• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, March 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mengapa Pindah Dari AS Ke Eropa Mengubah Cara Pandang Hidup Orang Amerika Ini

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 18, 2026
in Lifestyle
0
Mengapa Pindah Dari AS Ke Eropa Mengubah Cara Pandang Hidup Orang Amerika Ini

JAKARTA, Cobisnis.com – Dalam rangkuman berita perjalanan pekan ini, kami mengulas bagaimana maskapai memastikan pilot mereka bebas alkohol, apa yang sebenarnya terjadi di dalam pemandian Turki, serta alasan mengapa terjadi perlombaan global untuk mendapatkan paspor kedua.

Memulai hidup baru di Jerman dan Swedia
Kewarganegaraan ganda kemampuan menjadi warga negara lebih dari satu negara sejak lama menjadi impian banyak pelancong dan ekspatriat. Saat ini, perburuan paspor kedua semakin meningkat secara global, seiring banyak negara memperketat persyaratan. Bagi mereka yang berhasil memperoleh hak tinggal di luar negeri, baik melalui kewarganegaraan maupun visa, perpindahan ini bisa membawa perubahan besar dalam hidup.

Kate Raidt pindah bersama putranya dari Atlanta ke Jerman sekitar satu setengah tahun lalu dan menjalani proses perolehan visa yang “panjang dan menantang.” Namun, menurutnya, semua itu sepadan karena relokasi tersebut berjalan “jauh lebih baik dari yang bisa dibayangkan siapa pun.”

Kini ia tinggal di kota Ulm, Jerman selatan, dekat keindahan alam Sungai Danube dan Pegunungan Alpen Bavaria. Ia menikmati gaya hidup baru yang lebih dekat dengan alam, yang menurutnya sangat berdampak positif bagi kesehatan mental dan fisiknya.

Sementara itu, pada 2022, Arabella Carey Adolfsson asal San Diego pindah ke sebuah pulau di Swedia bersama suaminya yang berkewarganegaraan Swedia. Ia mengakui musim dingin di sana “bisa sangat berat” dan ia merindukan keluarganya di AS. “Ada bagian besar dari hidup saya yang hilang, dan sampai sekarang saya belum tahu harus menggantinya dengan apa,” ujarnya.

Pelajaran terbesar yang ia dapatkan adalah pentingnya reset mental saat beradaptasi di negara baru. “Ini soal memprogram ulang pola pikir yang selama ini kita jalani, lalu menjalankan program yang baru,” katanya.

Dry January dan budaya tanpa alkohol
Berpikir untuk mengurangi konsumsi alkohol pada 2026? Salah satu dampaknya, Anda akan lebih kecil kemungkinannya terlibat masalah di pesawat. Menurut seorang profesor kriminologi, ada satu benang merah dalam insiden penumpang bermasalah di pesawat: “Alkohol. Alkohol. Alkohol.”

Industri penerbangan sepakat bahwa penumpang mabuk adalah masalah serius. Tantangannya adalah bagaimana mengatasinya apakah dengan melarang penumpang bermasalah atau membatasi penjualan minuman beralkohol di bandara.

Bukan hanya penumpang, pilot yang berada di bawah pengaruh alkohol juga menjadi perhatian, meski kasusnya jarang terjadi. Sejumlah insiden dalam beberapa tahun terakhir membuat isu ini kembali mencuat.

Di sisi lain, pesta tanpa alkohol kini menjadi tren di kalangan anak muda di berbagai belahan dunia. Dari Korea Selatan hingga Paris, orang-orang menikmati “sober rave,” menari saat fajar di tempat-tempat seperti toko roti dan kedai kopi.

Di dalam pemandian Turki
Hamam, atau pemandian Turki, adalah ritual sosial yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Di dalam ruang uap dan sabun ini, pengunjung merasakan suasana hangat dan tenang, dibersihkan oleh petugas, yang oleh para penggemarnya disebut memberi sensasi seperti terlahir kembali.

Tradisi sauna Finlandia juga telah menyebar ke luar Skandinavia dan menjadi tren kebugaran global. Berpindah dari sauna panas ke kolam air dingin dianggap bagian paling menantang dari pengalaman ini.

Orang Amerika pindah ke Cotswolds, Inggris
Tertarik pada rumah bersejarah, ketenangan, dan ritme hidup yang lebih lambat, semakin banyak warga Amerika menetap di kawasan Cotswolds, Inggris. Mereka meninggalkan kehidupan di AS demi rutinitas desa, pondok batu berwarna madu, dan kenyamanan yang sunyi.

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download redmi firmware
Download WordPress Themes
online free course
Tags: #GayaHidupBarucobisnis.comEkspatriatAmerikaPindahKeEropa

Related Posts

Ini Daftar Tarif  Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

Ini Daftar Tarif Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

by Hidayat Taufik
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan bahwa tarif listrik untuk periode triwulan...

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria setelah kalah tipis 0-1 pada partai final FIFA Series 2026 yang...

11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo dan menyaksikan langsung penandatanganan 11 kerja sama ekonomi...

Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

by Dwi Natasya
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Di tengah meningkatnya biaya layanan medis, pemahaman terhadap produk asuransi kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat. Selain memilih...

Pasukan AS di Timur Tengah Tembus 50.000, Sinyal Invasi ke Iran Menguat

Pasukan AS di Timur Tengah Tembus 50.000, Sinyal Invasi ke Iran Menguat

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah personel militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kini telah melampaui 50.000 orang, setelah penambahan sekitar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Negosiasi, Iran Izinkan Kapal Tanker Indonesia Melintas dari Selat Hormuz

Setelah Negosiasi, Iran Izinkan Kapal Tanker Indonesia Melintas dari Selat Hormuz

March 30, 2026
Catat, Libur Panjang di Awal April 2026 Bertepatan dengan Jumat Agung dan Paskah

Catat, Libur Panjang di Awal April 2026 Bertepatan dengan Jumat Agung dan Paskah

March 30, 2026
Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

March 30, 2026
Ganjil Genap Jakarta Hari Ini (30 Maret 2026): Berlaku atau Ditiadakan?

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini (30 Maret 2026): Berlaku atau Ditiadakan?

March 30, 2026
Ini Daftar Tarif  Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

Ini Daftar Tarif Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

March 31, 2026
Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

March 30, 2026
11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

March 30, 2026
Trump Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka atau Iran Akan Kena Serangan

Trump Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka atau Iran Akan Kena Serangan

March 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved