• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, May 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Laba Bersih BNI Februari 2020 Menanjak 22,3% Jadi Rp2,58 Triliun

Jawarul Kunnas by Jawarul Kunnas
April 7, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Laba Bersih BNI Februari 2020 Menanjak 22,3% Jadi Rp2,58 Triliun

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Cobisnis/Humas BI)

Cobisnis.com – Di tengah ketidakpastian global dan dalam negeri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meraih laba bersih Rp2,58 triliun pada periode Januari sampai Februari 2020. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yang tercatat Rp2,11 triliun, laba bersih tersebut tumbuh 22,27%.

Pencapaian ini cukup mengembirakan karena lebih tinggi dibandingkan dengan laba bersih industri perbankan yang hanya tumbuh 8,25% dan Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV yang tumbuh 19,08% di Januari 2020 sesuai Statistik Perbankan Indonesia (SPI).

Direktur Tresuri dan Internasional BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan kinerja Perseroan pada Februari menjadi bukti bahwa fundamental BNI masih cukup kuat menghadapi ketidakpastian yang terjadi pada 2020.

“Kami terus mencermati perkembangan yang ada dan tetap akan tumbuh dengan menjaga manajemen risiko di tengah ketidakpastian akibat wabah COVID-19,” ujar Putrama Wahju dalam siaran pers di Jakarta, Selasa 7 April 2020.

Lebih rinci peningkatan laba bersih BNI ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 15,85% dari Rp5,11 triliun pada Februari 2019 menjadi Rp5,92 triliun pada Februari 2020.

Sementara itu, pendapatan komisi dan administrasi (fee based income/FBI) tetap kuat dengan menghimpun yakni Rp1,44 triliun pada Februari 2020.

Pada Februari 2020, BNI juga mencatatkan peningkatan asset 9,72% menjadi Rp788,72 triliun, dibandingkan Februari 2019 yang tercatat senilai Rp718,82 triliun.

Kenaikan aset perusahaan juga didukung oleh peningkatan penyaluran kredit yang meningkat 11,8% menjadi Rp529,53 triliun, dibandingkan periode yang sama 2019 senilai Rp473,61 triliun. Sementara DPK perusahaan pun tercatat naik 9,83% menjadi Rp573,3 triliun, dibandingkan Februari 2019 senilai Rp521,97 triliun.

Head of Investment PT Avrist Asset Management Tb. Farash Farich mengatakan sebuah sinyal positif untuk bank bisa tumbuh di awal tahun. Meski tantangannya semakin berat ke depannya, terutama karena perlambatan ekonomi akibat penyebaran virus ini.

“Dari sisi valuasi BNI termasuk yg sudah sangat rendah, Price to book 0,65x, di bawah standar deviasi historisnya,” kata Farash.

Menurut dia, ini juga bisa menjadi momen investor untuk mengoleksi saham BNI, apalagi dengan PBV saat ini yang menandakan saham bank pelat merah ini tengah undervalue. PBV adalah penilaian harga saham dengan nilai buku perusahaan. Biasanya, saham yang memiliki rasio PBV besar, punya valuasi tinggi (overvalue) sedangkan saham dengan PBV di bawah 1 kali, punya valuasi murah.

“Kemungkinan untuk valuasi kembali lebih rendah tetap ada. Tapi paling tidak valuasi saat ini sudah cukup menarik. Namun untuk antisipasi kemungkinan harga bisa lebih turun bisa dilakukan pembelian bertahap,” ujarnya.

Dia menilai saham BNI menarik dikoleksi untuk investor jangka panjang. Pasalnya dengan kondisi saat ini, dan adanya pandemi COVID-19 industri perbankan pun tertekan. Saham BNI sendiri pernah mencapai PBV seperti ketika krisis 2008.

Saham bank dengan aset terbesar keempat ini tetap menarik perhatian investor, terutama investor domestik dengan nilai pembelian Rp224,7 miliar, dan pembelian investor asing Rp40,1 miliar. Pada penutupan perdagangan Senin, 6 April 2020 saham BBNI ditutup Rp4.290/saham, melonjak hampir 7% dibandingkan penutupan Jumat 3 April 2020 sebesar Rp4.010/saham.

Dengan catatan loan to deposit ratio (LDR) yang bagus 2019, BNI memiliki ruang gerak yang cukup lebar untuk meningkatkan portofolio kreditnya. Hal ini tercermin dari penyaluran kredit BNI melesat 11,8% menjadi Rp529,53 triliun, dibandingkan periode yang sama 2019 senilai Rp473,61 triliun.

Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download lenevo firmware
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: bniCobisniscobisnis & bisniscovid-19Labar Bersih

Related Posts

Warga Seoul Ikut Kontes Tidur Siang karena Cuma Bisa Tidur 3 Jam Sehari di Tengah Budaya Gila Kerja

Warga Seoul Ikut Kontes Tidur Siang karena Cuma Bisa Tidur 3 Jam Sehari di Tengah Budaya Gila Kerja

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ratusan anak muda Seoul berkumpul di taman tepi Sungai Han pada Sabtu (2/5/2026) bukan untuk olahraga atau...

Lebaran Depok 2026 Dibuka dengan Ngubek Empang, Peserta Wajib Tangkap Ikan Pakai Tangan

Lebaran Depok 2026 Dibuka dengan Ngubek Empang, Peserta Wajib Tangkap Ikan Pakai Tangan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemkot Depok kembali menggelar tradisi Ngubek Empang sebagai pembuka Lebaran Depok 2026. Kegiatan berlangsung serentak Selasa (5/5/2026)...

Eskalasi Iran Paling Serius Sejak Gencatan Senjata, Brent Tembus 114 Dolar dan WTI 106 Dolar

Eskalasi Iran Paling Serius Sejak Gencatan Senjata, Brent Tembus 114 Dolar dan WTI 106 Dolar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga minyak dunia melonjak 6% pada Senin (4/5/2026) setelah Iran intensifkan serangan ke UEA dan kapal di...

Sampah Bantar Gebang Mau Disulap Jadi Listrik, Danantara Butuh Investasi Rp 17,3 Triliun

Sampah Bantar Gebang Mau Disulap Jadi Listrik, Danantara Butuh Investasi Rp 17,3 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Danantara menyiapkan investasi sekitar 1 miliar dolar AS atau Rp 17,3 triliun untuk bangun fasilitas pengolahan sampah...

Yield Obligasi AS Naik Tajam, Emas Dunia Ikut Tumbang di Tengah Ketegangan Iran

Yield Obligasi AS Naik Tajam, Emas Dunia Ikut Tumbang di Tengah Ketegangan Iran

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga emas global terkoreksi 2% pada Senin (4/5/2026) dipicu eskalasi konflik AS-Iran yang mendorong dolar AS menguat....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
4.000 Perempuan Berlari di AIA Vitality Women’s 10K 2026

4.000 Perempuan Berlari di AIA Vitality Women’s 10K 2026

May 4, 2026
Di Tengah IHSG Merah, Laba BUMI Melesat 36% dan MEDC Tumbuh 251%

Di Tengah IHSG Merah, Laba BUMI Melesat 36% dan MEDC Tumbuh 251%

May 4, 2026
Antrean Haji Capai 48 Tahun, Jutaan Muslim Indonesia Belum Daftar

Antrean Haji Capai 48 Tahun, Jutaan Muslim Indonesia Belum Daftar

May 4, 2026
Mulai 4 Mei 2026, Harga BBM Pertamina Naik, Dex Jadi Rp27.900 per Liter

Mulai 4 Mei 2026, Harga BBM Pertamina Naik, Dex Jadi Rp27.900 per Liter

May 4, 2026
Warga Seoul Ikut Kontes Tidur Siang karena Cuma Bisa Tidur 3 Jam Sehari di Tengah Budaya Gila Kerja

Warga Seoul Ikut Kontes Tidur Siang karena Cuma Bisa Tidur 3 Jam Sehari di Tengah Budaya Gila Kerja

May 5, 2026
Harga BBM Tembus Rp30 Ribu, Nelayan Pati Hentikan Operasi

Harga BBM Tembus Rp30 Ribu, Nelayan Pati Hentikan Operasi

May 5, 2026
Transjakarta Blok M–Bandara Soekarno Hatta Segera Dibuka

Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU, Pertamina Ungkap Penyebabnya

May 5, 2026
Mengenal Listrik Pintar PLN, Simak Tarif Token dan Cara Isi Ulang

Mengenal Listrik Pintar PLN, Simak Tarif Token dan Cara Isi Ulang

May 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved