• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, February 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Negara Penghasil Bahan Mentah Masih Sulit Naik Kelas, Nilai Tambah Justru Lari ke Negara Pengolah

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 5, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Negara Penghasil Bahan Mentah Masih Sulit Naik Kelas, Nilai Tambah Justru Lari ke Negara Pengolah

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketimpangan ekonomi global kembali menjadi sorotan setelah berbagai laporan menunjukkan bahwa negara-negara penghasil bahan mentah masih belum mampu menikmati nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan. Dalam rantai ekonomi global, negara maju tetap mendominasi sektor pengolahan, teknologi, dan distribusi yang menciptakan keuntungan tertinggi.

Struktur rantai nilai global atau Global Value Chain menempatkan negara berkembang di posisi awal sebagai penyedia bahan mentah seperti nikel, kakao, minyak sawit, hingga tembaga. Sementara itu, negara maju menguasai tahap hilir melalui proses pengolahan, branding, dan pemasaran produk jadi yang bernilai tinggi. Akibatnya, keuntungan terbesar justru tidak kembali ke negara asal komoditas tersebut.

Perbedaan teknologi menjadi salah satu penyebab utama kesenjangan nilai ekonomi ini. Negara maju memiliki kemampuan riset dan industri yang mumpuni untuk mengubah bahan mentah bernilai rendah menjadi produk industri bernilai tinggi. Contohnya, nikel mentah dari Asia Tenggara menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik di Jepang dan Korea Selatan dengan nilai jual berkali lipat.

Keterbatasan infrastruktur dan biaya logistik juga menahan negara penghasil bahan mentah di posisi bawah rantai ekonomi. Minimnya akses energi murah, sistem transportasi efisien, dan pendanaan industri membuat pengolahan di dalam negeri kurang kompetitif. Akibatnya, ekspor bahan mentah tetap menjadi pilihan yang paling realistis secara ekonomi jangka pendek.

Selain itu, sistem perdagangan global masih bias terhadap negara berkembang. Produk mentah umumnya bebas tarif masuk, sementara produk olahan dikenakan tarif tinggi di pasar negara maju. Pola ini disebut tariff escalation, yang secara struktural membuat negara produsen sulit mengembangkan industri pengolahan bernilai tambah di dalam negeri.

Dominasi perusahaan multinasional (MNC) juga memperkuat ketimpangan tersebut. Banyak perusahaan besar mengendalikan rantai pasok dari hulu hingga hilir, membeli bahan mentah langsung dari produsen di negara berkembang dan mengolahnya di luar negeri. Nilai ekonomi terbesar akhirnya terserap di luar negeri, sementara negara penghasil hanya mendapat royalti kecil dan upah rendah.

Keterbatasan alih teknologi memperburuk kondisi ini. Negara pengolah memiliki insentif untuk menjaga keunggulan teknologinya, sehingga negara produsen sulit melakukan lompatan industri. Fenomena ini dikenal sebagai low value trap, di mana negara penghasil terus terjebak dalam sektor primer tanpa mampu beralih ke sektor manufaktur bernilai tinggi.

Harga bahan mentah yang sangat fluktuatif turut menambah kerentanan ekonomi negara produsen. Ketika harga global jatuh, penerimaan ekspor langsung anjlok, memengaruhi stabilitas fiskal dan cadangan devisa. Sementara itu, negara pengolah tetap mendapat keuntungan dari diversifikasi produk jadi dengan nilai yang lebih stabil di pasar internasional.

Beberapa negara mulai melawan arus. Indonesia misalnya, telah menerapkan larangan ekspor nikel mentah untuk menarik investasi di sektor smelter dan baterai kendaraan listrik. Langkah ini menjadi contoh upaya hilirisasi ekonomi, di mana negara produsen berusaha merebut kembali sebagian nilai tambah yang selama ini dinikmati oleh negara pengolah.

Namun, transisi menuju industrialisasi bernilai tambah membutuhkan waktu dan modal besar. Tanpa transfer teknologi, dukungan riset, dan reformasi kebijakan perdagangan, negara penghasil bahan mentah akan terus berada di posisi lemah dalam rantai nilai global. Ketimpangan ekonomi ini menunjukkan bahwa sumber daya alam melimpah belum tentu menjamin kemakmuran jangka panjang.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download coolpad firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy course
Tags: CobisnisEkonomi globalindustri duniaPebisnismudaPerdagangan internasional

Related Posts

KRL Meluas ke Cikampek dan Sukabumi, Pilihan Transportasi Makin Murah

KRL Meluas ke Cikampek dan Sukabumi, Pilihan Transportasi Makin Murah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line akan mengalami ekspansi besar pada 2026 dengan rencana perpanjangan rute...

KAI Siapkan Kereta Ekraf Rakyat, Kursi Nyaman Harga Bersahabat

KAI Siapkan Kereta Ekraf Rakyat, Kursi Nyaman Harga Bersahabat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan inovasi layanan baru berupa Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk mendukung kebutuhan transportasi...

Keributan Pecah Saat Event Bela Diri di Atlas Bali, Pertandingan Sempat Terhenti

Keributan Pecah Saat Event Bela Diri di Atlas Bali, Pertandingan Sempat Terhenti

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kericuhan penonton mewarnai ajang bela diri di Atlas Super Club dan viral di media sosial setelah video...

Pegawai SPBU Cipinang Dipukul Pelanggan Saat Tegakkan Aturan BBM Bersubsidi

Pegawai SPBU Cipinang Dipukul Pelanggan Saat Tegakkan Aturan BBM Bersubsidi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan antara aturan distribusi bahan bakar dan perilaku konsumen kembali memicu kekerasan. Tiga pegawai SPBU di Cipinang,...

Disuruh Ikuti Aturan BBM, Petugas SPBU Malah Dipukul Pelanggan

Disuruh Ikuti Aturan BBM, Petugas SPBU Malah Dipukul Pelanggan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
February 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kekerasan terhadap pekerja layanan publik kembali terjadi setelah tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Ignasius Jonan

Mantan Menhub Ignasius Jonan Jadi Presiden Komisaris SOHO, Geser Eng Liang Tan

February 24, 2026
Dari Konten ke Keranjang Belanja, Ziyadbooks Sukses Kuasai Ramadan di TikTok Shop by Tokopedia

Dari Konten ke Keranjang Belanja, Ziyadbooks Sukses Kuasai Ramadan di TikTok Shop by Tokopedia

February 23, 2026
Nuzulul Quran 2026 Jatuh Kapan? Ini Perbedaan Jadwal Muhammadiyah dan Pemerintah

Nuzulul Quran 2026 Jatuh Kapan? Ini Perbedaan Jadwal Muhammadiyah dan Pemerintah

February 25, 2026
Bank Syariah Nasional Mulai Garap Ekosistem Muhammadiyah

Bank Syariah Nasional Mulai Garap Ekosistem Muhammadiyah

February 25, 2026
Persija Petik Kemenangan Krusial di Kandang Malut United, Mauricio Souza Puas dengan Mental Tim

Persija Petik Kemenangan Krusial di Kandang Malut United, Mauricio Souza Puas dengan Mental Tim

February 24, 2026
Achraf Hakimi Hadapi Sidang Dugaan Kekerasan Seksual, Tegaskan Tak Bersalah

Achraf Hakimi Hadapi Sidang Dugaan Kekerasan Seksual, Tegaskan Tak Bersalah

February 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved