• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, April 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Manuver USDOC Terhadap Produk Menara Angin Indonesia: AS Berlaku Tidak Adil

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
October 18, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Manuver USDOC Terhadap Produk Menara Angin Indonesia: AS Berlaku Tidak Adil

Cobisnis.com – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (US Department of Commerce/USDOC) pada 29 Juni 2020 resmi mengeluarkan putusan akhir penyelidikan anti subsidi terhadap produk menara angin (wind tower) asal Indonesia dengan margin subsidi sebesar 5,9 persen.

Komponen terbesar dari margin tersebut, sebesar 5,7 persen berasal dari subsidi hulu (upstream subsidy) yaitu subsidi yang menurut USDOC terkandung dalam produk cut to length steel plate (CTL) produksi dalam negeri yang merupakan bahan baku utama menara angin. Margin lainnya
sebesar 0,17 persen dan 0,03 persen dihitung USDOC dari subsidi listrik dan pembebasan PPh Impor.

Hasil akhir ini jauh lebih baik dari hasil sementara (preliminary determination) yang ditetapkan USDOC pada 6 Desember 2019 lalu. Pada waktu itu, margin subsidi yang ditetapkan mencapai 20,29 persen, dimana 20,09 persen disebabkan anggapan Amerika Serikat (AS) terkait adanya kebijakan Indonesia kepada produsen bahan baku CTL untuk menjual CTL tersebut di bawah harga wajar (less than adequate remuneration) kepada produsen wind tower dalam negeri.

Hal ini dijadikan alasan oleh USDOC untuk melakukan pembandingan (benchmarking) harga CTL dengan sumber lain yang dianggap wajar. Pembandingan harga ini menyebabkan margin subsidi melambung tinggi.

Menyadari hal itu, Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama dengan pihak terkait untuk membantah tuduhan tersebut melalui on site verification pada 4 – 5 Maret 2020 di Kementerian
Perdagangan serta penyampaian argumen lanjutan dalam legal dan rebuttal brief pascaverifikasi.

Upaya ini menuai hasil yang diharapkan, USDOC menggugurkan tuduhan perolehan CTL di bawah harga wajar oleh produsen wind tower. Namun di luar dugaan, USDOC memasukkan unsur upstream subsidy yang pada awalnya diputuskan untuk ditunda hingga pelaksanaan administrative review
pertama.

“Indonesia sebenarnya dapat memenangkan kasus ini tanpa diterapkannya bea masuk subsidi jika
pihak otoritas AS berlaku adil (fair) dengan tidak memasukkan unsur upstream subsidy,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi menyampaikan, Indonesia hanya punya satu produsen wind tower, namun sangat prospektif dalam menunjang kinerja ekspor,
terutama ke pasar AS yang menembus USD 90 Juta pada 2019. Nilai ini naik tajam dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 64 Juta.

“Upaya kita sudah sangat baik dalam mengamankan akses pasar. Di satu sisi, kita bergembira karena upaya panjang Indonesia sampai pada garis akhir, yaitu margin subsidi dapat digugurkan. Di
sisi lain, kita kecewa karena diperlakukan tidak adil (fair) dengan manuver USDOC. Kita sama sekali
tidak dinotifikasi soal penyelidikan upstream subsidy sehingga tidak ada pembelaan di situ,” lanjut Didi.

Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menyampaikan, Pemerintah Indonesia melibatkan
lintas kementerian/lembaga serta Asosiasi. Pemerintah, kata dia, menghimpun dukungan dari
Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Hukum &
HAM, BUMN, PLN, EximBank, dan Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

“Produsen CTL Indonesia turut terkena imbasnya. Kami meminta banyak dokumen dan data strategis Krakatau Steel dan Krakatau Posco untuk kepentingan penyelidikan di tengah kesibukan mereka membenahi kondisi internal,” ungkap Pradnyawati.

Langkah pembelaan Pemerintah Indonesia di koridor penyelidikan berakhir seiring selesainya penyelidikan USDOC. Bea masuk imbalan mulai diberlakukan berdasarkan final order yang dikeluarkan Pemerintah AS pasca putusan affirmative US International Trade Commission (USITC), yaitu adanya kerugian di industri wind tower AS akibat impor bersubsidi.

“Untuk isu munculnya upstream subsidy, saat ini jalur pembelaan lanjutan yang bisa ditempuh perusahaan adalah gugatan ke Court of International Trade di AS. Dengan besaran bea masuk
imbalan tersebut, Indonesia berharap ekspor ke AS tidak terlalu terganggu,” pungkas Pradnyawati.

AS merupakan pasar utama tujuan ekspor produk wind tower Indonesia dengan pangsa pasar ekspor mencapai 81 persen pada 2019. Pada periode Januari – Agustus 2020 terjadi peningkatan ekspor menjadi sebesar USD 59,3 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 55,9 juta.

Pada 2019, Indonesia menduduki posisi ketiga sebagai negara pengekspor produk wind tower ke AS dengan jumlah 60 ribu ton setelah Korea Selatan (67 ribu ton), dan Vietnam (65 ribu ton).

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
download redmi firmware
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free

Related Posts

Indonesia Sambut Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI dari Lebanon

Indonesia Sambut Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI dari Lebanon

by Hidayat Taufik
April 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi di Lebanon telah tiba di Indonesia pada Sabtu sore,...

Tangis Histeris Suami Usai Istri Tewas Tertabrak Rombongan Truk TNI di Kalideres

Tangis Histeris Suami Usai Istri Tewas Tertabrak Rombongan Truk TNI di Kalideres

by Hidayat Taufik
April 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnism.com - Kecelakaan maut terjadi di Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat, 3 April 2026. Seorang wanita bernama Ani Maryati...

Warga Taiwan Siapkan Rencana Kabur Saat Ancaman China Meningkat

Warga Taiwan Siapkan Rencana Kabur Saat Ancaman China Meningkat

by Zahra Zahwa
April 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Warga Taiwan siapkan jalur aman ketika tekanan militer dari China terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian warga...

Harga BBM Hong Kong Tembus US$15,6 per Galon, Tertinggi di Dunia pada 2026

Harga BBM Hong Kong Tembus US$15,6 per Galon, Tertinggi di Dunia pada 2026

by Zahra Zahwa
April 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga bensin Hong Kong kembali menjadi sorotan setelah wilayah itu mencatat tarif bahan bakar tertinggi di dunia pada...

Cedera Hamstring Paksa Luka Doncic Menepi dari Sisa Musim Reguler Lakers

Cedera Hamstring Paksa Luka Doncic Menepi dari Sisa Musim Reguler Lakers

by Zahra Zahwa
April 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Cedera Luka Doncic menjadi pukulan besar bagi Los Angeles Lakers menjelang akhir musim reguler NBA 2026. Karena cedera...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fokus Akhirat, Noussair Mazraoui Siap Tinggalkan Sepak Bola Usai Piala Dunia 2026

Fokus Akhirat, Noussair Mazraoui Siap Tinggalkan Sepak Bola Usai Piala Dunia 2026

April 3, 2026
Harga Emas Terjun bebas, Biang Keroknya Perlahan Terkuak

Harga Emas Terjun bebas, Biang Keroknya Perlahan Terkuak

April 3, 2026
Trump Ancam Iran dengan Serangan Infrastruktur, Pembangkit Listrik Jadi Sasaran

Trump Ancam Iran dengan Serangan Infrastruktur, Pembangkit Listrik Jadi Sasaran

April 3, 2026
Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

April 3, 2026
Indonesia Sambut Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI dari Lebanon

Indonesia Sambut Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI dari Lebanon

April 4, 2026
Tangis Histeris Suami Usai Istri Tewas Tertabrak Rombongan Truk TNI di Kalideres

Tangis Histeris Suami Usai Istri Tewas Tertabrak Rombongan Truk TNI di Kalideres

April 4, 2026
Warga Taiwan Siapkan Rencana Kabur Saat Ancaman China Meningkat

Warga Taiwan Siapkan Rencana Kabur Saat Ancaman China Meningkat

April 4, 2026
Harga BBM Hong Kong Tembus US$15,6 per Galon, Tertinggi di Dunia pada 2026

Harga BBM Hong Kong Tembus US$15,6 per Galon, Tertinggi di Dunia pada 2026

April 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved