• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, April 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Luhut Minta Kebijakan Upah Berdasarkan Data, Bukan Tekanan Kelompok Buru

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 16, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Luhut Minta Kebijakan Upah Berdasarkan Data, Bukan Tekanan Kelompok Buru

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah tidak perlu terlalu tunduk pada tekanan organisasi buruh dalam menentukan Upah Minimum Provinsi (UMP). Menurutnya, kebijakan upah harus dirumuskan berdasarkan data dan keseimbangan ekonomi, bukan semata tekanan politik atau tuntutan sektoral.

Luhut menyampaikan pandangan itu langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara “1 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran” di Jakarta, Kamis (16/10/2025). Ia menilai keputusan penetapan upah harus berangkat dari perhitungan kebutuhan hidup layak dan produktivitas tenaga kerja.

“Upah minimum kerja ya, itu kita rumuskan basisnya apa, berapa hak hidup layak. Dari situ saja kita berangkatnya. Jangan pula ada yang ngatur kita,” ujar Luhut dalam sambutannya. Ia menilai, pemerintah harus berani mengambil posisi tegas tanpa harus terjebak dalam tekanan organisasi buruh.

Luhut menekankan pentingnya equilibrium dalam kebijakan pengupahan. Menurutnya, keseimbangan antara kepentingan pekerja, pengusaha, dan pemerintah menjadi kunci agar kebijakan upah tetap menjaga daya saing ekonomi nasional sekaligus kesejahteraan tenaga kerja.

“Jadi harus ada equilibrium-nya. Dan itu harus ada ketegasan kita semua, bahwa ini penting dan perlu kita jelaskan dengan angka-angka yang tepat,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa DEN telah bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk menyusun formula baru penetapan upah.

Formula tersebut, menurut Luhut, telah disampaikan kepada Presiden Prabowo dan diterima dengan baik. Namun ia tetap mengingatkan agar kepala negara tidak mudah terpengaruh oleh tekanan kelompok tertentu. “Saya bilang Presiden, mohon jangan mau dipaksa untuk menurut sana-sini,” ujarnya.

Presiden Prabowo, lanjut Luhut, menegaskan komitmennya untuk bersikap objektif dalam pengambilan keputusan. “Dia bilang enggak, walaupun saya ingatkan, enggak, enggak,” kata Luhut menirukan jawaban Presiden. Hal ini menunjukkan adanya kesepahaman antara pemerintah dan DEN dalam menjaga arah kebijakan ekonomi yang berimbang.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan bahwa formula baru UMP tahun 2026 akan mengakomodasi seluruh poin putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2024. Salah satunya adalah pengembalian komponen upah minimum sektoral (UMS) yang kembali wajib diterapkan.

“Ya benar, harus sesuai putusan MK dan poin-poinnya. Itu nomor satu. Jadi pemerintah wajib dan kita berkomitmen untuk melaksanakan keputusan MK,” kata Yassierli di Jakarta, Senin (13/10/2025). Ia menegaskan bahwa kebijakan UMP ke depan akan tetap memperhatikan standar hidup layak bagi pekerja serta menjaga iklim investasi.

Menanggapi tuntutan organisasi buruh yang meminta kenaikan UMP sebesar 8,5 persen, Yassierli menilai hal tersebut masih dalam tahap aspirasi yang akan dibahas bersama sektor lain di Dewan Pengupahan. Penetapan resmi UMP 2026 dijadwalkan pada November 2025, memberi ruang bagi dialog sosial antara pemerintah, pengusaha, dan buruh.

Dengan dinamika yang terjadi, arah kebijakan upah tahun 2026 akan menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar tenaga kerja. Formula yang diterapkan tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi pertimbangan bagi investor dalam menilai stabilitas ekonomi Indonesia.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
Tags: CobisnisKetenagakerjaanluhut pandjaitanPebisnismudaUpah minimum

Related Posts

Trump Ancam Iran dengan Serangan Infrastruktur, Pembangkit Listrik Jadi Sasaran

Trump Ancam Iran dengan Serangan Infrastruktur, Pembangkit Listrik Jadi Sasaran

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran di tengah eskalasi konflik yang semakin...

Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dua kali dalam waktu singkat memicu kepanikan di Pakistan....

Klaim Menang hingga Minta Eskalasi, Pernyataan Trump soal Iran Tuai Sorotan

Klaim Menang hingga Minta Eskalasi, Pernyataan Trump soal Iran Tuai Sorotan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah serangkaian pernyataannya terkait perang Iran dinilai berubah-ubah dalam...

Emas Antam Jatuh Dalam Sehari, Turun Rp65.000 per Gram dan Picu Kekhawatiran

Emas Antam Jatuh Dalam Sehari, Turun Rp65.000 per Gram dan Picu Kekhawatiran

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga emas Antam 24 karat mengalami penurunan tajam sebesar Rp 65.000 per gram. Penurunan ini membuat harga...

Harga Plastik Terus Menanjak, Ini Penyebab dan Dampaknya ke Ekonomi

Harga Plastik Terus Menanjak, Ini Penyebab dan Dampaknya ke Ekonomi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir akibat terganggunya pasokan bahan baku global....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

March 31, 2026
Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

April 3, 2026
Konflik Iran Tekan Pasar Energi dan Uji Kredibilitas Trump

Konflik Iran Tekan Pasar Energi dan Uji Kredibilitas Trump

April 3, 2026
Harga Emas Terjun bebas, Biang Keroknya Perlahan Terkuak

Harga Emas Terjun bebas, Biang Keroknya Perlahan Terkuak

April 3, 2026
Gen Z dan Gen Alpha 2026 Lebih Sadar Emosi, Ini Penyebabnya

Gen Z dan Gen Alpha 2026 Lebih Sadar Emosi, Ini Penyebabnya

April 4, 2026
Kapolda Riau Tegaskan Tanpa Toleransi untuk Pelaku Karhutla 2026

Kapolda Riau Tegaskan Tanpa Toleransi untuk Pelaku Karhutla 2026

April 4, 2026
Fokus Akhirat, Noussair Mazraoui Siap Tinggalkan Sepak Bola Usai Piala Dunia 2026

Fokus Akhirat, Noussair Mazraoui Siap Tinggalkan Sepak Bola Usai Piala Dunia 2026

April 3, 2026
Harga Emas Terjun bebas, Biang Keroknya Perlahan Terkuak

Harga Emas Terjun bebas, Biang Keroknya Perlahan Terkuak

April 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved