• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, August 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

OJK Perketat Pengawasan, Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online Diblokir

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
July 7, 2026
in News
0
OJK Perketat Pengawasan, Puluhan Ribu Rekening Terindikasi Judi Online Diblokir

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperketat pengawasan terhadap transaksi yang diduga berkaitan dengan judi online. Hingga awal Juli 2026, OJK telah menginstruksikan perbankan untuk memblokir sebanyak 36.191 rekening yang terindikasi digunakan dalam aktivitas tersebut.

Jumlah rekening yang diblokir meningkat sekitar 3.000 dibandingkan posisi pada April 2026 yang tercatat sebanyak 33.836 rekening.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas data rekening terindikasi judi online yang diterima dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

“OJK telah meminta perbankan melakukan enhanced due diligence dan/atau pemblokiran terhadap sekitar 36.191 rekening yang terindikasi melakukan aktivitas perjudian daring,” kata Dian dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (7/7/2026).

Tidak hanya memblokir rekening yang terindikasi, OJK juga menginstruksikan seluruh bank untuk menelusuri rekening lain yang masih terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik pihak yang diduga terlibat. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah pelaku membuka atau menggunakan rekening lain sebagai sarana transaksi judi online.

OJK juga meminta perbankan memperkuat penerapan enhanced due diligence sebagai langkah antisipasi agar pembukaan maupun penggunaan rekening tidak disalahgunakan untuk kegiatan ilegal.

Dalam kesempatan yang sama, OJK mengumumkan pencabutan izin usaha PT BPR CPR Parmata Arta yang beralamat di Jalan Raya Klaten–Solo Kilometer 8,4, Jawa Tengah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap industri perbankan.

Di sisi lain, kinerja sektor perbankan nasional hingga Mei 2026 masih menunjukkan tren yang positif. Penyaluran kredit tercatat mencapai Rp8.918 triliun atau tumbuh 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April yang mencapai 9,98 persen.

Dian mengungkapkan, pertumbuhan terbesar berasal dari kredit investasi yang meningkat 21,95 persen. Sementara itu, kredit korporasi juga mencatat kenaikan sebesar 18,39 persen.

Penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut mengalami perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,60 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan April yang hanya sebesar 0,16 persen.

Berdasarkan kelompok perbankan, bank-bank BUMN masih menjadi penyumbang pertumbuhan kredit terbesar dengan kenaikan mencapai 15,98 persen.

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,49 persen menjadi Rp10.294 triliun. Kenaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan giro sebesar 20,53 persen, deposito 10,17 persen, serta tabungan yang naik 10,21 persen.

Dari sisi likuiditas, kondisi industri perbankan dinilai tetap solid. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) berada di level 108,20 persen, sedangkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) tercatat 24,74 persen. Kedua rasio tersebut masih jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.

Kualitas aset perbankan juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto berada di level 2,17 persen, sedangkan NPL neto sebesar 0,84 persen. Adapun rasio loan at risk (LAR) turun menjadi 8,72 persen dari 8,82 persen pada April.

Dari sisi profitabilitas, industri perbankan membukukan return on assets (ROA) sebesar 2,46 persen. Sementara itu, tingkat permodalan tetap kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) mencapai 23,74 persen.

Sebagai bagian dari penguatan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR), OJK juga menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Pemenuhan Modal Inti Minimum bagi BPR. Regulasi tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan, meningkatkan daya saing, memperbesar kapasitas intermediasi, serta memperkuat ketahanan BPR dalam menghadapi berbagai risiko operasional.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download intex firmware
Download WordPress Themes Free
online free course
Tags: BPRcobisnis.comDian Ediana Raejudi onlineKredit perbankanojkRekening Diblokir

Related Posts

Ray White Indonesia Top Brand Award 2026

Ray White Indonesia Raih Top Brand Award 2026, Pertahankan Konsistensi Selama 15 Tahun Berturut-turut

by Rizki Meirino
August 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ray White Indonesia kembali mencatatkan pencapaian dengan meraih Top Brand Award 2026 dalam kategori Property Agent. Penghargaan...

KA Jarak Jauh

Rayakan HUT RI, KAI Beri Diskon 17 Persen untuk Tiket KA Jarak Jauh

by Desti Dwi Natasya
August 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan diskon 17 persen untuk perjalanan kereta api jarak jauh kelas ekonomi...

Stop Tabur Garam untuk Usir Kobra, Ini Cara Penanganan yang Tepat

Stop Tabur Garam untuk Usir Kobra, Ini Cara Penanganan yang Tepat

by Hidayat Taufik
August 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kemunculan ular kobra di kawasan permukiman kerap membuat warga panik. Ular yang memiliki bisa berbahaya ini dapat...

Marselino Ferdinan

Marselino Ferdinan Jalani Operasi Lutut, Awal Perjalanan Kembali ke Timnas Indonesia

by Desti Dwi Natasya
August 14, 2026
0

Metapos.id, Jakarta - Marselino Ferdinan mulai menjalani proses pemulihan setelah sukses menjalani operasi lutut di Rumah Sakit San Juan de...

Kampanye Janji jadi nyata Prudential

Prudential Hadirkan Kampanye “Janji, jadi nyata” untuk Perkuat Komitmen Perlindungan

by Rizki Meirino
August 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Prudential plc meluncurkan kampanye regional “Janji, jadi nyata” di Asia. Kampanye tersebut dibangun dari gagasan bahwa di...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tokopedia dan TikTok Shop Perkuat #BeliLokal, Penjualan Produk Lokal Tembus 700 Juta

Tokopedia dan TikTok Shop Perkuat #BeliLokal, Penjualan Produk Lokal Tembus 700 Juta

August 13, 2026
Windows

Celah ShieldBreak Bobol Windows Defender, Peneliti Ungkap Risiko Ambil Alih Perangkat

August 13, 2026
BNI Perkuat Kompetensi SDM melalui LSP Berlisensi BNSP dan Sertifikasi ISO

BNI Perkuat Kompetensi SDM melalui LSP Berlisensi BNSP dan Sertifikasi ISO

August 14, 2026
Karhutla Kalimantan Kirim Kabut Asap ke Malaysia, Pemerintah Bergerak

Karhutla Kalimantan Kirim Kabut Asap ke Malaysia, Pemerintah Bergerak

August 14, 2026
Ray White Indonesia Top Brand Award 2026

Ray White Indonesia Raih Top Brand Award 2026, Pertahankan Konsistensi Selama 15 Tahun Berturut-turut

August 14, 2026
KA Jarak Jauh

Rayakan HUT RI, KAI Beri Diskon 17 Persen untuk Tiket KA Jarak Jauh

August 14, 2026
Stop Tabur Garam untuk Usir Kobra, Ini Cara Penanganan yang Tepat

Stop Tabur Garam untuk Usir Kobra, Ini Cara Penanganan yang Tepat

August 14, 2026
Marselino Ferdinan

Marselino Ferdinan Jalani Operasi Lutut, Awal Perjalanan Kembali ke Timnas Indonesia

August 14, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved