JAKARTA, Cobisnis.com – Ada satu kebiasaan yang cukup sering terlihat saat pertandingan sepak bola berlangsung. Pelatih di pinggir lapangan tampak mengunyah permen karet sambil mengamati jalannya pertandingan.
Kebiasaan tersebut bukan hanya dilakukan pelatih sepak bola di luar negeri. Sejumlah pelatih klub di Indonesia juga pernah terlihat mengunyah sesuatu saat pertandingan berlangsung.
Salah satu pelatih yang dikenal memiliki kebiasaan tersebut adalah Sir Alex Ferguson. Mantan pelatih Manchester United itu bahkan pernah membuat permen karet bekas kunyahannya menjadi barang bernilai tinggi.
Permen karet bekas kunyahan Ferguson pernah terjual dengan harga Rp7,3 miliar. Namun, di balik kebiasaan yang terlihat sederhana tersebut, aktivitas mengunyah ternyata dapat memberikan sejumlah efek bagi tubuh.
Salah satunya berkaitan dengan stres. Kondisi pertandingan yang menegangkan membuat aktivitas mengunyah dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi ketegangan.
Penelitian yang dikutip Healthline menunjukkan bahwa mengunyah permen karet sambil mengerjakan tugas dapat meningkatkan sejumlah aspek fungsi otak. Beberapa di antaranya adalah kewaspadaan, memori, dan kemampuan mengambil keputusan.
Aktivitas mengunyah juga dikaitkan dengan penurunan kadar hormon stres seperti kortisol. Hal tersebut membuat aktivitas sederhana ini dapat memberikan sensasi yang lebih menenangkan ketika seseorang berada dalam situasi penuh tekanan.
Mengunyah melibatkan otot rahang, sensasi di dalam mulut, propriosepsi, serta koordinasi motorik yang berlangsung secara berulang. Rangkaian aktivitas tersebut turut berkaitan dengan perubahan aktivitas di sejumlah wilayah otak.
Ulasan dalam Japanese Dental Science Review menyebut aktivitas mengunyah berhubungan dengan perubahan aktivitas di berbagai wilayah otak, termasuk korteks prefrontal dan amigdala. Kedua bagian tersebut memiliki peran dalam pengaturan respons emosional dan stres.
Stimulasi dari aktivitas mengunyah disebut dapat membantu meredam respons stres melalui sirkuit yang melibatkan amigdala. Efek tersebut bisa menjadi salah satu alasan mengapa aktivitas mengunyah terasa menenangkan bagi sebagian orang.
Meski memiliki potensi membantu meredakan ketegangan, konsumsi permen karet tetap perlu diperhatikan. Permen karet dengan kandungan gula tinggi dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Dengan begitu, kebiasaan pelatih mengunyah saat pertandingan tidak selalu sekadar kebiasaan tanpa alasan. Aktivitas tersebut dapat memberikan sensasi menenangkan sekaligus membantu menjaga kewaspadaan ketika pertandingan berlangsung.












