• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, August 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Luas KEK Indonesia Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
September 11, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Luas KEK Indonesia Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

JAKARTA, Cobisnis.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikembangkan pemerintah masih kalah dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia hingga Vietnam. Mulai dari capaian investasi maupun luasan wilayah.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, luas 25 KEK Indonesia hingga semester I-2025 mencapai 23.797 hektare (ha). Jumlah tersebut masih kalah dibanding dengan negara tetangga Thailand yang tercatat mencapai 622.000 ha dari 10 KEK.

Kemudian, Malaysia tercatat memiliki luas 2,14 juta ha dari 6 KEK. Sementara Vietnam 1,62 juta ha dari 4 KEK, Filipina 70.476 ha dari 419 KEK, serta India 39.205 ha dari 365 KEK.

“Luasan area (KEK di Indonesia) jauh dibandingkan Malaysia, Thailand lebih dari 600.000 ha. Bahkan dari Filipina, dan India masih kalah,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam konferensi pers, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 9 September.

Selain itu, kata dia, negara-negara kompetitor Indonesia itu juga menawarkan insentif fiskal dan non fiskal yang menarik di kawasan KEK-nya. Seperti Thailand, menawarkan penurunan tarif pajak penghasilan badan (CIT) 20 persen Berdasarkan usahanya, Insentif pajak untuk usaha pendukung industri 4.0, hingga Penurunan pajak investasi sebesar 70 sampai 100 persen selama lima hingga 10 tahun.

Sementara, Malaysia menawarkan pengurangan pajak investasi sebesar 70 hingga 100 persen selama lima tahun. Kemudian, memberi insentif reinvestasi 60 persen hingga 10 tahun berturut-turut. Selain itu, KEK Malaysia juga menawarkan insentif khusus untuk sektor strategis seperti manufaktur hingga industri hijau.

Sedangkan, KEK Vietnam menawarkan pengurangan pajak penghasilan badan sebesar 10 persen untuk proyek investasi besar. Kemudian, pembebasan pajak 50 persen hingga 4 tahun, diskon pajak untuk 9 tahun berikutnya hingga pembebasan bea impor dan masuk.

KEK Filipina menawarkan perusahaan ekspor penghapus pajak penghasilan empat sampai tujuh tahun dan bisa diperpanjang. Kemudian pengurangan pajak tambahan hingga 10 tahun (pelatihan, riset, dan bahan baku). Serta, pengurangan pajak tambahan selama 5 tahun.

Lalu, KEK di India menawarkan insentif untuk perusaan ekspor berupa penghapusan pajak penghasilan empat sampai tujuh tahun dan tarif pajak penghasilan badan khusus (diskon 5 persen) atau pengurangan pajak tambahan selama 5 tahun.

Meski begitu, Susiwijono mengatakan potensi pengembangan KEK di Indonesia masih sangat besar. Termasuk juga insentif untuk menarik lebih banyak investor masuk.

“Kalau kita lihat, potensi pengembangan KEK masih sangat besar. Jadi kita simpulkan 25 KEK kita dibanding negara di ASEAN atau India kita masih sangat kecil dan insentif perlu banyak area yang dikembangkan untuk menarik investor,” katanya.

Adapun 25 KEK yang sudah beroperasi saat ini tersebar dari Aceh hingga Papua, di mana sebanyak 7 KEK ada di Pulau Jawa dan 18 lainnya tersebar di luar Jawa.

Dari 25 KEK yang sudah beroperasi saat ini, 13 KEK di antaranya bergerak di sektor industri dan 12 KEK lainnya di sektor jasa.

“Ini bagus karena KEK yang terus dikembangkan ini tidak hanya berpusat di Pulau Jawa saja, tetapi menyebar,” ucapnya.

Sekadar informasi, pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mencatat realisasi investasi kinerja 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai sebesar Rp294,4 triliun. Dimana penyerapan tenaga kerja pada proyek ini mencapai 187.376 orang.

Sementara, realisasi investasi di kawasan KEK sepanjang semester I-2025 mencapai Rp40,48 triliun. Angka tersebut setara dengan 48,2 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp84,1 triliun.

Sepanjang semester I-2025, 25 KEK yang telah beroperasi ini menyerap 28.094 orang dengan melibatkan 65 pelaku usaha. Angka tersebut setara 56,4 persen dari target penyerapan tenaga kerja sepanjang tahun 49.779 orang.

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
free download udemy course
download lenevo firmware
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: cobisnis.comKawasan ekonomi khususMalaysiaVietnam

Related Posts

TOTM Technologies dan KORIKA Jalin Kolaborasi untuk Perkuat Adopsi Teknologi di ASEAN

TOTM Technologies dan KORIKA Jalin Kolaborasi untuk Perkuat Adopsi Teknologi di ASEAN

by Rizki Meirino
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – TOTM Technologies Limited (SGX: 42F) dan Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) menjalin kerja sama...

Pasca Gempa NTT, XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan, Tinggal 5 BTS Terdampak

Pasca Gempa NTT, XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan, Tinggal 5 BTS Terdampak

by Rizki Meirino
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi setelah gempa berdampak pada sejumlah wilayah...

Update Gempa NTT: BNPB Sebut Tak Ada Lagi Warga Dilaporkan Hilang

Update Gempa NTT: BNPB Sebut Tak Ada Lagi Warga Dilaporkan Hilang

by Hidayat Taufik
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak ada lagi laporan warga yang hilang setelah gempa bumi berkekuatan...

Wabah Ebola di Kongo

Wabah Ebola di Kongo Makin Ganas, 2.325 Orang Tewas dan 101 Kasus Baru

by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kini menjadi wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Berdasarkan data...

BI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Transaksi Diproses di Dalam Negeri

by Desti Dwi Natasya
August 18, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bank Indonesia (BI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian sistem pembayaran nasional. Melalui...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Karhutla Bromo Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Ditutup

Karhutla Bromo Makin Meluas, Semua Pintu Masuk Wisata Ditutup

August 8, 2026
6 Kesalahan Memberi Makan Kucing yang Sering Dianggap Sepele

6 Kesalahan Memberi Makan Kucing yang Sering Dianggap Sepele

August 7, 2026
Gempa NTT Tewaskan Warga, Raja Salman dan Pangeran MbS Sampaikan Belasungkawa

Gempa NTT Tewaskan Warga, Raja Salman dan Pangeran MbS Sampaikan Belasungkawa

August 17, 2026
Kolonel Priyo Pimpin Upacara HUT RI dengan Khidmat, Prabowo Beri Apresiasi

Kolonel Priyo Pimpin Upacara HUT RI dengan Khidmat, Prabowo Beri Apresiasi

August 17, 2026
TOTM Technologies dan KORIKA Jalin Kolaborasi untuk Perkuat Adopsi Teknologi di ASEAN

TOTM Technologies dan KORIKA Jalin Kolaborasi untuk Perkuat Adopsi Teknologi di ASEAN

August 18, 2026
Pasca Gempa NTT, XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan, Tinggal 5 BTS Terdampak

Pasca Gempa NTT, XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan, Tinggal 5 BTS Terdampak

August 18, 2026
Update Gempa NTT: BNPB Sebut Tak Ada Lagi Warga Dilaporkan Hilang

Update Gempa NTT: BNPB Sebut Tak Ada Lagi Warga Dilaporkan Hilang

August 18, 2026
Wabah Ebola di Kongo

Wabah Ebola di Kongo Makin Ganas, 2.325 Orang Tewas dan 101 Kasus Baru

August 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved