• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 19, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Nusantara Almazia (NASA) Masih Rugi Rp 3,37 Miliar, Banyak Aset “Nganggur”

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 4, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ilustrasi ekspansi bisnis

Ilustrasi ekspansi bisnis.

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Nusantara Almazia Tbk (NASA) kembali mencatatkan kerugian hingga Rp3,37 miliar per 30 Juni 2025, meskipun memiliki tingkat likuiditas sangat tinggi, mencapai 7,11 kali.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kemudian meminta penjelasan resmi atas laporan keuangan perseroan melalui surat No. S-12389/BEI.PP1/10-2025 tertanggal 30 Oktober 2025.

Dalam tanggapannya kepada BEI, manajemen Nusantara Almazia mengakui sejumlah persoalan fundamental mulai dari aset yang belum produktif, penurunan tajam penjualan, hingga piutang usaha yang meningkat signifikan.

Aset Menganggur dan Tanah Tak Tersentuh

Dari sisi struktur aset, hampir 62% dari total aset perseroan berupa tanah yang belum dikembangkan (landbank), dan nilainya tidak berubah sejak akhir 2024. Artinya, dalam setahun terakhir, tidak ada perkembangan berarti pada portofolio lahan perusahaan.

Manajemen berdalih bahwa tanah-tanah tersebut masih dalam proses “pematangan lahan” dan akan segera dikembangkan. Namun, tidak ada kejelasan konkret mengenai timeline, target komersialisasi, maupun strategi pendanaan untuk mengaktivasi aset tersebut.

Penjualan Kavling Anjlok 85%, Apartemen Tak Bergerak

Kinerja penjualan juga tertekan. Penjualan kavling turun drastis dari Rp2,26 miliar menjadi hanya Rp320 juta dalam setahun, anjlok lebih dari 85%. Manajemen mengaku hal itu terjadi karena stok kavling sudah habis dan tidak ada rencana menjual kavling baru.

Segmen apartemen pun tidak menunjukkan pergerakan. Tidak ada penjualan sama sekali sepanjang semester pertama 2025. Meski perseroan mengklaim terus menawarkan promo dan diskon, tidak terlihat tanda-tanda perbaikan berarti.

Sementara itu, proyek-proyek lain seperti waterpark di Karawang dan studi kelayakan proyek serupa di Tangerang masih menyerap dana tanpa kejelasan waktu realisasi.

Piutang Usaha Naik dan Risiko Likuiditas

Dari sisi piutang, terjadi kenaikan sebesar 19,44% menjadi Rp15,1 miliar, dengan sebagian besar berumur lebih dari 60 hari. Perseroan menyebut piutang ini terkait transaksi penjualan rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), di mana pencairan tergantung pada penyelesaian sertifikat hak milik.

Namun, peningkatan piutang jatuh tempo ini berpotensi mengganggu arus kas, terutama ketika utang usaha perusahaan juga meningkat tajam hingga 30,94% menjadi Rp15 miliar — dan seluruhnya telah jatuh tempo.

Meskipun manajemen menyatakan belum menerima notice of default dari pemasok, kondisi ini mencerminkan adanya tekanan likuiditas operasional yang patut diwaspadai.

Proyek Waterpark dan Utang ke Pemegang Saham

Perseroan juga mencatat kenaikan signifikan pada aset tetap, sebesar 207,38% menjadi Rp5 miliar, karena pembangunan waterpark di Karawang yang disebut “sudah dimanfaatkan.” Namun, tidak dijelaskan bagaimana proyek ini berkontribusi pada pendapatan atau kapan akan mencapai titik impas (break even point).

Selain itu, terdapat utang kepada pemegang saham utama, Richard Rachmadi, sebesar Rp10,88 miliar yang tidak berubah sejak tahun lalu. Manajemen berdalih belum ada pembayaran signifikan, namun hal ini menimbulkan pertanyaan tentang ketergantungan perusahaan pada sumber pendanaan internal dan potensi konflik kepentingan dalam struktur pembiayaan.

Beban Naik, Efisiensi Diragukan

Beban umum dan administrasi justru meningkat 4,59%, didorong oleh naiknya biaya rumah tangga proyek. Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan pendapatan dan belum adanya ekspansi berarti, menimbulkan tanda tanya mengenai efisiensi operasional perusahaan.

Walaupun beban keuangan menurun dari Rp2,4 miliar menjadi Rp2,02 miliar karena berkurangnya pokok pinjaman, efek positif ini belum mampu menahan kinerja keuangan yang terus tertekan.

Prospek dan Risiko

Dengan cash conversion cycle (CCC) mencapai 1.193 hari, Nusantara Almazia masih berada di kisaran tinggi dibanding rata-rata industri properti (700–1.350 hari). Ini menunjukkan bahwa modal kerja perusahaan tersangkut terlalu lama di aset tidak likuid seperti tanah dan persediaan.

Manajemen menyebut masih akan mengandalkan penjualan rumah subsidi dan proyek Saung Kebun untuk memperbaiki arus kas. Namun tanpa aktivasi landbank dan diversifikasi pendapatan yang nyata, strategi ini tampak belum cukup menjawab tantangan jangka menengah.

Meski tidak ada “kejadian material” yang diakui perusahaan, kondisi keuangan PT Nusantara Almazia Tbk mencerminkan stagnasi dalam operasional dan strategi bisnis.

Dengan aset menganggur besar, utang jatuh tempo tinggi, dan penjualan yang merosot, investor patut mempertanyakan efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya dan menjaga keberlanjutan usaha.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download intex firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: Asetcobisnis.comNASANusantara AlmaziaRugi

Related Posts

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, mengungkapkan rencana pemanggilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas...

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menjelaskan alasan pemerintah belum menetapkan kebakaran hutan...

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan jajaran Kepala Staf Angkatan...

6 Trik Menabung ala Jepang agar Tabungan Makin Cepat Terkumpul

6 Trik Menabung ala Jepang agar Tabungan Makin Cepat Terkumpul

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Biaya hidup yang terus meningkat membuat banyak orang kesulitan menyisihkan penghasilan untuk tabungan. Namun, metode pengelolaan uang...

Prancis Dilanda Kerusuhan, Trump Sebut Imigrasi Hancurkan Negara

Prancis Dilanda Kerusuhan, Trump Sebut Imigrasi Hancurkan Negara

by Hidayat Taufik
October 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan imigrasi atas kerusuhan yang melanda Prancis setelah demonstrasi pada Sabtu (17/10/2026)....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Warga Tangsel Meriahkan Milad ke-18 Masjid Bani Umar

Ribuan Warga Tangsel Meriahkan Milad ke-18 Masjid Bani Umar

October 18, 2026
Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

Mantan Jendral AS Peringatkan Stok Rudal Menipis Hingga 2030

October 18, 2026
Demo Besar di Prancis Memanas, Balai Kota Terbakar dan Toko Dijarah

Demo Besar di Prancis Memanas, Balai Kota Terbakar dan Toko Dijarah

October 18, 2026
WITF 2026: Tingkatkan Promosi dan Akses Pasar Pariwisata Indonesia

WITF 2026: Tingkatkan Promosi dan Akses Pasar Pariwisata Indonesia

October 18, 2026
DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

October 19, 2026
Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

October 19, 2026
Rio Ngumoha Ungkap Peran Baru di Liverpool

Dijuluki Iron Man, Eliano Reijnders Siap Terus Bela Persib

October 19, 2026
Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

Kapolri Bertemu Panglima TNI, Perkuat Langkah Berantas Tambang Ilegal

October 19, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved