• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, September 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Entertaiment

K-Pop di Kolombia: di Balik Fenomena Global Yang Terus Berkembang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 27, 2026
in Entertaiment
0
K-Pop di Kolombia: di Balik Fenomena Global Yang Terus Berkembang

JAKARTA, Cobisnis.com – K-pop di Kolombia kini berkembang menjadi fenomena global yang membentuk komunitas, kompetisi, hingga diplomasi budaya di Amerika Latin.

Musik berhenti lalu diputar kembali di dalam sebuah studio tari di ibu kota Kolombia, Bogotá. Para penari menghitung dengan lantang, menyempurnakan transisi gerakan hingga larut malam.

V14 merupakan salah satu dari banyak studio tari di kota tersebut yang dikenal melatih gaya urban seperti Reggaeton. Namun malam itu, koreografi yang memenuhi ruangan justru berasal dari belahan dunia lain.

Empire, grup tari campuran beranggotakan tujuh orang, tengah berlatih rutin K-pop sebagai bagian dari gerakan yang terus berkembang di kalangan penari Kolombia yang berlatih, berkompetisi, dan membangun komunitas di sekitar musik pop Korea. Di seluruh Amerika Latin, koneksi ini berkembang pesat meskipun berasal dari ribuan kilometer jauhnya.

“Kami sebagai orang Latin suka berpesta, kami suka menikmati musik,” ujar Johanna Valentina Espinosa, pemimpin Empire yang tampil dengan nama panggung Vay. “K-pop membawa rasa persahabatan dan kebersamaan itu.”

Dari Fandom Menjadi Partisipasi Aktif

K-pop telah hadir di Kolombia dan Amerika Latin selama lebih dari satu dekade. Konser dari grup seperti ATEEZ dan NCT 127 sukses menarik ribuan penggemar di Bogotá. Tahun ini, negara tersebut dijadwalkan untuk pertama kalinya menyambut fenomena boy group BTS. Momen ini menjadi tonggak penting bagi penggemar lokal sekaligus bukti bahwa Amerika Latin kini semakin diperhitungkan dalam tur global K-pop.

Di tingkat akar rumput, media sosial membantu fandom berevolusi menjadi komunitas budaya yang terorganisasi dan terlihat. Penari K-pop di Kolombia kini tidak lagi sekadar menjadi konsumen, tetapi juga pelaku aktif.

Ajang seperti K-Pop World Festival yang didukung kedutaan Korea di berbagai negara turut memberi struktur dan visibilitas bagi para penampil lokal. Di Kolombia, kompetisi tahunan ini menarik penari dari seluruh negeri dan menjadi titik temu komunitas K-pop. Meski hanya sedikit tim yang melaju ke final di Korea Selatan, acara ini memperkuat hubungan antara penggemar, penampil, dan institusi budaya.

Pertukaran Budaya Dan Diplomasi

Fenomena ini menjadi bagian dari upaya lebih luas Kedutaan Besar Republik Korea untuk mempromosikan budaya Korea melalui musik, film, televisi, fesyen, dan kuliner dalam kerangka Hallyu atau “Gelombang Korea”.

“Hallyu lebih dari sekadar aset budaya,” ujar Kyungho Park, Sekretaris Kedua di Kedutaan Korea Selatan di Kolombia. “Ini adalah aset strategis yang meningkatkan citra nasional Korea dan mendorong pertukaran antar masyarakat.”

Pengaruh tersebut bahkan melampaui hiburan. Sofía Alfonso Gaitán dari bagian Kebudayaan, Pendidikan, dan Kerja Sama Internasional kedutaan mencatat bahwa banyak peserta kompetisi K-pop kemudian mendaftar beasiswa untuk belajar di luar negeri, mengubah aktivitas dance cover menjadi aspirasi jangka panjang.

Jaringan Regional Yang Menguat

Di atap pusat perbelanjaan Plaza Claro, anggota grup pria Double Blade berlatih formasi dengan latar cakrawala kota, menarik perhatian pengunjung. Adegan serupa terjadi di berbagai sudut kota, di mana ruang publik menjadi bagian penting budaya tari K-pop.

Bagi banyak penari, K-pop menjadi lebih dari sekadar hobi selama masa pandemi. Saat studio ditutup dan acara dibatalkan, media sosial menjadi panggung sekaligus ruang komunitas.

“Saya rasa K-pop semakin populer di Kolombia karena setelah pandemi banyak hal berubah dan gelombang K-pop tumbuh pesat,” ujar Juan Pablo García alias Jwamp, anggota Double Blade.

Beberapa lainnya menilai daya tarik K-pop tidak hanya terletak pada lagu yang catchy atau koreografi yang sulit.

“Bukan hanya musik atau tariannya, tapi keseluruhan sistem K-pop yang membuatnya berkembang di Kolombia,” kata Jorge David Galviz alias Danny.

Sentuhan Latin Dalam Dunia K-Pop

Anggota Empire menyadari adanya stereotip bahwa K-pop tidak selalu dianggap serius, namun mereka menolak anggapan tersebut.

“Ada stigma bahwa K-pop tidak dianggap serius, tapi kami memperlakukannya seperti bentuk seni lainnya,” ujar Juliana León Monroy.

Sebagian penari juga terinspirasi melihat artis Latin mulai mendapat tempat di industri K-pop. Salah satu contohnya adalah Santos Bravos, boy group Latin yang dikembangkan di bawah label milik BTS, HYBE, sebagai bagian dari ekspansi global. Selain itu, girl group global KATSEYE juga menarik perhatian setelah nominasi Grammy mereka tahun ini, menunjukkan bagaimana artis yang dilatih dengan sistem K-pop mampu menembus arus utama global.

Kedua grup tersebut dijadwalkan tampil di edisi ke-15 Festival Estéreo Picnic di Bogotá pada Maret tahun ini. Festival tersebut merupakan salah satu ajang musik terbesar di Amerika Latin, dengan penampil utama seperti Tyler, The Creator dan Sabrina Carpenter.

Visibilitas Amerika Latin Meningkat

Peran Amerika Latin dalam ekspansi global K-pop kini semakin jelas. Perusahaan promotor besar seperti Studio PAV yang memiliki kantor di Bogotá dan Mexico City, serta pusat di Seoul dan Amerika Serikat, menilai kawasan ini kini telah mapan dalam peta tur global. Di Meksiko, tiket konser BTS terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam, bahkan mendorong Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk secara terbuka meminta penambahan jadwal konser.

Bagi anak muda di Bogotá dan seluruh Amerika Latin yang telah mencurahkan energi mereka untuk K-pop mulai dari menari hingga membangun komunitas pengakuan global ini menjadi sinyal bahwa budaya yang mereka bangun secara lokal kini mendapat tempat di panggung dunia.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download mobile firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: AmerikaLatinBTScobisnis.comHallyuKpopKolombia

Related Posts

Indonesia Sebut Pelaporan Kabut Asap Karhutla ke ASEAN Terus Dilakukan

Indonesia Sebut Pelaporan Kabut Asap Karhutla ke ASEAN Terus Dilakukan

by Hidayat Taufik
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Indonesia memastikan seluruh kewajiban pelaporan mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penyebaran kabut asap kepada...

Liverpool meraih kemenangan perdana musim ini setelah mengalahkan Ipswich Town 2-0 berkat dua gol Alexander Isak dari assist Cody Gakpo.

Liverpool Taklukkan Ipswich, Isak Jadi Bintang

by Desti Dwi Natasya
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Liverpool meraih tiga poin setelah menundukkan Ipswich Town 2-0 di Portman Road dalam lanjutan Premier League, Sabtu...

Suara Dentuman di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

Suara Dentuman di Bandung, BMKG Ungkap Dugaan Penyebab

by Hidayat Taufik
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Warga di sejumlah wilayah Jawa Barat dibuat penasaran dengan suara dentuman yang terdengar pada Jumat (4/9/2026) malam...

Bocoran terbaru menyebut harga iPhone Ultra 256GB bisa mencapai Rp32,7 juta, sementara iPhone 18 Pro dan Pro Max juga diprediksi naik.

iPhone Ultra Diprediksi Tembus Rp32 Juta

by Desti Dwi Natasya
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apple diperkirakan menghadirkan kejutan dalam acara peluncuran pada 9 September 2026 dengan memperkenalkan iPhone 18 Pro, iPhone...

Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

by Zahra Zahwa
September 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Serena dan Venus Williams harus mengakhiri langkah mereka lebih cepat di US Open 2026. Duo kakak beradik...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani

Kemenpar Jadikan Wisata Wellness Program Unggulan Dukung Pariwisata Berkualitas

September 5, 2026
Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

Serena-Venus Williams Tersingkir Setelah Kalah Dramatis di US Open 2026

September 5, 2026
PLN Indonesia Power Borong 6 Penghargaan EBTKE 2026, Tunjukkan Kiprah Nyata dalam Transisi Energi Nasional

PLN Indonesia Power Borong 6 Penghargaan EBTKE 2026, Tunjukkan Kiprah Nyata dalam Transisi Energi Nasional

September 5, 2026
Sutradara Joe Russo mengungkap Avengers: Doomsday mulai menjalani syuting meski naskah belum sepenuhnya rampung dan mengandalkan improvisasi aktor.

Avengers: Doomsday Syuting Saat Naskah Belum Rampung

September 5, 2026
Indonesia Sebut Pelaporan Kabut Asap Karhutla ke ASEAN Terus Dilakukan

Indonesia Sebut Pelaporan Kabut Asap Karhutla ke ASEAN Terus Dilakukan

September 5, 2026
Suhu gurun yang kian ekstrem membuat unta mengalami dehidrasi, gagal ginjal hingga kematian di sejumlah wilayah.

Unta Mulai Tumbang, Suhu Gurun Makin Ekstrem

September 5, 2026
Melalui "Jelajah Indonesia Wastra Nusantara", Kemenpar Angkat Wastra jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Melalui “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara”, Kemenpar Angkat Wastra jadi Daya Tarik Wisata Budaya

September 5, 2026
Makan Telur - pexels/ROMAN ODINTSOV

Waktu Terbaik Makan Makanan Berprotein Waktu Sarapan atau Makan Malam?

September 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved