• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, May 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Mainan Anak Berbasis AI Mulai Bermunculan, Amankah?

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 2, 2025
in Teknologi
0
Mainan Anak Berbasis AI Mulai Bermunculan, Amankah?

JAKARTA, Cobisnis.com – Mainan seperti boneka beruang dan plushie telah lama menjadi teman bermain anak. Namun kini sebagian dari mereka tidak hanya hidup dalam imajinasi melainkan benar-benar dapat berbicara melalui chatbot AI bawaan.

Masalah muncul ketika sebuah boneka beruang berteknologi AI berperilaku di luar kendali saat diuji oleh peneliti, memicu kekhawatiran mengenai kemampuan dan risiko dari mainan jenis ini.

Chatbot daring untuk orang dewasa saja dapat menimbulkan risiko mulai dari memberikan informasi halusinatif hingga memicu delusi pada sebagian kecil pengguna. Dengan beberapa mainan anak kini menggunakan model AI seperti GPT-4o, muncul pertanyaan besar: apakah anak-anak seharusnya terpapar teknologi ini, dan perlindungan apa yang wajib diterapkan produsen?

Pertumbuhan pasar mainan AI sangat pesat, khususnya di China yang memiliki sekitar 1.500 perusahaan di sektor ini menurut laporan MIT Technology Review. Produk mereka kini mulai masuk ke pasar AS, sementara Mattel produsen Barbie pada Juni lalu juga mengumumkan kerja sama dengan OpenAI.

Berikut hal-hal penting mengenai mainan berbasis AI di tengah musim belanja liburan dan Cyber Monday.

Apa itu mainan AI?

Mainan AI berbeda jauh dari Teddy Ruxpin era 1980-an. Mainan modern terhubung ke WiFi, mendengarkan percakapan melalui mikrofon, lalu menggunakan model bahasa besar (LLM) untuk menghasilkan respons yang diucapkan lewat speaker di dalam mainan.

Contohnya termasuk Grok plushie dari Curio, robot Miko, Poe the AI Story Bear, Robot Mini dari Little Learners, hingga robot peliharaan Loona dari KEYi Technology.

Apa saja bahayanya?

Beberapa respons AI berpotensi tidak pantas. Kasus yang paling ramai terjadi pada boneka Kumma dari perusahaan FoloToy yang berbasis di Singapura. Mainan ini, yang menggunakan GPT-4o, memberikan informasi berbahaya dan bahkan terlibat percakapan seksual ketika diuji oleh peneliti PIRG Education Fund.

OpenAI menangguhkan FoloToy karena melanggar kebijakan penggunaan yang melarang konten yang mengeksploitasi atau membahayakan anak di bawah 18 tahun.

FoloToy sempat menarik produknya dari situs web dan melakukan audit keselamatan internal. Namun perusahaan kemudian mengumumkan bahwa produk tersebut telah kembali diluncurkan setelah melalui peninjauan dan penguatan modul keamanan.

Karena Kumma menggunakan LLM penuh, ia lebih rentan menghasilkan konten kontroversial. Mainan lain biasanya menggunakan model campuran dengan filter ketat. Namun bahkan Grok plushie dari Curio dapat memberikan informasi lokasi benda-benda berbahaya jika dipancing secara agresif.

Apakah mainan AI memiliki pengaman?

Menurut PIRG, hanya sedikit mainan AI yang layak digunakan secara luas karena desainnya yang membuat ketagihan, respons tidak konsisten pada topik dewasa, serta fokus pada pendampingan sosial ketimbang edukasi.

Namun beberapa mainan sudah memiliki sistem filter untuk mencegah percakapan tidak pantas. Ada yang dapat mengalihkan topik, ada yang memberikan fitur pembatasan berdasarkan usia, dan ada pula yang menyediakan aplikasi pendamping untuk memantau percakapan anak secara real time.

Peringatan dan manfaat

Kekhawatiran serupa pernah muncul pada Hello Barbie (2015) karena potensi peretasan dan penyimpanan data percakapan. Kini, mainan AI menghadirkan risiko privasi lebih besar karena kemungkinan menyimpan nama, suara, wajah, hingga lokasi anak.

Meski demikian, ahli mencatat bahwa mainan AI juga dapat bermanfaat untuk pembelajaran bahasa, kreativitas, dan perkembangan sosial.

Contohnya, Grok dapat menjawab pertanyaan seputar sains atau berakting sebagai karakter fiksi. Robot Miko 3 memiliki kamera pengenal wajah dan menyediakan program pendidikan serta hiburan.

Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download intex firmware
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: cobisnis.comCyberMondayKeamananAnakMainanAI

Related Posts

Cara Terlihat Lebih Cerdas Saat Bicara dengan 3 Kalimat Sederhana

Cara Terlihat Lebih Cerdas Saat Bicara dengan 3 Kalimat Sederhana

by Hidayat Taufik
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecerdasan tidak selalu terlihat dari nilai akademis atau kata-kata rumit. Kini, banyak orang menilai kecerdasan dari cara...

Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa Masuk 10 Besar GP Prancis Rookies Cup

Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa Masuk 10 Besar GP Prancis Rookies Cup

by Hidayat Taufik
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, menuntaskan balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026...

Fenomena Api Biru Kawah Ijen Kembali Viral, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena Api Biru Kawah Ijen Kembali Viral, Ini Penjelasan Ilmiahnya

by Hidayat Taufik
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Fenomena api biru atau blue fire di Kawah Ijen kembali menarik perhatian publik. Sebab, video seorang pemandu...

Peneliti Gunakan Penguin untuk Mendeteksi Paparan PFAS di Pantai Patagonia

Peneliti Gunakan Penguin untuk Mendeteksi Paparan PFAS di Pantai Patagonia

by Zahra Zahwa
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ilmuwan menggunakan Magellanic penguin untuk melacak zat kimia berbahaya di Patagonia, Argentina. Zat tersebut adalah Per- and...

Musée d’Orsay Pajang Karya Seni Rampasan, Nazi yang Belum Kembali ke Pemiliknya

Musée d’Orsay Pajang Karya Seni Rampasan, Nazi yang Belum Kembali ke Pemiliknya

by Zahra Zahwa
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Musée d’Orsay di Paris membuka galeri permanen untuk karya seni yang diduga dijarah Nazi selama World War...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Pangan 6 Mei 2026 Beragam: Cabai dan Ayam Turun, Beras serta Gula Naik

Harga Pangan 6 Mei 2026 Beragam: Cabai dan Ayam Turun, Beras serta Gula Naik

May 6, 2026
Wabah Hantavirus di Laut Atlantik, Tiga Korban Tewas di Kapal Pesiar

Kasus Hantavirus di Argentina Naik Tajam pada Musim 2025–2026

May 9, 2026
Pembahasan Revisi UU Pemilu 2026 Bergulir, Komisi II DPR Buka Ruang Partisipasi Masyarakat

Deretan Mobil Toyota Terbaru 2026: dari Veloz Hybrid hingga SUV Listrik bZ4X

January 20, 2026
Westlife Pilih GBK untuk Konser Anniversary 25 Tahun pada 2027

Westlife Pilih GBK untuk Konser Anniversary 25 Tahun pada 2027

May 9, 2026
Cara Terlihat Lebih Cerdas Saat Bicara dengan 3 Kalimat Sederhana

Cara Terlihat Lebih Cerdas Saat Bicara dengan 3 Kalimat Sederhana

May 10, 2026
Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa Masuk 10 Besar GP Prancis Rookies Cup

Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa Masuk 10 Besar GP Prancis Rookies Cup

May 10, 2026
Fenomena Api Biru Kawah Ijen Kembali Viral, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena Api Biru Kawah Ijen Kembali Viral, Ini Penjelasan Ilmiahnya

May 10, 2026
Peneliti Gunakan Penguin untuk Mendeteksi Paparan PFAS di Pantai Patagonia

Peneliti Gunakan Penguin untuk Mendeteksi Paparan PFAS di Pantai Patagonia

May 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved