• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Mengintip Pusat Kebudayaan Baru Uzbekistan Bernilai Jutaan Dolar

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 2, 2025
in Humaniora
0
Mengintip Pusat Kebudayaan Baru Uzbekistan Bernilai Jutaan Dolar

JAKARTA, Cobisnis.com – Uzbekistan tengah menyiapkan pusat kebudayaan berskala raksasa yang disebut-sebut memiliki ukuran empat kali lebih tinggi dari Hollywood Sign dan sekitar tujuh kali lebih besar dibandingkan Gedung Putih. Bangunan yang dinamai Center for Islamic Civilization (CISC) di Tashkent ini merupakan kombinasi museum dan pusat riset akademik tiga lantai, dan dijadwalkan dibuka untuk umum pada Maret 2026. Tujuannya adalah menghidupkan kembali peran historis Uzbekistan sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan Islam.

Direktur CISC, Firdavs Abdukhalikov, mengatakan bahwa wilayah tersebut telah melahirkan banyak tokoh yang memberi dampak besar pada peradaban dunia. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan warisan tersebut kepada masyarakat global dan generasi muda dalam format yang modern dan menarik. Selama delapan tahun pembangunan, pusat ini melibatkan sekitar 1.500 ahli dari lebih dari 40 negara untuk merancang aspek ilmiah, arsitektur, dan budaya.

Salah satu daya tariknya adalah zona edukasi interaktif yang memanfaatkan teknologi VR, AR, hingga kecerdasan buatan, memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan “potret hidup” tokoh-tokoh ilmuwan dan pemikir sejarah. Harapannya, anak-anak dapat terinspirasi mendalami astronomi, kedokteran, seni, hingga sastra.

Lantai kedua akan difokuskan untuk penelitian, menyediakan akses ke lebih dari 200.000 koleksi buku bagi akademisi internasional. Abdukhalikov menegaskan bahwa CISC bukan sekadar museum, melainkan platform budaya dan pendidikan yang menggabungkan artefak dengan kisah hidup para tokoh berpengaruh.

Membangkitkan Masa Lalu
Meskipun Uzbekistan merupakan negara sekuler, Islam memegang peranan penting dalam identitas budaya dan sejarahnya. Islam mulai masuk ke Asia Tengah pada abad ke-7 melalui penaklukan Arab menggantikan tradisi Zoroastrian dan Buddha dan memicu masa keemasan ilmu pengetahuan, sastra, serta arsitektur pada abad ke-9 hingga 12.

Sejarawan Farhan Ahmad Nizami dari Oxford Center for Islamic Studies menyebut Asia Tengah sebagai “dunia yang telah terhubung sebelum era globalisasi,” karena kota-kota seperti Samarkand dan Bukhara menjadi simpul penting Jalur Sutra yang menghubungkan budaya dan ide dari Timur dan Barat selama lebih dari satu milenium.

Kontribusi Uzbekistan pada dunia seni dan ilmu pengetahuan, kata Nizami, sangat signifikan meski lama diabaikan. Kebangkitan kedua terjadi pada era Timurid abad ke-15 dan 16, ketika Samarkand berkembang pesat dalam seni, sains, dan diplomasi. Arsitektur CISC terinspirasi dari era tersebut, ditandai dengan kubah biru raksasa setinggi 65 meter, gerbang mozaik megah, dan ornamen rumit khas tradisi Timurid.

Pada abad ke-19, ekspansi Kekaisaran Rusia membuat sebagian besar Asia Tengah berada di bawah kekuasaan mereka dan kemudian Uni Soviet. Masa Soviet turut menekan praktik keagamaan dan membuat banyak artefak budaya Uzbekistan berpindah keluar negeri.

Sejak merdeka pada 1991, Uzbekistan mulai memulihkan identitas Islam dan warisan sejarahnya. CISC diberi mandat untuk melacak dan memulangkan benda-benda bersejarah tersebut. Abdukhalikov mengatakan mereka mengikuti lelang internasional seperti Christie’s dan Sotheby’s, berhasil mengembalikan sekitar 2.000 artefak. Koleksi tersebut mencakup Al-Quran abad ke-7 milik Utsman salah satu yang tertua di dunia serta 114 manuskrip Al-Quran dari berbagai penguasa dan kaligrafer ternama.

Potensi dan Tantangan
Nizami menilai CISC memiliki “potensi besar,” namun mengingatkan bahwa keberhasilan pusat ini bergantung pada penelitian, pendidikan, dan upaya budaya jangka panjang, bukan sekadar bangunan megahnya. Selain apresiasi, kritik pun muncul terkait biaya pembangunan, sumber pendanaan, serta kondisi kebebasan beragama di Uzbekistan. CISC tidak memberikan komentar mengenai biaya proyek tersebut.

Kebakaran pada September lalu sempat menunda peluncuran awal, namun konstruksi utama kini telah rampung. Dengan 60% populasi Uzbekistan berada di bawah usia 35 tahun, Abdukhalikov menegaskan museum ini dibangun untuk generasi mendatang dengan misi menginspirasi dan memperkenalkan sejarah besar mereka melalui inovasi dan kreativitas.

Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
online free course
download redmi firmware
Download WordPress Themes Free
online free course
Tags: BudayaAsiaTengahCISCcobisnis.comperadabanislamUzbekistan

Related Posts

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Qualcomm Pertimbangkan Samsung Produksi Snapdragon 8 Elite Gen 6

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Qualcomm dilaporkan kembali menjajaki kerja sama dengan Samsung Foundry untuk memproduksi chipset flagship Snapdragon 8 Elite Gen...

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Kim Jong Un Tegaskan Dukungan untuk Putin

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un kembali menegaskan dukungannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan rakyat...

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Kementerian PU Buka Uji Coba Kelok 23

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menguji coba open traffic Jalan Baru Kretek-Girijati yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan...

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Persib Siap Hadapi FC Seoul di ACL 2

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persib Bandung akan menjalani ujian perdana di Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 dengan...

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Volkswagen Perkenalkan Mobil Listrik Mission Efficiency

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Volkswagen memperkenalkan Mission Efficiency sebagai prototipe mobil listrik near-production yang diklaim menjadi salah satu kendaraan listrik paling...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
OTT KPK di Bogor Berujung 8 Tersangka, Bos Summarecon Ikut Terseret

KPK Naikkan Kasus OTT Suap HGB Bogor ke Penyidikan

September 15, 2026
Siap Siap Ambil Cuti, Ini 6 Long Weekend yang Ada di 2027

Siap Siap Ambil Cuti, Ini 6 Long Weekend yang Ada di 2027

September 15, 2026
Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Rp23 Triliun untuk Gaji P3K

Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Rp23 Triliun untuk Gaji P3K

September 15, 2026
Polisi Tangkap Wanita di Cilegon, Sita 3 Jenis Narkoba

Polisi Tangkap Wanita di Cilegon, Sita 3 Jenis Narkoba

September 15, 2026
Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Qualcomm Pertimbangkan Samsung Produksi Snapdragon 8 Elite Gen 6

September 15, 2026
Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Kim Jong Un Tegaskan Dukungan untuk Putin

September 15, 2026
Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Kementerian PU Buka Uji Coba Kelok 23

September 15, 2026
Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Persib Siap Hadapi FC Seoul di ACL 2

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved