• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, April 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji 2024, Kerugian Negara Masih Diaudit BPK

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
January 9, 2026
in Nasional, Uncategorized
0
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji 2024, Kerugian Negara Masih Diaudit BPK

JAKARTA, Cobisnis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua pihak sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tahun 2024. Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa hingga saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih melakukan audit untuk menghitung besaran kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dalam perkara tersebut. Proses penghitungan dilakukan karena penyidikan menggunakan sangkaan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“BPK masih melakukan perhitungan untuk mengetahui nilai pasti kerugian keuangan negara dari kasus ini,” kata Budi saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2026).

Selain Yaqut, KPK juga menetapkan mantan staf khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz yang dikenal dengan nama Gus Alex, sebagai tersangka. Meski telah berstatus tersangka, keduanya hingga kini belum dilakukan penahanan.

Sebelumnya, KPK mengungkapkan bahwa hasil perhitungan sementara menunjukkan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp1 triliun. Pada 7 Januari 2026, KPK menyatakan BPK telah menyetujui bahwa kerugian negara dalam perkara tersebut dapat dihitung secara audit.

Perkara ini berawal dari kebijakan pembagian tambahan kuota haji sebanyak 20 ribu jemaah pada tahun 2024, ketika Yaqut masih menjabat sebagai Menteri Agama. Tambahan kuota tersebut diperoleh Indonesia setelah adanya upaya diplomasi Presiden Joko Widodo dengan Pemerintah Arab Saudi.

Tambahan kuota awalnya dimaksudkan untuk menekan lamanya masa tunggu jemaah haji reguler yang dapat mencapai lebih dari 20 tahun. Namun dalam pelaksanaannya, kuota tambahan tersebut dibagi sama rata, masing-masing 10 ribu untuk jemaah haji reguler dan 10 ribu untuk jemaah haji khusus.

Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji yang mengatur bahwa kuota haji khusus dibatasi maksimal 8 persen dari total kuota nasional. Akibatnya, sekitar 8.400 calon jemaah haji reguler yang telah menunggu lebih dari 14 tahun tidak dapat diberangkatkan pada musim haji 2024.

Dalam penyidikan perkara ini, KPK juga menemukan dugaan adanya praktik “uang percepatan” dalam proses keberangkatan haji. Sejumlah barang bukti telah disita, termasuk uang tunai serta aset berupa rumah dan kendaraan yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
download huawei firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy course
Tags: BPKcobisnis.comKPKKuota hajimenetapkanYaqut Cholil Qoumas

Related Posts

Strategi Baru Brimob Polri, Pendekatan Humanis Hadapi Aksi Massa

Strategi Baru Brimob Polri, Pendekatan Humanis Hadapi Aksi Massa

by Hidayat Taufik
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Korps Brimob Polri kini menerapkan strategi baru dalam menangani aksi massa. Kini, satuan itu lebih mengutamakan pendekatan...

Ruben Onsu Diduga Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena, Rugi Rp 5,5 Miliar

Ruben Onsu Diduga Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena, Rugi Rp 5,5 Miliar

by Hidayat Taufik
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presenter Ruben Onsu disebut mengalami kerugian besar dalam sebuah kerja sama usaha. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang,...

Sering Minum Air Es, Benarkah Bisa Mengganggu Pencernaan? Ini Penjelasan Ahli

Sering Minum Air Es, Benarkah Bisa Mengganggu Pencernaan? Ini Penjelasan Ahli

by Hidayat Taufik
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Minum air es memang menjadi pilihan banyak orang karena terasa segar, terutama saat cuaca panas atau setelah...

BRIN Ciptakan Teknologi Makanan Instan untuk Tingkatkan Layanan Konsumsi Jemaah Haji

BRIN Ciptakan Teknologi Makanan Instan untuk Tingkatkan Layanan Konsumsi Jemaah Haji

by Hidayat Taufik
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menghadirkan terobosan makanan praktis siap santap untuk menunjang kebutuhan konsumsi...

7 Keutamaan Bangun Pagi bagi Muslim: Awali Hari dengan Berkah dan Energi Positif

7 Keutamaan Bangun Pagi bagi Muslim: Awali Hari dengan Berkah dan Energi Positif

by Hidayat Taufik
April 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bangun pagi merupakan kebiasaan positif yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Selain termasuk sunah Nabi Muhammad SAW,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sri Mulyani Sebut Ada ‘Durian Runtuh’ Mendukung Kesehatan APBN di Tengah Lonjakan Harga Energi

Menkeu Sri Mulyani Ungkap Saldo Anggaran Lebih Tahun 2024 Sebesar Rp457,5 Triliun

July 1, 2025
Nadiem Makarim Soroti Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif, Sebut Tak Masuk Akal

Nadiem Makarim Soroti Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif, Sebut Tak Masuk Akal

April 21, 2026
Trading 2026: Saat Teknologi Finansial Mencapai Titik Balik Baru

Trading 2026: Saat Teknologi Finansial Mencapai Titik Balik Baru

April 21, 2026
Gencatan Senjata AS Iran Mendekati Akhir, Nasib Damai Masih Jadi Tanda Tanya!

Gencatan Senjata AS Iran Mendekati Akhir, Nasib Damai Masih Jadi Tanda Tanya!

April 21, 2026
Strategi Baru Brimob Polri, Pendekatan Humanis Hadapi Aksi Massa

Strategi Baru Brimob Polri, Pendekatan Humanis Hadapi Aksi Massa

April 22, 2026
Ruben Onsu Diduga Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena, Rugi Rp 5,5 Miliar

Ruben Onsu Diduga Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena, Rugi Rp 5,5 Miliar

April 22, 2026
Sering Minum Air Es, Benarkah Bisa Mengganggu Pencernaan? Ini Penjelasan Ahli

Sering Minum Air Es, Benarkah Bisa Mengganggu Pencernaan? Ini Penjelasan Ahli

April 22, 2026
BRIN Ciptakan Teknologi Makanan Instan untuk Tingkatkan Layanan Konsumsi Jemaah Haji

BRIN Ciptakan Teknologi Makanan Instan untuk Tingkatkan Layanan Konsumsi Jemaah Haji

April 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved