Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting, mengonfirmasi data tersebut di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari total korban, 10 jenazah masih dalam proses identifikasi oleh tim gabungan.
Tim DVI yang terlibat berasal dari Dokkes Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Bekasi Kota. Identifikasi dilakukan melalui data gigi, sidik jari, serta dokumen pendukung korban.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol dr. Prima Heru, menyebut proses evakuasi dan kedatangan jenazah berlangsung sejak dini hari. Ia menargetkan proses identifikasi dapat diselesaikan hari ini.
Hingga saat ini, tujuh keluarga korban telah melapor ke posko antemortem untuk menyerahkan data awal. Proses ini menjadi kunci dalam pencocokan identitas korban secara akurat.
Selain korban jiwa, puluhan korban luka masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya. RSUD Kota Bekasi menjadi fasilitas dengan jumlah pasien terbanyak.
Beberapa rumah sakit lain juga menangani korban, termasuk RS Primaya, RS Hermina, RS Bhakti Kartini, hingga RS Siloam Bekasi Timur.
Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden perkeretaapian paling serius dalam beberapa tahun terakhir dan memicu dorongan evaluasi menyeluruh sistem keselamatan.
Pemerintah telah bergerak dengan menyiapkan langkah penanganan, termasuk asesmen keluarga korban oleh Kemensos serta evaluasi dari berbagai pihak terkait.
Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya keamanan transportasi rel yang digunakan jutaan masyarakat setiap hari, dengan tuntutan perbaikan sistem yang lebih menyeluruh.