike Competition 2026

November 2, 2026
PLN Indonesia Power

Inovasi Biomassa PLN Indonesia Power Raih 2nd Runner-up Renewable Energy Awards 2026

November 2, 2026
Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Kimia Berkapasitas 600 Ribu Ton

Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Kimia Berkapasitas 600 Ribu Ton

November 2, 2026
Tren Wellness Meningkat, Mengapa Dampaknya pada Kesehatan Belum Optimal?

Tren Wellness Meningkat, Mengapa Dampaknya pada Kesehatan Belum Optimal?

November 2, 2026
MA Nyatakan Suket Gibran Tak Sah, Ini Penjelasan KPU

MA Nyatakan Suket Gibran Tak Sah, Ini Penjelasan KPU

November 2, 2026
Tak Ditindaklanjuti, Putusan MK-MA soal Gibran Berpotensi Picu Masalah Hukum

Tak Ditindaklanjuti, Putusan MK-MA soal Gibran Berpotensi Picu Masalah Hukum

November 2, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved