• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, June 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Nusantara Almazia (NASA) Masih Rugi Rp 3,37 Miliar, Banyak Aset “Nganggur”

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 4, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ilustrasi ekspansi bisnis

Ilustrasi ekspansi bisnis.

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Nusantara Almazia Tbk (NASA) kembali mencatatkan kerugian hingga Rp3,37 miliar per 30 Juni 2025, meskipun memiliki tingkat likuiditas sangat tinggi, mencapai 7,11 kali.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kemudian meminta penjelasan resmi atas laporan keuangan perseroan melalui surat No. S-12389/BEI.PP1/10-2025 tertanggal 30 Oktober 2025.

Dalam tanggapannya kepada BEI, manajemen Nusantara Almazia mengakui sejumlah persoalan fundamental mulai dari aset yang belum produktif, penurunan tajam penjualan, hingga piutang usaha yang meningkat signifikan.

Aset Menganggur dan Tanah Tak Tersentuh

Dari sisi struktur aset, hampir 62% dari total aset perseroan berupa tanah yang belum dikembangkan (landbank), dan nilainya tidak berubah sejak akhir 2024. Artinya, dalam setahun terakhir, tidak ada perkembangan berarti pada portofolio lahan perusahaan.

Manajemen berdalih bahwa tanah-tanah tersebut masih dalam proses “pematangan lahan” dan akan segera dikembangkan. Namun, tidak ada kejelasan konkret mengenai timeline, target komersialisasi, maupun strategi pendanaan untuk mengaktivasi aset tersebut.

Penjualan Kavling Anjlok 85%, Apartemen Tak Bergerak

Kinerja penjualan juga tertekan. Penjualan kavling turun drastis dari Rp2,26 miliar menjadi hanya Rp320 juta dalam setahun, anjlok lebih dari 85%. Manajemen mengaku hal itu terjadi karena stok kavling sudah habis dan tidak ada rencana menjual kavling baru.

Segmen apartemen pun tidak menunjukkan pergerakan. Tidak ada penjualan sama sekali sepanjang semester pertama 2025. Meski perseroan mengklaim terus menawarkan promo dan diskon, tidak terlihat tanda-tanda perbaikan berarti.

Sementara itu, proyek-proyek lain seperti waterpark di Karawang dan studi kelayakan proyek serupa di Tangerang masih menyerap dana tanpa kejelasan waktu realisasi.

Piutang Usaha Naik dan Risiko Likuiditas

Dari sisi piutang, terjadi kenaikan sebesar 19,44% menjadi Rp15,1 miliar, dengan sebagian besar berumur lebih dari 60 hari. Perseroan menyebut piutang ini terkait transaksi penjualan rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), di mana pencairan tergantung pada penyelesaian sertifikat hak milik.

Namun, peningkatan piutang jatuh tempo ini berpotensi mengganggu arus kas, terutama ketika utang usaha perusahaan juga meningkat tajam hingga 30,94% menjadi Rp15 miliar — dan seluruhnya telah jatuh tempo.

Meskipun manajemen menyatakan belum menerima notice of default dari pemasok, kondisi ini mencerminkan adanya tekanan likuiditas operasional yang patut diwaspadai.

Proyek Waterpark dan Utang ke Pemegang Saham

Perseroan juga mencatat kenaikan signifikan pada aset tetap, sebesar 207,38% menjadi Rp5 miliar, karena pembangunan waterpark di Karawang yang disebut “sudah dimanfaatkan.” Namun, tidak dijelaskan bagaimana proyek ini berkontribusi pada pendapatan atau kapan akan mencapai titik impas (break even point).

Selain itu, terdapat utang kepada pemegang saham utama, Richard Rachmadi, sebesar Rp10,88 miliar yang tidak berubah sejak tahun lalu. Manajemen berdalih belum ada pembayaran signifikan, namun hal ini menimbulkan pertanyaan tentang ketergantungan perusahaan pada sumber pendanaan internal dan potensi konflik kepentingan dalam struktur pembiayaan.

Beban Naik, Efisiensi Diragukan

Beban umum dan administrasi justru meningkat 4,59%, didorong oleh naiknya biaya rumah tangga proyek. Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan pendapatan dan belum adanya ekspansi berarti, menimbulkan tanda tanya mengenai efisiensi operasional perusahaan.

Walaupun beban keuangan menurun dari Rp2,4 miliar menjadi Rp2,02 miliar karena berkurangnya pokok pinjaman, efek positif ini belum mampu menahan kinerja keuangan yang terus tertekan.

Prospek dan Risiko

Dengan cash conversion cycle (CCC) mencapai 1.193 hari, Nusantara Almazia masih berada di kisaran tinggi dibanding rata-rata industri properti (700–1.350 hari). Ini menunjukkan bahwa modal kerja perusahaan tersangkut terlalu lama di aset tidak likuid seperti tanah dan persediaan.

Manajemen menyebut masih akan mengandalkan penjualan rumah subsidi dan proyek Saung Kebun untuk memperbaiki arus kas. Namun tanpa aktivasi landbank dan diversifikasi pendapatan yang nyata, strategi ini tampak belum cukup menjawab tantangan jangka menengah.

Meski tidak ada “kejadian material” yang diakui perusahaan, kondisi keuangan PT Nusantara Almazia Tbk mencerminkan stagnasi dalam operasional dan strategi bisnis.

Dengan aset menganggur besar, utang jatuh tempo tinggi, dan penjualan yang merosot, investor patut mempertanyakan efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya dan menjaga keberlanjutan usaha.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy course
download lenevo firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: Asetcobisnis.comNASANusantara AlmaziaRugi

Related Posts

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Tesso Nilo Disambut Kapolda Riau sebagai Harapan Konservasi

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Tesso Nilo Disambut Kapolda Riau sebagai Harapan Konservasi

by Hidayat Taufik
June 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seekor anak gajah Sumatera lahir di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau. Peristiwa ini...

Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Pimpinan Komisi IX DPR Bantah Terlibat Kasus Korupsi Program MBG

by Desti Dwi Natasya
June 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, membantah keras kabar yang mengaitkan dirinya dengan dugaan kasus...

Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Alwi Farhan Melaju ke 16 Besar Australia Open 2026, Anthony Ginting Tersingkir

by Desti Dwi Natasya
June 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabar berbeda datang dari wakil Indonesia pada babak 32 besar Australia Open 2026 yang berlangsung di Sydney....

Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 4 Dinanti, Simak Jadwal dan Tahapannya

by Desti Dwi Natasya
June 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Magang Nasional melalui MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan kembali menjadi perhatian para pencari kerja dan lulusan baru. Banyak...

Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Herdman Ingin Timnas Indonesia Jaga Momentum Positif Sampai Oktober 2026

by Desti Dwi Natasya
June 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan ambisinya untuk menjaga tren positif skuad Garuda hingga Oktober 2026. Target...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rp 1.896 Triliun Disiapkan! Ini Rencana Besar Pemerintah Prabowo di 2027

Rp 1.896 Triliun Disiapkan! Ini Rencana Besar Pemerintah Prabowo di 2027

June 9, 2026
Sengketa Koperasi Swadharma dan Cerita Kerugian yang Juga Menyeret BNI

Sengketa Koperasi Swadharma dan Cerita Kerugian yang Juga Menyeret BNI

June 9, 2026
Di Hadapan Prabowo, Chatib Basri Ungkap Risiko Harga Barang Naik Akibat Rupiah Loyo

Di Hadapan Prabowo, Chatib Basri Ungkap Risiko Harga Barang Naik Akibat Rupiah Loyo

June 9, 2026
BI Ambil Langkah Darurat, Suku Bunga Acuan Naik ke 5,50 Persen

BI Ambil Langkah Darurat, Suku Bunga Acuan Naik ke 5,50 Persen

June 9, 2026
Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Tesso Nilo Disambut Kapolda Riau sebagai Harapan Konservasi

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Tesso Nilo Disambut Kapolda Riau sebagai Harapan Konservasi

June 10, 2026
Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Pimpinan Komisi IX DPR Bantah Terlibat Kasus Korupsi Program MBG

June 10, 2026
Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Alwi Farhan Melaju ke 16 Besar Australia Open 2026, Anthony Ginting Tersingkir

June 10, 2026
Kasus Korupsi MBG 2026, Sony Sonjaya Sebut 26 Nama Sudah Masuk BAP

Kasus Korupsi MBG 2026, Sony Sonjaya Sebut 26 Nama Sudah Masuk BAP

June 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved