• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Laba Bersih BNI Februari 2020 Menanjak 22,3% Jadi Rp2,58 Triliun

Jawarul Kunnas by Jawarul Kunnas
April 7, 2020
in Ekonomi Bisnis
0
Laba Bersih BNI Februari 2020 Menanjak 22,3% Jadi Rp2,58 Triliun

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Cobisnis/Humas BI)

Cobisnis.com – Di tengah ketidakpastian global dan dalam negeri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meraih laba bersih Rp2,58 triliun pada periode Januari sampai Februari 2020. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yang tercatat Rp2,11 triliun, laba bersih tersebut tumbuh 22,27%.

Pencapaian ini cukup mengembirakan karena lebih tinggi dibandingkan dengan laba bersih industri perbankan yang hanya tumbuh 8,25% dan Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV yang tumbuh 19,08% di Januari 2020 sesuai Statistik Perbankan Indonesia (SPI).

Direktur Tresuri dan Internasional BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan kinerja Perseroan pada Februari menjadi bukti bahwa fundamental BNI masih cukup kuat menghadapi ketidakpastian yang terjadi pada 2020.

“Kami terus mencermati perkembangan yang ada dan tetap akan tumbuh dengan menjaga manajemen risiko di tengah ketidakpastian akibat wabah COVID-19,” ujar Putrama Wahju dalam siaran pers di Jakarta, Selasa 7 April 2020.

Lebih rinci peningkatan laba bersih BNI ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 15,85% dari Rp5,11 triliun pada Februari 2019 menjadi Rp5,92 triliun pada Februari 2020.

Sementara itu, pendapatan komisi dan administrasi (fee based income/FBI) tetap kuat dengan menghimpun yakni Rp1,44 triliun pada Februari 2020.

Pada Februari 2020, BNI juga mencatatkan peningkatan asset 9,72% menjadi Rp788,72 triliun, dibandingkan Februari 2019 yang tercatat senilai Rp718,82 triliun.

Kenaikan aset perusahaan juga didukung oleh peningkatan penyaluran kredit yang meningkat 11,8% menjadi Rp529,53 triliun, dibandingkan periode yang sama 2019 senilai Rp473,61 triliun. Sementara DPK perusahaan pun tercatat naik 9,83% menjadi Rp573,3 triliun, dibandingkan Februari 2019 senilai Rp521,97 triliun.

Head of Investment PT Avrist Asset Management Tb. Farash Farich mengatakan sebuah sinyal positif untuk bank bisa tumbuh di awal tahun. Meski tantangannya semakin berat ke depannya, terutama karena perlambatan ekonomi akibat penyebaran virus ini.

“Dari sisi valuasi BNI termasuk yg sudah sangat rendah, Price to book 0,65x, di bawah standar deviasi historisnya,” kata Farash.

Menurut dia, ini juga bisa menjadi momen investor untuk mengoleksi saham BNI, apalagi dengan PBV saat ini yang menandakan saham bank pelat merah ini tengah undervalue. PBV adalah penilaian harga saham dengan nilai buku perusahaan. Biasanya, saham yang memiliki rasio PBV besar, punya valuasi tinggi (overvalue) sedangkan saham dengan PBV di bawah 1 kali, punya valuasi murah.

“Kemungkinan untuk valuasi kembali lebih rendah tetap ada. Tapi paling tidak valuasi saat ini sudah cukup menarik. Namun untuk antisipasi kemungkinan harga bisa lebih turun bisa dilakukan pembelian bertahap,” ujarnya.

Dia menilai saham BNI menarik dikoleksi untuk investor jangka panjang. Pasalnya dengan kondisi saat ini, dan adanya pandemi COVID-19 industri perbankan pun tertekan. Saham BNI sendiri pernah mencapai PBV seperti ketika krisis 2008.

Saham bank dengan aset terbesar keempat ini tetap menarik perhatian investor, terutama investor domestik dengan nilai pembelian Rp224,7 miliar, dan pembelian investor asing Rp40,1 miliar. Pada penutupan perdagangan Senin, 6 April 2020 saham BBNI ditutup Rp4.290/saham, melonjak hampir 7% dibandingkan penutupan Jumat 3 April 2020 sebesar Rp4.010/saham.

Dengan catatan loan to deposit ratio (LDR) yang bagus 2019, BNI memiliki ruang gerak yang cukup lebar untuk meningkatkan portofolio kreditnya. Hal ini tercermin dari penyaluran kredit BNI melesat 11,8% menjadi Rp529,53 triliun, dibandingkan periode yang sama 2019 senilai Rp473,61 triliun.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
download micromax firmware
Free Download WordPress Themes
online free course
Tags: bniCobisniscobisnis & bisniscovid-19Labar Bersih

Related Posts

Komandan senior IRGC Ali Fadavi mengklaim kapal perang AS telah mundur lebih dari 1.000 kilometer dari perbatasan Iran.

IRGC Klaim Armada AS Mundur dari Hormuz

by Desti Dwi Natasya
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komandan senior Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Fadavi, mengklaim kapal perang Amerika Serikat telah mundur lebih...

Dokter anak dr. Shyrien Amalina menjelaskan pentingnya orang tua mengenali potensi anak tanpa menjadikan nilai akademis dan IQ sebagai satu-satunya ukuran kepintaran.

Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Begini Tanggapan Dokter Anak

by Rizki Meirino
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Prestasi anak kerap dikaitkan dengan nilai rapor maupun kemampuan dalam mata pelajaran tertentu. Padahal, potensi anak dapat...

Donald Trump

Trump Tawarkan Bantuan AS untuk Rusia

by Desti Dwi Natasya
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington siap membantu Rusia setelah seorang pekerja laboratorium di institut penelitian...

Trump Akan Bayar Sendiri Iklan Politik, Usai Dikecam Gunakan Uang Pajak

Trump Akan Bayar Sendiri Iklan Politik, Usai Dikecam Gunakan Uang Pajak

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan menggunakan uangnya sendiri untuk membiayai iklan politik menjelang pemilu sela...

OJK Ungkap Kredit Perbankan Tumbuh 13,65% Jadi Rp9.178 Triliun

OJK Ungkap Kredit Perbankan Tumbuh 13,65% Jadi Rp9.178 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat kredit perbankan tumbuh 13,65% secara tahunan pada Agustus 2026. Total kredit...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kualitas Air dan Izin Bermasalah, 18 DAMIU Ditutup

YE Bagikan Momen Jakarta, Antusiasme Jelang Konser Makin Terasa

October 5, 2026
Mobil Paling Mahal di Dunia Saat Ini Adalah Rolls‑Royce Droptail

Mobil Paling Mahal di Dunia Saat Ini Adalah Rolls‑Royce Droptail

November 21, 2025
Nilai transaksi fesyen di TikTok Shop tumbuh 70% pada Semester I 2026. Discovery commerce membuka peluang bagi brand fesyen lokal.

Transaksi Fesyen TikTok Shop Tumbuh 70%

September 29, 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino

Gianni Infantino Hadiri Penutupan ASEAN Cup

September 21, 2026
Komandan senior IRGC Ali Fadavi mengklaim kapal perang AS telah mundur lebih dari 1.000 kilometer dari perbatasan Iran.

IRGC Klaim Armada AS Mundur dari Hormuz

October 6, 2026
Dokter anak dr. Shyrien Amalina menjelaskan pentingnya orang tua mengenali potensi anak tanpa menjadikan nilai akademis dan IQ sebagai satu-satunya ukuran kepintaran.

Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Begini Tanggapan Dokter Anak

October 6, 2026
100 Jet Tempur Dikerahkan, Saudi Klaim Hancurkan 324 Target Houthi di Yaman

100 Jet Tempur Dikerahkan, Saudi Klaim Hancurkan 324 Target Houthi di Yaman

October 6, 2026
Persoalan Petasan Acara Maulid di Pondok Pinang Masuk Jalur Hukum

Persoalan Petasan Acara Maulid di Pondok Pinang Masuk Jalur Hukum

October 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved