• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Nusantara Almazia (NASA) Masih Rugi Rp 3,37 Miliar, Banyak Aset “Nganggur”

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 4, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ilustrasi ekspansi bisnis

Ilustrasi ekspansi bisnis.

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Nusantara Almazia Tbk (NASA) kembali mencatatkan kerugian hingga Rp3,37 miliar per 30 Juni 2025, meskipun memiliki tingkat likuiditas sangat tinggi, mencapai 7,11 kali.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kemudian meminta penjelasan resmi atas laporan keuangan perseroan melalui surat No. S-12389/BEI.PP1/10-2025 tertanggal 30 Oktober 2025.

Dalam tanggapannya kepada BEI, manajemen Nusantara Almazia mengakui sejumlah persoalan fundamental mulai dari aset yang belum produktif, penurunan tajam penjualan, hingga piutang usaha yang meningkat signifikan.

Aset Menganggur dan Tanah Tak Tersentuh

Dari sisi struktur aset, hampir 62% dari total aset perseroan berupa tanah yang belum dikembangkan (landbank), dan nilainya tidak berubah sejak akhir 2024. Artinya, dalam setahun terakhir, tidak ada perkembangan berarti pada portofolio lahan perusahaan.

Manajemen berdalih bahwa tanah-tanah tersebut masih dalam proses “pematangan lahan” dan akan segera dikembangkan. Namun, tidak ada kejelasan konkret mengenai timeline, target komersialisasi, maupun strategi pendanaan untuk mengaktivasi aset tersebut.

Penjualan Kavling Anjlok 85%, Apartemen Tak Bergerak

Kinerja penjualan juga tertekan. Penjualan kavling turun drastis dari Rp2,26 miliar menjadi hanya Rp320 juta dalam setahun, anjlok lebih dari 85%. Manajemen mengaku hal itu terjadi karena stok kavling sudah habis dan tidak ada rencana menjual kavling baru.

Segmen apartemen pun tidak menunjukkan pergerakan. Tidak ada penjualan sama sekali sepanjang semester pertama 2025. Meski perseroan mengklaim terus menawarkan promo dan diskon, tidak terlihat tanda-tanda perbaikan berarti.

Sementara itu, proyek-proyek lain seperti waterpark di Karawang dan studi kelayakan proyek serupa di Tangerang masih menyerap dana tanpa kejelasan waktu realisasi.

Piutang Usaha Naik dan Risiko Likuiditas

Dari sisi piutang, terjadi kenaikan sebesar 19,44% menjadi Rp15,1 miliar, dengan sebagian besar berumur lebih dari 60 hari. Perseroan menyebut piutang ini terkait transaksi penjualan rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), di mana pencairan tergantung pada penyelesaian sertifikat hak milik.

Namun, peningkatan piutang jatuh tempo ini berpotensi mengganggu arus kas, terutama ketika utang usaha perusahaan juga meningkat tajam hingga 30,94% menjadi Rp15 miliar — dan seluruhnya telah jatuh tempo.

Meskipun manajemen menyatakan belum menerima notice of default dari pemasok, kondisi ini mencerminkan adanya tekanan likuiditas operasional yang patut diwaspadai.

Proyek Waterpark dan Utang ke Pemegang Saham

Perseroan juga mencatat kenaikan signifikan pada aset tetap, sebesar 207,38% menjadi Rp5 miliar, karena pembangunan waterpark di Karawang yang disebut “sudah dimanfaatkan.” Namun, tidak dijelaskan bagaimana proyek ini berkontribusi pada pendapatan atau kapan akan mencapai titik impas (break even point).

Selain itu, terdapat utang kepada pemegang saham utama, Richard Rachmadi, sebesar Rp10,88 miliar yang tidak berubah sejak tahun lalu. Manajemen berdalih belum ada pembayaran signifikan, namun hal ini menimbulkan pertanyaan tentang ketergantungan perusahaan pada sumber pendanaan internal dan potensi konflik kepentingan dalam struktur pembiayaan.

Beban Naik, Efisiensi Diragukan

Beban umum dan administrasi justru meningkat 4,59%, didorong oleh naiknya biaya rumah tangga proyek. Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan pendapatan dan belum adanya ekspansi berarti, menimbulkan tanda tanya mengenai efisiensi operasional perusahaan.

Walaupun beban keuangan menurun dari Rp2,4 miliar menjadi Rp2,02 miliar karena berkurangnya pokok pinjaman, efek positif ini belum mampu menahan kinerja keuangan yang terus tertekan.

Prospek dan Risiko

Dengan cash conversion cycle (CCC) mencapai 1.193 hari, Nusantara Almazia masih berada di kisaran tinggi dibanding rata-rata industri properti (700–1.350 hari). Ini menunjukkan bahwa modal kerja perusahaan tersangkut terlalu lama di aset tidak likuid seperti tanah dan persediaan.

Manajemen menyebut masih akan mengandalkan penjualan rumah subsidi dan proyek Saung Kebun untuk memperbaiki arus kas. Namun tanpa aktivasi landbank dan diversifikasi pendapatan yang nyata, strategi ini tampak belum cukup menjawab tantangan jangka menengah.

Meski tidak ada “kejadian material” yang diakui perusahaan, kondisi keuangan PT Nusantara Almazia Tbk mencerminkan stagnasi dalam operasional dan strategi bisnis.

Dengan aset menganggur besar, utang jatuh tempo tinggi, dan penjualan yang merosot, investor patut mempertanyakan efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya dan menjaga keberlanjutan usaha.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
Tags: Asetcobisnis.comNASANusantara AlmaziaRugi

Related Posts

Dua Bulan Belum Cair, Honor Satgas Karhutla Rp100 Ribu/Hari

Dua Bulan Belum Cair, Honor Satgas Karhutla Rp100 Ribu/Hari

by Hidayat Taufik
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Honor sejumlah petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya...

Resmi Dimulai, 40.962 Peserta Ikuti Magang Nasional Batch 2

Resmi Dimulai, 40.962 Peserta Ikuti Magang Nasional Batch 2

by Hidayat Taufik
September 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) resmi menjalankan program Magang Nasional batch 2 angkatan II. Sebanyak 40.962 peserta dinyatakan lolos...

Garuda Terbang, Harimau Menggeram, Gol Tak Kunjung Datang

Garuda Terbang, Harimau Menggeram, Gol Tak Kunjung Datang

by Hidayat Taufik
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Timnas Indonesia harus puas berbagi angka dengan Malaysia setelah pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir...

PMSol dan PTK Group Dorong Ekosistem Biodiesel Nasional

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja

by Rizki Meirino
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Belasan mantan pekerja industri pengolahan bahan baku asbes melaporkan dugaan penyakit akibat asbes kepada UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan...

Trump Tawarkan Senjata ke Xi Jinping, China Merespons?

Trump Tawarkan Senjata ke Xi Jinping, China Merespons?

by Hidayat Taufik
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut sempat menanyakan kepada Presiden China Xi Jinping mengenai kemungkinan membeli...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

Avengers: Endgame Encore Raup US$26 Juta di Box Office

September 28, 2026
Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

September 27, 2026
Alexandr Wang Bawa Gebrakan AI, Nilai Pasar Meta Naik Rp4.191 Triliun

Alexandr Wang Bawa Gebrakan AI, Nilai Pasar Meta Naik Rp4.191 Triliun

September 28, 2026
Banjir Melanda 13 Desa di Aceh Tenggara, 203 Warga Terdampak

Banjir Melanda 13 Desa di Aceh Tenggara, 203 Warga Terdampak

September 28, 2026
Dua Bulan Belum Cair, Honor Satgas Karhutla Rp100 Ribu/Hari

Dua Bulan Belum Cair, Honor Satgas Karhutla Rp100 Ribu/Hari

September 29, 2026
Buyback NVIDIA Kembali Diperbesar, Nilainya Capai US$150 Miliar

Buyback NVIDIA Kembali Diperbesar, Nilainya Capai US$150 Miliar

September 29, 2026
Harga Minyak Kembali Naik, Brent Tembus US$106,77 per Barel

Harga Minyak Kembali Naik, Brent Tembus US$106,77 per Barel

September 29, 2026
PDC Perluas Penerapan CMS ISO 37301, Kepatuhan Jadi Bagian dari Proses Bisnis

PDC Perluas Penerapan CMS ISO 37301, Kepatuhan Jadi Bagian dari Proses Bisnis

September 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved