• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, May 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Entertaiment

K-Pop di Kolombia: di Balik Fenomena Global Yang Terus Berkembang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 27, 2026
in Entertaiment
0
K-Pop di Kolombia: di Balik Fenomena Global Yang Terus Berkembang

JAKARTA, Cobisnis.com – K-pop di Kolombia kini berkembang menjadi fenomena global yang membentuk komunitas, kompetisi, hingga diplomasi budaya di Amerika Latin.

Musik berhenti lalu diputar kembali di dalam sebuah studio tari di ibu kota Kolombia, Bogotá. Para penari menghitung dengan lantang, menyempurnakan transisi gerakan hingga larut malam.

V14 merupakan salah satu dari banyak studio tari di kota tersebut yang dikenal melatih gaya urban seperti Reggaeton. Namun malam itu, koreografi yang memenuhi ruangan justru berasal dari belahan dunia lain.

Empire, grup tari campuran beranggotakan tujuh orang, tengah berlatih rutin K-pop sebagai bagian dari gerakan yang terus berkembang di kalangan penari Kolombia yang berlatih, berkompetisi, dan membangun komunitas di sekitar musik pop Korea. Di seluruh Amerika Latin, koneksi ini berkembang pesat meskipun berasal dari ribuan kilometer jauhnya.

“Kami sebagai orang Latin suka berpesta, kami suka menikmati musik,” ujar Johanna Valentina Espinosa, pemimpin Empire yang tampil dengan nama panggung Vay. “K-pop membawa rasa persahabatan dan kebersamaan itu.”

Dari Fandom Menjadi Partisipasi Aktif

K-pop telah hadir di Kolombia dan Amerika Latin selama lebih dari satu dekade. Konser dari grup seperti ATEEZ dan NCT 127 sukses menarik ribuan penggemar di Bogotá. Tahun ini, negara tersebut dijadwalkan untuk pertama kalinya menyambut fenomena boy group BTS. Momen ini menjadi tonggak penting bagi penggemar lokal sekaligus bukti bahwa Amerika Latin kini semakin diperhitungkan dalam tur global K-pop.

Di tingkat akar rumput, media sosial membantu fandom berevolusi menjadi komunitas budaya yang terorganisasi dan terlihat. Penari K-pop di Kolombia kini tidak lagi sekadar menjadi konsumen, tetapi juga pelaku aktif.

Ajang seperti K-Pop World Festival yang didukung kedutaan Korea di berbagai negara turut memberi struktur dan visibilitas bagi para penampil lokal. Di Kolombia, kompetisi tahunan ini menarik penari dari seluruh negeri dan menjadi titik temu komunitas K-pop. Meski hanya sedikit tim yang melaju ke final di Korea Selatan, acara ini memperkuat hubungan antara penggemar, penampil, dan institusi budaya.

Pertukaran Budaya Dan Diplomasi

Fenomena ini menjadi bagian dari upaya lebih luas Kedutaan Besar Republik Korea untuk mempromosikan budaya Korea melalui musik, film, televisi, fesyen, dan kuliner dalam kerangka Hallyu atau “Gelombang Korea”.

“Hallyu lebih dari sekadar aset budaya,” ujar Kyungho Park, Sekretaris Kedua di Kedutaan Korea Selatan di Kolombia. “Ini adalah aset strategis yang meningkatkan citra nasional Korea dan mendorong pertukaran antar masyarakat.”

Pengaruh tersebut bahkan melampaui hiburan. Sofía Alfonso Gaitán dari bagian Kebudayaan, Pendidikan, dan Kerja Sama Internasional kedutaan mencatat bahwa banyak peserta kompetisi K-pop kemudian mendaftar beasiswa untuk belajar di luar negeri, mengubah aktivitas dance cover menjadi aspirasi jangka panjang.

Jaringan Regional Yang Menguat

Di atap pusat perbelanjaan Plaza Claro, anggota grup pria Double Blade berlatih formasi dengan latar cakrawala kota, menarik perhatian pengunjung. Adegan serupa terjadi di berbagai sudut kota, di mana ruang publik menjadi bagian penting budaya tari K-pop.

Bagi banyak penari, K-pop menjadi lebih dari sekadar hobi selama masa pandemi. Saat studio ditutup dan acara dibatalkan, media sosial menjadi panggung sekaligus ruang komunitas.

“Saya rasa K-pop semakin populer di Kolombia karena setelah pandemi banyak hal berubah dan gelombang K-pop tumbuh pesat,” ujar Juan Pablo García alias Jwamp, anggota Double Blade.

Beberapa lainnya menilai daya tarik K-pop tidak hanya terletak pada lagu yang catchy atau koreografi yang sulit.

“Bukan hanya musik atau tariannya, tapi keseluruhan sistem K-pop yang membuatnya berkembang di Kolombia,” kata Jorge David Galviz alias Danny.

Sentuhan Latin Dalam Dunia K-Pop

Anggota Empire menyadari adanya stereotip bahwa K-pop tidak selalu dianggap serius, namun mereka menolak anggapan tersebut.

“Ada stigma bahwa K-pop tidak dianggap serius, tapi kami memperlakukannya seperti bentuk seni lainnya,” ujar Juliana León Monroy.

Sebagian penari juga terinspirasi melihat artis Latin mulai mendapat tempat di industri K-pop. Salah satu contohnya adalah Santos Bravos, boy group Latin yang dikembangkan di bawah label milik BTS, HYBE, sebagai bagian dari ekspansi global. Selain itu, girl group global KATSEYE juga menarik perhatian setelah nominasi Grammy mereka tahun ini, menunjukkan bagaimana artis yang dilatih dengan sistem K-pop mampu menembus arus utama global.

Kedua grup tersebut dijadwalkan tampil di edisi ke-15 Festival Estéreo Picnic di Bogotá pada Maret tahun ini. Festival tersebut merupakan salah satu ajang musik terbesar di Amerika Latin, dengan penampil utama seperti Tyler, The Creator dan Sabrina Carpenter.

Visibilitas Amerika Latin Meningkat

Peran Amerika Latin dalam ekspansi global K-pop kini semakin jelas. Perusahaan promotor besar seperti Studio PAV yang memiliki kantor di Bogotá dan Mexico City, serta pusat di Seoul dan Amerika Serikat, menilai kawasan ini kini telah mapan dalam peta tur global. Di Meksiko, tiket konser BTS terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam, bahkan mendorong Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk secara terbuka meminta penambahan jadwal konser.

Bagi anak muda di Bogotá dan seluruh Amerika Latin yang telah mencurahkan energi mereka untuk K-pop mulai dari menari hingga membangun komunitas pengakuan global ini menjadi sinyal bahwa budaya yang mereka bangun secara lokal kini mendapat tempat di panggung dunia.

Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download karbonn firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: AmerikaLatinBTScobisnis.comHallyuKpopKolombia

Related Posts

Frontier Airlines Hadapi Ujian Berat Meski Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Spirit

Frontier Airlines Hadapi Ujian Berat Meski Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Spirit

by Zahra Zahwa
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Frontier Airlines berpotensi menjadi maskapai yang paling diuntungkan setelah Spirit Airlines menghentikan operasinya pada 2 Mei lalu....

San Antonio Spurs Melaju ke NBA Finals 2026 Setelah Kalahkan Thunder 111-103

San Antonio Spurs Melaju ke NBA Finals 2026 Setelah Kalahkan Thunder 111-103

by Zahra Zahwa
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – San Antonio Spurs memastikan tiket ke NBA Finals 2026 setelah mengalahkan Oklahoma City Thunder 111-103 pada Game...

Kisah Sue Tilley, Perempuan di Balik Lukisan Lucian Freud yang Diburu Kolektor Dunia

Kisah Sue Tilley, Perempuan di Balik Lukisan Lucian Freud yang Diburu Kolektor Dunia

by Zahra Zahwa
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sue Tilley kembali bertemu dengan potret dirinya yang dibuat pelukis terkenal Lucian Freud hampir 30 tahun lalu....

Waspada Voice Cloning AI, Penipu Kini Bisa Meniru Suara Keluarga Anda

Waspada Voice Cloning AI, Penipu Kini Bisa Meniru Suara Keluarga Anda

by Zahra Zahwa
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kasus penipuan menggunakan teknologi tiruan suara berbasis kecerdasan buatan atau AI semakin meningkat. Teknologi ini memungkinkan pelaku...

Anicka Yi Eksplorasi Hubungan Manusia, Teknologi, dan Mikroorganisme Lewat Karya Unik

Anicka Yi Eksplorasi Hubungan Manusia, Teknologi, dan Mikroorganisme Lewat Karya Unik

by Zahra Zahwa
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seniman kontemporer asal Korea Selatan, Anicka Yi, kembali menarik perhatian dunia seni lewat serangkaian karya yang menggabungkan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukan Sekadar Pesta Anime, MMAJ Jakarta 2026 Jadi Platform Official Japanese IP Pertama di Indonesia

Bukan Sekadar Pesta Anime, MMAJ Jakarta 2026 Jadi Platform Official Japanese IP Pertama di Indonesia

May 30, 2026
Pemutihan Denda Pajak Kendaraan DKI Jakarta Berlaku 2026, Ini Ketentuan Lengkapnya

Pemutihan Denda Pajak Kendaraan DKI Jakarta Berlaku 2026, Ini Ketentuan Lengkapnya

May 30, 2026
PSG Tantang Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026, Simak Jadwal Tayangnya Malam Ini

PSG Tantang Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026, Simak Jadwal Tayangnya Malam Ini

May 30, 2026
Ekspor Beras RI ke Malaysia Dipatok di Atas Rp16 Ribu per Kilogram

Ekspor Beras RI ke Malaysia Dipatok di Atas Rp16 Ribu per Kilogram

May 30, 2026
Frontier Airlines Hadapi Ujian Berat Meski Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Spirit

Frontier Airlines Hadapi Ujian Berat Meski Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Spirit

May 31, 2026
San Antonio Spurs Melaju ke NBA Finals 2026 Setelah Kalahkan Thunder 111-103

San Antonio Spurs Melaju ke NBA Finals 2026 Setelah Kalahkan Thunder 111-103

May 31, 2026
Kisah Sue Tilley, Perempuan di Balik Lukisan Lucian Freud yang Diburu Kolektor Dunia

Kisah Sue Tilley, Perempuan di Balik Lukisan Lucian Freud yang Diburu Kolektor Dunia

May 31, 2026
Waspada Voice Cloning AI, Penipu Kini Bisa Meniru Suara Keluarga Anda

Waspada Voice Cloning AI, Penipu Kini Bisa Meniru Suara Keluarga Anda

May 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved