• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, September 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Luas KEK Indonesia Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
September 11, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Luas KEK Indonesia Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

JAKARTA, Cobisnis.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikembangkan pemerintah masih kalah dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia hingga Vietnam. Mulai dari capaian investasi maupun luasan wilayah.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, luas 25 KEK Indonesia hingga semester I-2025 mencapai 23.797 hektare (ha). Jumlah tersebut masih kalah dibanding dengan negara tetangga Thailand yang tercatat mencapai 622.000 ha dari 10 KEK.

Kemudian, Malaysia tercatat memiliki luas 2,14 juta ha dari 6 KEK. Sementara Vietnam 1,62 juta ha dari 4 KEK, Filipina 70.476 ha dari 419 KEK, serta India 39.205 ha dari 365 KEK.

“Luasan area (KEK di Indonesia) jauh dibandingkan Malaysia, Thailand lebih dari 600.000 ha. Bahkan dari Filipina, dan India masih kalah,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam konferensi pers, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 9 September.

Selain itu, kata dia, negara-negara kompetitor Indonesia itu juga menawarkan insentif fiskal dan non fiskal yang menarik di kawasan KEK-nya. Seperti Thailand, menawarkan penurunan tarif pajak penghasilan badan (CIT) 20 persen Berdasarkan usahanya, Insentif pajak untuk usaha pendukung industri 4.0, hingga Penurunan pajak investasi sebesar 70 sampai 100 persen selama lima hingga 10 tahun.

Sementara, Malaysia menawarkan pengurangan pajak investasi sebesar 70 hingga 100 persen selama lima tahun. Kemudian, memberi insentif reinvestasi 60 persen hingga 10 tahun berturut-turut. Selain itu, KEK Malaysia juga menawarkan insentif khusus untuk sektor strategis seperti manufaktur hingga industri hijau.

Sedangkan, KEK Vietnam menawarkan pengurangan pajak penghasilan badan sebesar 10 persen untuk proyek investasi besar. Kemudian, pembebasan pajak 50 persen hingga 4 tahun, diskon pajak untuk 9 tahun berikutnya hingga pembebasan bea impor dan masuk.

KEK Filipina menawarkan perusahaan ekspor penghapus pajak penghasilan empat sampai tujuh tahun dan bisa diperpanjang. Kemudian pengurangan pajak tambahan hingga 10 tahun (pelatihan, riset, dan bahan baku). Serta, pengurangan pajak tambahan selama 5 tahun.

Lalu, KEK di India menawarkan insentif untuk perusaan ekspor berupa penghapusan pajak penghasilan empat sampai tujuh tahun dan tarif pajak penghasilan badan khusus (diskon 5 persen) atau pengurangan pajak tambahan selama 5 tahun.

Meski begitu, Susiwijono mengatakan potensi pengembangan KEK di Indonesia masih sangat besar. Termasuk juga insentif untuk menarik lebih banyak investor masuk.

“Kalau kita lihat, potensi pengembangan KEK masih sangat besar. Jadi kita simpulkan 25 KEK kita dibanding negara di ASEAN atau India kita masih sangat kecil dan insentif perlu banyak area yang dikembangkan untuk menarik investor,” katanya.

Adapun 25 KEK yang sudah beroperasi saat ini tersebar dari Aceh hingga Papua, di mana sebanyak 7 KEK ada di Pulau Jawa dan 18 lainnya tersebar di luar Jawa.

Dari 25 KEK yang sudah beroperasi saat ini, 13 KEK di antaranya bergerak di sektor industri dan 12 KEK lainnya di sektor jasa.

“Ini bagus karena KEK yang terus dikembangkan ini tidak hanya berpusat di Pulau Jawa saja, tetapi menyebar,” ucapnya.

Sekadar informasi, pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mencatat realisasi investasi kinerja 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai sebesar Rp294,4 triliun. Dimana penyerapan tenaga kerja pada proyek ini mencapai 187.376 orang.

Sementara, realisasi investasi di kawasan KEK sepanjang semester I-2025 mencapai Rp40,48 triliun. Angka tersebut setara dengan 48,2 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp84,1 triliun.

Sepanjang semester I-2025, 25 KEK yang telah beroperasi ini menyerap 28.094 orang dengan melibatkan 65 pelaku usaha. Angka tersebut setara 56,4 persen dari target penyerapan tenaga kerja sepanjang tahun 49.779 orang.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy course
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
Tags: cobisnis.comKawasan ekonomi khususMalaysiaVietnam

Related Posts

Heboh Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Rieke Minta Audit

Heboh Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Rieke Minta Audit

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka mendorong audit terhadap sejumlah fasilitas mewah yang menjadi sorotan...

Dishub DKI Buka Evaluasi Ganjil Genap, Ini Masukannya

Dishub DKI Buka Evaluasi Ganjil Genap, Ini Masukannya

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membuka kembali evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas jalan...

Semeru Erupsi Empat Kali, Letusan Capai 1.300 Meter

Semeru Erupsi Empat Kali, Letusan Capai 1.300 Meter

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Minggu (27/9) pagi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar...

Spanyol Comeback, Kalahkan Inggris 3-2 di Wembley

Malaysia Menang 3-0, Siap Hadapi Indonesia

by Desti Dwi Natasya
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Malaysia mengawali kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh di Stadion Gelora...

Profesor IPB Ungkap Potensi Kimpul yang Jarang Diketahui

Profesor IPB Ungkap Potensi Kimpul yang Jarang Diketahui

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Umbi kimpul dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu sumber pangan lokal bernilai ekonomi. Tanaman tersebut...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

September 27, 2026
Gajah Afrika Gunakan Tanaman untuk Obati Diri

Gajah Afrika Gunakan Tanaman untuk Obati Diri

September 27, 2026
Heboh Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Rieke Minta Audit

Heboh Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Rieke Minta Audit

September 27, 2026
IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

September 27, 2026
Inhealth Gelar Health & Wellness Festival 2026

Inhealth Gelar Health & Wellness Festival 2026

September 27, 2026
Gajah Afrika Gunakan Tanaman untuk Obati Diri

Xi Jinping Kirim Dua Panda ke Atlanta

September 27, 2026
Heboh Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Rieke Minta Audit

Heboh Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Rieke Minta Audit

September 27, 2026
Gajah Afrika Gunakan Tanaman untuk Obati Diri

Gaun Olivia Rodrigo Meleleh saat Tampil

September 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved