JAKARTA, Cobisnis.com – Saat industri musik dunia berkumpul dalam rangkaian Grammy Week, musik Afrika tampil semakin menonjol bukan hanya di panggung penghargaan, tetapi juga dalam lanskap budaya pop global. Momentum ini terlihat jelas di Los Angeles melalui Pamoja, perayaan tahunan musik dan budaya Afrika yang digelar YouTube Music pada Sabtu waktu setempat, dengan tema kolaborasi lintas negara yang mencerminkan kebangkitan global musik Afrika.
Acara tersebut akan memberi penghormatan kepada para nomine kategori Best African Music Performance dari Recording Academy serta menganugerahkan Lifetime Achievement Award kepada pelopor musik Nigeria, Fela Kuti. Pamoja juga menyoroti peran diaspora Afrika dan kolaborator internasional yang berkontribusi membawa warna musik Afrika ke audiens dunia.
Perkembangan ini menegaskan perubahan besar di industri musik: musisi Afrika tidak lagi dipandang sebagai pemain pinggiran, melainkan sebagai penggerak utama pasar global.
Peran platform digital menjadi kunci ekspansi tersebut. Data YouTube menunjukkan lebih dari 70% waktu tonton untuk 100 artis Afrika teratas berasal dari luar benua Afrika. Hal ini mencerminkan jangkauan internasional yang kian luas dan organik. Pola tur pun ikut berubah artis Afrika kini memenuhi arena di Eropa dan Amerika Utara, sementara musisi internasional tampil di hadapan penonton besar di Afrika.
Di platform lain, tren serupa terlihat. Pada 2025, Burna Boy menjadi artis Afrika paling banyak diputar di Spotify, sebelum Wizkid melampaui pencapaian itu pada Januari 2026 sebagai artis Afrika pertama yang menembus 10 miliar streaming. Lagu “Love Nwantiti” milik CKay juga menembus 1 miliar streaming, menandai daya tarik global Afrobeats. Di Apple Music, streaming musik Afrika tumbuh empat kali lebih cepat dibanding pertumbuhan total platform.
Pelaku industri menilai diaspora Afrika berperan penting sebagai jembatan budaya menerjemahkan suara regional ke audiens internasional tanpa kehilangan konteks. Keaslian pun menjadi fokus utama Pamoja, dengan suasana informal dan tanpa skrip untuk memastikan musik dan budaya Afrika tampil atas istilahnya sendiri.
Pengakuan Grammy tahun ini mulai dari kategori khusus musik Afrika hingga penghormatan anumerta bagi Fela Kuti dinilai bukan sebagai tren sesaat, melainkan pengakuan yang telah lama tertunda. Ke depan, industri memproyeksikan keragaman genre Amapiano, hip-hop Afrika, R&B, hingga pop akan terus berkembang, mengukuhkan musik Afrika sebagai kekuatan permanen dalam arus utama global.












