• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, September 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Membatasi Asupan Gula Sejak Balita Menurunkan Risiko Demensia

Chodijah Febriani by Chodijah Febriani
August 8, 2026
in Lifestyle
0
Membatasi Asupan Gula Sejak Balita Menurunkan Risiko Demensia

JAKARTA, Cobisnis.com – Menurut sebuah penelitian, membatasi konsumsi gula sebelum usia dua tahun dapat melindungi otak menurunkan risiko demensia jangka panjang.

Para ilmuwan melacak 65 ribu warga Inggris yang lahir pada 1940-an dan 50-an tersebut diketahui mengurangi atau penjatahan asupan gula selama Perang Dunia II. Hasilnya, mereka yang membatasi asupan gula dapat mengurangi risiko demensia di usia dewasa hingga seperlimanya.

Sebagai informasi, penjatahan makanan di masa perang dimulai di Inggris pada Januari 1940, ketika daging asap, mentega, dan gula dibatasi.

Dikutip dari The Sun, Sabtu (08/08/2026), pengurangan asupan gula tidak hanya menurunkan risiko demensia secara keseluruhan, tetapi juga menunda timbulnya demensia bagi mereka yang akhirnya mengidapnya.

Selain itu, temuan lainnya juga membuktikan bahwa bayi dan selama kehamilan ibu mereka yang membatasi asupan gula juga terbukti menurunkan risiko demensia.

Ini berarti temuan tersebut dapat memberikan wawasan tentang bagaimana gula memengaruhi proses metabolisme atau bagaimana bayi menyerap nutrisi.

Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya pada kelompok yang sama menemukan bahwa mereka cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk menderita kondisi termasuk serangan jantung dan stroke jika mereka memiliki kadar gula darah rendah di masa kanak-kanak dan jika ibu mereka memiliki kadar gula darah rendah selama kehamilan.

Dr. Jiazhen Zheng, ahli di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong di Guangzhou, Tiongkok, dan salah satu penulis studi tersebut mengatakan temuan kami menunjukkan bahwa membatasi gula pada tahap awal kehidupan mungkin memiliki manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak.

“Hasil ini menyoroti potensi pentingnya nutrisi di awal kehidupan dalam mengurangi risiko demensia beberapa dekade kemudian,” jelasnya.

Lebih lanjut, para peneliti menghitung bahwa orang yang mengalami penjatahan gula sebelum lahir dan hingga usia satu tahun memiliki risiko demensia 21 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang lahir setelah penjatahan gula diberlakukan. Jika konsumsi gula dibatasi hingga usia dua tahun, penurunan yang terjadi lebih besar, yaitu sebesar 23 persen.

“Membatasi tambahan gula selama kehamilan dan masa bayi mungkin merupakan salah satu langkah bermanfaat yang dapat dilakukan keluarga dan masyarakat, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami bagaimana paparan dini ini memengaruhi risiko demensia,” jelas Dr. Zheng.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
download karbonn firmware
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: asupan gulabahaya asupan gulabatasi asupan gulademensia

Related Posts

Studi: Ini 3 Faktor yang Dapat Menurunkan Risiko Demensia

Studi: Ini 3 Faktor yang Dapat Menurunkan Risiko Demensia

by Chodijah Febriani
August 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Demensia memengaruhi lebih dari 57 juta orang di seluruh dunia, dan penyebab serta dampaknya terus memikat para...

Ilmuwan Luncurkan Gerakan Fed UP!, Desak Regulasi Ketat Makanan Ultra-Proses di AS

Ilmuwan Luncurkan Gerakan Fed UP!, Desak Regulasi Ketat Makanan Ultra-Proses di AS

by Zahra Zahwa
June 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mayoritas warga Amerika Serikat menginginkan tindakan lebih tegas terhadap makanan ultra-proses atau ultraprocessed foods (UPF). Hasil survei...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prudential Indonesia Raih Premi Rp12,2 Triliun

Prudential Indonesia Raih Premi Rp12,2 Triliun

September 11, 2026
Entitas Merdeka Gold (EMAS) dan BKSDA Sulut Perkuat Konservasi Cagar Alam Panua

Entitas Merdeka Gold (EMAS) dan BKSDA Sulut Perkuat Konservasi Cagar Alam Panua

September 11, 2026
Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat GRC sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat GRC sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

September 11, 2026
Pencarian 5 Jurnalis Masuk Hari Keempat, Gubernur Banten Ikut Turun ke Laut

Pencarian 5 Jurnalis Masuk Hari Keempat, Gubernur Banten Ikut Turun ke Laut

September 11, 2026
Ilustasi Minum Air Putih - pexels/Andrea Piacquadio

3 Tanda Dehidrasi yang Harus diwaspadai

September 12, 2026
Gol Menit Akhir Bawa Persija Menang 2-1 atas Persib

Gol Menit Akhir Bawa Persija Menang 2-1 atas Persib

September 12, 2026
Sayur Pare - pexels/Lars H Knudsen

Walau Pahit, Pare Punya Segudang Manfaat Kesehatan Bagi Penderita Diabetes

September 12, 2026
Ilustrasi Membersihkan Kulkas - pexels/Kevin Malik

Cara Mudah Bersihkan Rak Kulkas dari Noda Lengket Bekas Makanan dan Minuman

September 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved