JAKARTA, Cobisnis.com – Novo Nordisk resmi menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI. Kolaborasi ini bertujuan mendorong transformasi kecerdasan buatan di sektor kesehatan.
Melalui kerja sama ini, Novo Nordisk akan mengintegrasikan teknologi AI secara global. Selain itu, penerapannya mencakup penemuan obat hingga operasional komersial.
Kemitraan ini memanfaatkan AI untuk menganalisis data kompleks secara lebih cepat. Dengan demikian, proses penemuan obat dapat dilakukan secara lebih efisien.
Selain itu, teknologi ini juga membantu mengidentifikasi potensi terapi baru. Hasilnya, waktu dari riset hingga obat tersedia bagi pasien dapat dipersingkat.
Di sisi lain, penerapan AI tetap memperhatikan aspek etika. Oleh karena itu, sistem dilengkapi tata kelola data yang ketat dan pengawasan manusia.
CEO Novo Nordisk menyatakan kolaborasi ini menjadi langkah penting. Menurutnya, kebutuhan terapi untuk obesitas dan diabetes masih sangat besar.
Sementara itu, OpenAI juga akan meningkatkan literasi AI tenaga kerja global perusahaan. Selain itu, teknologi ini akan dioptimalkan pada manufaktur dan distribusi.
Ke depan, integrasi penuh ditargetkan selesai pada akhir 2026. Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan mempercepat inovasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.













