• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, April 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Masuki Usia Perak, KSEI Raih Sederet Prestasi

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
December 23, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Masuki Usia Perak, KSEI Raih Sederet Prestasi

JAKARTA,Cobisnis.com – Pada hari ini (23/12), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memasuki usia perak 25 tahun. KSEI yang berperan sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia ini memperoleh sederet prestasi, antara lain gelar sebagai Kustodian sentral terbaik di Asia Tenggara untuk yang kelima kalinya.
Predikat Kustodian sentral terbaik di Asia Tenggara berhasil diperoleh KSEI dari Alpha South East Asia. Sebelumnya, KSEI juga meraih penghargaan yang sama pada 2016, 2018, 2019 dan 2021.

Gelar Kustodian sentral terbaik di Asia Tenggara berhasil diperoleh KSEI atas inovasi yang dilakukan sepanjang tahun 2022 serta rencana pengembangan pasar modal Indonesia di masa mendatang.
Tahun 2022 merupakan masa yang cukup penting mengingat tahun ini merupakan transisi dari masa pandemi COVID-19 ke kondisi yang berangsur normal. Meski masih terdapat pembatasan mobilitas dan kehadiran fisik, KSEI terus berupaya melakukan berbagai inovasi khususnya yang terkait pengembangan infrastruktur untuk kemajuan pasar modal.

Mengusung tema ‘25 Tahun Membangun Kemajuan’ dalam peringatan usia perak ini, Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo menyampaikan, “Sejak awal berdiri pada tahun 1997, KSEI
tidak pernah berhenti untuk membangun inovasi untuk dapat memajukan pasar modal Indonesia.

Salah satu inovasi dari KSEI bahkan ada yang menjadi tonggak sejarah pasar modal Indonesia,khususnya untuk pengembangan sistem dan infrastruktur,” kata Uriep.Uriep menambahkan, salah satu tolak ukur dari pencapaian di pasar modal Indonesia adalah pertumbuhan jumlah investor. Jika sebelumnya KSEI telah melakukan beberapa terobosan untuk
mendukung pertumbuhan investor, antara lain simplifikasi pembukaan rekening pasar modal sejak tahun 2019, dan peluncuran platform RUPS online yaitu EASY KSEI sejak 2020, maka di tahun
2022 KSEI melakukan peremajaan sistem utama yang digunakan untuk penyimpanan dan penyelesaian.

Pada Agustus 2022, KSEI melakukan peningkatan kapasitas sistem The Central
Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST) yang merupakan sistem untuk penyimpanan dan penyelesaian di pasar modal.Peningkatan kapasitas sistem ditujukan untuk mendukung pertumbuhan jumlah investor pasar modal, serta peningkatan frekuensi transaksi bursa di masa yang akan datang. Saat ini, C-BEST
dapat melakukan proses penyelesaian transaksi dengan kecepatan 150 ribu per menit, dari sebelumnya 20 ribu per menit, atau meningkat 650%. Termasuk juga peningkatan kapasitas jumlah Sub Rekening Efek yang dapat dibuka pada setiap perusahaan efek dan bank kustodian dari sebelumnya 1,6 juta menjadi 2 miliar sub rekening efek (SRE).

Upaya untuk membuka akses ke pasar modal melalui simplifikasi pembukaan rekening juga terus dilakukan KSEI melalui kerja sama dengan perusahaan efek dan bank administrator rekening dana
nasabah (RDN). Selama 2022, terdapat penambahan 1 bank administrator RDN yang bekerja sama dengan KSEI, sehingga total terdapat 18 bank yang dapat mendukung pembukaan RDN dalam berinvestasi di pasar modal.

Adapun jumlah perusahaan efek yang dapat mendukung program simplifikasi pembukaan rekening sepanjang tahun 2022 juga bertambah 9 perusahaan
sehingga secara total terdapat 40 perusahaan efek yang dapat mendukung proses pembukaan rekening secara online

Sementara itu, Direktur KSEI Syafruddin menyampaikan dukungan KSEI kepada investor domestik ditunjukkan melalui kerja sama KSEI dan Bank Indonesia. Sejak 31 Januari 2022, KSEI secara resmi telah memperoleh izin operasional sebagai salah satu dari 106 peserta BI-FAST dan satu￾satunya anggota yang berasal dari lembaga non perbankan. Bergabungnya KSEI sebagai peserta BI-FAST diharapkan dapat mendukung peningkatan efisiensi transaksi di pasar modal Indonesia,
khususnya investor ritel.

Lebih lanjut Syafruddin menyampaikan, KSEI telah menyusun 41 rencana kerja untuk tahun 2023,salah satunya adalah rencana pengembangan alternatif penyimpanan dana nasabah pada SRE
untuk instrumen efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang dan investor fund unit account (IFUA) untuk instrumen reksa dana. “Jadi nanti selain RDN, investor pasar modal Indonesia juga memiliki
alternatif untuk penyimpanan dan penyelesaian dana pada SRE maupun IFUA, sehingga investor pasar modal tidak perlu menunggu lagi pembukaan RDN untuk bertransaksi di pasar modal,”
ungkap Syafruddin.

KSEI senantiasa melakukan edukasi untuk memperluas penggunaan AKSES sebagai infrastruktur perlindungan investor. Dimulai dari pencapain rekor MURI di tahun 2019 yang dilakukan bersamaan dengan peluncuran AKSES Next-G, dilakukan login bersama di beberapa kota di Indonesia yang diikuti oleh 6.825 investor. Di tahun 2022, rekor tersebut berhasil dipecahkan,dengan aksi login AKSES yang dilakukan di 99 kota di seluruh Indonesia dengan jumlah 11.317.
Jumlah Investor Capai Dua Digit
Direktur KSEI Supranoto Prajogo mengatakan, sejak akhir tahun 2021 hingga 16 Desember 2022,
jumlah investor pasar modal telah tumbuh 36,7% dari sebelumnya 7,49 juta investor pada akhir 2021 menjadi 10,24 juta investor pada 16 Desember 2022.

Jumlah tersebut merupakan jumlah
investor pemilik saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) dan jenis efek lain yang tercatat di KSEI, dengan komposisi 4,42 juta investor memiliki aset saham, surat utang dan
efek lainnya, 9,53 juta investor memiliki aset reksa dana dan 826 ribu investor memiliki aset SBN.

Direktur KSEI Supranoto Prajogo menyampaikan bahwa berdasarkan data yang tercatat di KSEI per tanggal 16 Desember 2022, investor pasar modal didominasi oleh 62,63% laki-laki, 58,65%
usia di bawah 30 tahun, 32,21% pegawai swasta, 62,95% lulusan SMA, 48,53% berpenghasilan 10-100 juta/tahun dan 69,09% berdomisili di pulau Jawa.
Dibandingkan dengan data demografi dari tahun sebelumnya, terdapat pergeseran dominasi tingkat pendidikan, yang mana sebelumnya investor pasar modal Indonesia paling banyak adalah
lulusan sarjana. Kini, tingkat pendidikan investor pasar modal Indonesia yang paling banyak adalah lulusan SMA. Selain itu, pertumbuhan jumlah investor di wilayah timur, yaitu Papua dan Maluku
mengalami pertumbuhan sekitar 40% dan menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan wilayah lainnya

Supranoto juga mengatakan, 78,15% investor melakukan pembukaan rekening melalui selling agent fintech (financial technology). Sehingga, platform digital memang menjadi sarana yang
banyak dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi pasar modal.
Hal menarik lainnya, bertepatan dengan ulang tahun ke-25 hari ini, KSEI memberikan apresiasi kepada investor ke-10 juta yaitu Ibrahim dari Kota Bogor yang berprofesi sebagai ojek online.

Ibrahim terhitung menjadi investor pasar modal sejak 3 November 2022. Apresiasi diberikan KSEI dalam bentuk voucher investasi sehingga investor ke-10 juta tersebut semakin giat untuk
berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
online free course
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy course download free
Tags: cobisnis.comHUT KSEIPT KSEI

Related Posts

Pendapatan Naik 90%, Aden Indonesia Bidik Pertumbuhan Lebih Tinggi di 2026

Pendapatan Naik 90%, Aden Indonesia Bidik Pertumbuhan Lebih Tinggi di 2026

by Rizki Meirino
April 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Andalan Duta Eka Nusantara optimistis mencatat kinerja bisnis positif pada 2026. Optimisme ini didukung penambahan proyek baru...

Samator

EBIT Samator Indo Gas Naik 38,9 Persen Hingga Kuartal I 2026, Laba Bersih Melonjak 4,5 Kali Lipat

by Iwan Supriyatna
April 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Samator Indo Gas Tbk (“Samator” atau “Perseroan”; IDX: AGII) mencatat lonjakan laba bersih hingga 4,5 kali...

Taylor Swift Ajukan Merek Dagang untuk Lindungi Suara dari AI

Taylor Swift Ajukan Merek Dagang untuk Lindungi Suara dari AI

by Zahra Zahwa
April 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Taylor Swift mengajukan merek dagang untuk melindungi suara dan citranya dari ancaman kecerdasan buatan. Langkah ini mencakup...

Rencana Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Terungkap Usai Tiga Pertemuan di Sidang

Rencana Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Terungkap Usai Tiga Pertemuan di Sidang

by Hidayat Taufik
April 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Jaksa militer mengungkap fakta baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Mereka menyebut para terdakwa...

Konsumsi Suplemen Bijak Jadi Kunci Kesehatan Masyarakat

Konsumsi Suplemen Bijak Jadi Kunci Kesehatan Masyarakat

by Dwi Natasya
April 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan terus meningkat, termasuk dalam hal pencegahan penyakit. Layanan kesehatan preventif kini menjadi fokus utama,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cedera Parah, Xavi Simons Dipastikan Absen Bela Tottenham

Kapan Idul Adha 2026? Ini Perkiraan dan Jadwal Liburnya

April 28, 2026
Program MBG Digugat ke MK, Akademisi Soroti Dana Pendidikan

Program MBG Digugat ke MK, Akademisi Soroti Dana Pendidikan

April 28, 2026
Komisi V DPR Desak KNKT Segera Selidiki Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Komisi V DPR Desak KNKT Segera Selidiki Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

April 28, 2026
Subsidi Mobil dan Motor Listrik Masuk Kajian Pemerintah

Subsidi Mobil dan Motor Listrik Masuk Kajian Pemerintah

April 28, 2026
Pendapatan Naik 90%, Aden Indonesia Bidik Pertumbuhan Lebih Tinggi di 2026

Pendapatan Naik 90%, Aden Indonesia Bidik Pertumbuhan Lebih Tinggi di 2026

April 29, 2026
Samator

EBIT Samator Indo Gas Naik 38,9 Persen Hingga Kuartal I 2026, Laba Bersih Melonjak 4,5 Kali Lipat

April 29, 2026
Usulan Menteri PPPA Ditolak, Menhub Jelaskan Kenapa Gerbong Wanita Tidak Bisa di Tengah KRL

Usulan Menteri PPPA Ditolak, Menhub Jelaskan Kenapa Gerbong Wanita Tidak Bisa di Tengah KRL

April 29, 2026
Taylor Swift Ajukan Merek Dagang untuk Lindungi Suara dari AI

Taylor Swift Ajukan Merek Dagang untuk Lindungi Suara dari AI

April 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved